708.000 Benih Kopi Arabika Manggarai Barat Dipantau di Wae Ara

Manggarai Barat, 6 Agustus 2026 – Kegiatan monitoring benih kopi Arabika Manggarai Barat dilaksanakan di lokasi persemaian CV Dua Satu, Wae Ara, Desa Nangalili, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat.
Monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan produksi benih kopi Arabika yang telah ditanam secara bertahap dalam polibag sejak Maret hingga Juli 2026. Berdasarkan hasil pendataan lapangan, jumlah benih yang tersedia telah mencapai 708.000 batang dari target produksi sebanyak 600.000 batang.
Dengan capaian tersebut, jumlah benih di persemaian telah mencapai sekitar 118 persen dari target, atau lebih banyak 108.000 batang. Kelebihan jumlah ini dapat menjadi cadangan dalam proses pemeliharaan, seleksi, dan pemenuhan jumlah benih yang nantinya dinyatakan memenuhi persyaratan untuk disalurkan.
Benih Kopi Arabika Manggarai Barat Tertata dalam Polibag
Benih kopi terlihat ditata dalam barisan persemaian yang teratur di bawah naungan paranet. Setiap jalur persemaian dipisahkan oleh ruang pemeliharaan untuk memudahkan penyiraman, penyiangan, pemeriksaan pertumbuhan, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Penggunaan naungan pada fase persemaian diperlukan untuk membantu melindungi tanaman muda dari paparan sinar matahari yang berlebihan. Kondisi kelembapan, ketersediaan air, kebersihan lingkungan, dan sirkulasi udara juga perlu terus diperhatikan agar pertumbuhan benih tetap optimal.
Berdasarkan informasi lapangan, bahan tanam yang diperbanyak merupakan kopi Arabika varietas Gayo. Penulisan nama varietas secara lebih spesifik, seperti Gayo 1 atau Gayo 2, selanjutnya perlu menyesuaikan dokumen sumber benih dan hasil verifikasi teknis perbenihan.
Monitoring Memastikan Jumlah dan Mutu Benih
Monitoring tidak hanya berorientasi pada pencapaian jumlah produksi. Kegiatan ini juga menjadi bagian penting untuk memastikan benih tumbuh sehat, seragam, memiliki batang yang kokoh, serta tidak menunjukkan gejala serangan hama maupun penyakit.
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan selama proses pemeliharaan antara lain:
- Kondisi pertumbuhan dan keseragaman benih;
- Kesehatan daun, batang, dan perakaran;
- Kondisi media tanam dalam polibag;
- Ketersediaan air dan pengaturan naungan;
- Kebersihan areal persemaian;
- Identitas varietas dan sumber bahan tanam;
- Pencatatan jumlah benih berdasarkan periode tanam.
Pencatatan yang tertib akan memudahkan proses penelusuran asal benih, pemeriksaan lapangan, pengelompokan umur tanaman, serta persiapan benih sebelum memasuki tahap penyaluran.
Mendukung Ketersediaan Bahan Tanam Kopi Arabika
Produksi benih kopi Arabika di Wae Ara diharapkan dapat memperkuat ketersediaan bahan tanam untuk mendukung pengembangan komoditas perkebunan di Nusa Tenggara Timur.
Ketersediaan benih dalam jumlah memadai menjadi salah satu faktor awal dalam kegiatan perluasan, peremajaan, maupun rehabilitasi tanaman kopi. Namun, jumlah yang tinggi harus tetap diikuti dengan pemeliharaan yang konsisten dan pengawasan mutu hingga benih siap ditanam di lapangan.
Pemanfaatan benih nantinya juga perlu mempertimbangkan kesesuaian lokasi, terutama kondisi ketinggian tempat, iklim, curah hujan, ketersediaan air, jenis tanah, dan sistem naungan pada calon areal penanaman.
Pengawasan Dilanjutkan hingga Benih Siap Tanam
Setelah monitoring ini, pemeliharaan dan pengawasan akan terus dilakukan sesuai tahapan pertumbuhan tanaman. Benih yang telah mencapai umur dan kondisi yang sesuai akan melalui pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kelayakan sebelum disalurkan.
Capaian sebanyak 708.000 batang menunjukkan perkembangan positif dalam pelaksanaan produksi benih kopi Arabika di Wae Ara. Melalui pengawasan yang berkelanjutan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya memenuhi target jumlah, tetapi juga menghasilkan benih yang sehat, bermutu, dan sesuai untuk mendukung pengembangan kopi Arabika di Nusa Tenggara Timur.
