Persiapan Pesta Pangan Lokal NTT 2026 di Belu Dimatangkan, 35 UMKM Siap Tampilkan Potensi Daerah

Atambua – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Belu terus mematangkan persiapan Pesta/Pameran Pangan Lokal Tingkat Provinsi NTT Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 2–3 Oktober 2026 di Atambua, Kabupaten Belu. Mengusung tema “Kreasi Lokal untuk Ketahanan Berkelanjutan”, kegiatan ini dipersiapkan sebagai ruang promosi, edukasi, inovasi, dan pemasaran berbagai produk pangan lokal dari sejumlah kabupaten dan kota di NTT.
Persiapan dilakukan melalui rangkaian koordinasi sejak 29 September 2026 dan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan pada 30 September 2026. Tim Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, khususnya unsur Bidang Prasarana Sarana Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PSP2HP), berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu serta unsur terkait untuk memastikan kesiapan teknis pelaksanaan.
Koordinasi tersebut mencakup kesiapan lokasi, penataan stan peserta, fasilitas pendukung, pembagian ruang kegiatan, hingga pengaturan rangkaian acara. Informasi yang dihimpun media pada 1 Oktober juga menyebut panitia telah melakukan pengecekan langsung terhadap penataan stan dan fasilitas menjelang pelaksanaan kegiatan.
35 UMKM dari Enam Kabupaten dan Kota
Pesta Pangan Lokal NTT 2026 direncanakan melibatkan 35 UMKM dari enam kabupaten dan kota. Sebanyak 10 UMKM berasal dari Kabupaten Belu, sedangkan Kabupaten Malaka, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang masing-masing diwakili lima UMKM.
Keterlibatan pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Berbagai pangan segar, pangan olahan, kuliner lokal, serta produk turunan hasil pertanian akan memperoleh ruang untuk diperkenalkan langsung kepada masyarakat.
Pameran juga diharapkan mempertemukan produk dengan konsumen secara lebih dekat. Pola seperti ini membuka ruang pemasaran yang lebih pendek antara produsen, pelaku pengolahan, dan pembeli, sekaligus memberikan kesempatan bagi UMKM untuk memperkenalkan kualitas, kemasan, dan inovasi produknya.
Pengembangan ruang pemasaran langsung bagi petani, UMKM, dan usaha pengolahan hasil juga menjadi salah satu pendekatan yang telah dijalankan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT melalui kegiatan pameran pangan lokal dan pasar tani. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendukung ekonomi lokal, memperkenalkan keberagaman pangan, dan memperluas jejaring pelaku usaha.
Dari Kuliner Lokal hingga Zona Edukasi
Rangkaian kegiatan tidak hanya berisi pameran produk. Agenda yang disiapkan mencakup pameran kuliner lokal dan produk segar, festival dan lomba kuliner tradisional, lomba inovasi pangan, pertunjukan tari dan musik, talkshow dan seminar, serta zona edukasi dan interaktif.
Zona edukasi direncanakan melibatkan sekitar 200 peserta didik, terdiri atas 100 anak PAUD, 50 siswa SD, dan 50 siswa SMP. Sementara kegiatan talkshow dirancang melibatkan sekitar 30 peserta dari kalangan pelajar SMK maupun mahasiswa. Dengan komposisi tersebut, pameran bukan hanya menjadi tempat transaksi dan promosi, tetapi juga ruang pembelajaran untuk memperkenalkan pertanian dan pangan lokal kepada generasi muda.
Salah satu agenda yang turut dipersiapkan adalah Lomba Memasak Makanan Lokal “Kreasi Pangan Lokal Belu”. Technical meeting dijadwalkan pada Kamis, 1 Oktober 2026 pukul 16.00 WITA di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu.
Berdasarkan ketentuan awal lomba, peserta diarahkan menggunakan komposisi sedikitnya 75 persen bahan lokal dan maksimal 25 persen bahan pendukung. Bahan lokal utama antara lain pisang, jagung, umbi-umbian, dan kacang-kacangan, dengan batas pembelanjaan bahan sebesar Rp350.000. Ketentuan teknis lebih rinci disampaikan kepada peserta dalam technical meeting.
Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi bahan pangan yang tersedia di daerah untuk diolah secara lebih kreatif dan memiliki nilai tambah. Produk pertanian tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi dapat berkembang menjadi olahan yang menarik, memiliki nilai ekonomi, dan berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Kolaborasi Lintas Sektor Matangkan Pelaksanaan
Persiapan Pesta Pangan Lokal melibatkan koordinasi antara pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Belu, unsur perangkat daerah, aparat keamanan, media, penyuluh pertanian, unsur pengawasan pangan, sekolah, serta pihak-pihak lain yang mendukung pelaksanaan kegiatan. Pertemuan persiapan pada 29 September 2026 menjadi salah satu tahapan untuk menyamakan kebutuhan teknis dan memastikan tugas masing-masing unsur sebelum kegiatan berlangsung.
Kolaborasi tersebut penting karena pengembangan pangan lokal tidak hanya berkaitan dengan produksi pertanian. Di dalamnya terdapat proses pengolahan, keamanan dan mutu pangan, pengemasan, promosi, pemasaran, edukasi konsumen, hingga pembangunan jejaring usaha.
Kabupaten Belu sendiri memiliki pengalaman menggelar kegiatan pangan lokal yang mempertemukan UMKM, pelajar, komunitas, dan masyarakat. Pada Pesta Pangan Lokal 2025, agenda pangan juga dipadukan dengan pameran UMKM, lomba, seni budaya, dan edukasi masyarakat.
Melalui Pesta Pangan Lokal NTT 2026, potensi pertanian dari berbagai daerah di NTT diharapkan semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memperoleh ruang untuk berkembang menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan hasil pertanian lokal, memperpendek rantai pemasaran, mendorong kreativitas pengolahan pangan, serta membangun kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, pelaku usaha, petani, dunia pendidikan, dan masyarakat.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan menjelang pelaksanaan pada 2–3 Oktober 2026, Atambua akan menjadi ruang pertemuan berbagai produk, kreativitas, dan pengetahuan pangan lokal dari sejumlah wilayah di NTT.



