Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Pameran Pangan Lokal NTT 2026 di Atambua, Dorong Produk Daerah Naik Kelas dan Perluas Pasar

October 3, 2026October 3, 2026 Artikel
Pameran Pangan Lokal NTT 2026 di Atambua, Dorong Produk Daerah Naik Kelas dan Perluas Pasar
Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi NTT, Alexon Lumba, S.H., M.Hum., saat membuka Pameran Pangan Lokal Tingkat Provinsi NTT Tahun 2026 di Atambua, Kabupaten Belu, Jumat (2/10/2026).

Atambua – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Belu menggelar Pameran Pangan Lokal Tingkat Provinsi NTT Tahun 2026 di Atambua, Kabupaten Belu, pada 2–3 Oktober 2026. Mengusung tema “Kreasi Lokal untuk Ketahanan Berkelanjutan”, kegiatan ini mempertemukan pelaku UMKM, pemerintah, masyarakat, pelajar, serta berbagai unsur pendukung dalam satu ruang promosi, edukasi, inovasi, dan pemasaran pangan lokal.

Pameran dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi NTT, Alexon Lumba, pada Jumat, 2 Oktober 2026. Sebanyak 35 UMKM ambil bagian dengan menampilkan beragam produk pangan segar, kuliner tradisional, hingga produk olahan berbasis komoditas lokal dari sejumlah wilayah di NTT.

Kehadiran pameran tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan pangan daerah, tetapi juga mendorong perubahan cara pandang dalam pengembangan hasil pertanian. Produk pertanian diharapkan tidak berhenti sebagai bahan mentah, melainkan terus bergerak melalui proses pengolahan, peningkatan mutu, pengemasan, promosi, hingga pemasaran agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

35 UMKM Tampilkan Keragaman Pangan Lokal NTT

Peserta pameran berasal dari enam kabupaten dan kota, terdiri atas 10 UMKM dari Kabupaten Belu serta masing-masing lima UMKM dari Kabupaten Malaka, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang.

Keragaman peserta tersebut menghadirkan berbagai karakter pangan dari masing-masing wilayah, sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat potensi hasil pertanian serta kreativitas pengolahan pangan yang berkembang di NTT.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pameran kuliner dan produk segar berbasis pangan lokal, festival dan lomba masak kuliner tradisional, lomba inovasi pangan, talkshow, pertunjukan seni dan budaya, serta zona edukasi.

Sekitar 200 peserta didik dari jenjang PAUD, SD, dan SMP dilibatkan dalam zona edukasi. Keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam memperkenalkan pertanian, pangan lokal, budaya konsumsi pangan yang beragam, serta peluang pengembangan produk lokal sejak dini.

Pameran ini sekaligus mempertemukan sisi produksi dengan kreativitas pengolahan. Hasil pertanian yang berasal dari petani dapat dikembangkan oleh pelaku usaha menjadi produk dengan mutu, tampilan, dan daya simpan yang lebih baik sehingga mempunyai peluang menjangkau konsumen dan pasar yang lebih luas.

Dari Hasil Pertanian Menuju Produk Bernilai Tambah

Salah satu perhatian dalam Pameran Pangan Lokal NTT 2026 adalah pentingnya memperkuat hilirisasi hasil pertanian. Pengembangan pangan lokal tidak cukup hanya melalui peningkatan produksi, tetapi perlu diikuti pengolahan, pengemasan yang baik, legalitas usaha, pemanfaatan teknologi, serta perluasan jaringan pemasaran.

Penguatan aspek tersebut dibutuhkan agar hubungan antara petani, pelaku UMKM, dan konsumen dapat semakin efisien. Semakin banyak hasil pertanian yang dapat diolah dekat dengan wilayah produksinya, semakin besar pula peluang nilai ekonomi produk tersebut tetap berputar di daerah dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi NTT juga mendorong agar produk lokal memperoleh ruang pasar yang lebih luas, baik melalui jaringan pemasaran daerah, ritel, hotel dan restoran maupun pemasaran berbasis digital. Upaya tersebut perlu berjalan bersama dengan peningkatan kualitas produk serta pendampingan bagi pelaku usaha.

Pameran menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan berbagai unsur tersebut. Pelaku usaha tidak hanya memperoleh kesempatan memamerkan produk, tetapi juga dapat melihat perkembangan produk dari wilayah lain, bertukar pengalaman, membangun jejaring, dan membaca peluang pasar.

Di sisi lain, penguatan konsumsi pangan lokal juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan pangan daerah. Jagung, ubi, serta berbagai komoditas lokal lainnya memiliki ruang yang besar untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari pola konsumsi masyarakat yang lebih beragam.

Dalam konteks Kabupaten Belu, pangan lokal juga memiliki hubungan erat dengan identitas dan warisan budaya masyarakat. Salah satu yang mendapat perhatian dalam rangkaian kegiatan adalah Ai Uhik Kuhus, yaitu pangan tradisional berbahan dasar ubi kayu yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner masyarakat setempat.

Kolaborasi Memperkuat Rantai Pangan Daerah

Pameran Pangan Lokal NTT 2026 menunjukkan bahwa pembangunan sektor pangan membutuhkan kerja bersama dari hulu hingga hilir. Petani berperan menghasilkan bahan pangan, pelaku UMKM mengembangkan produk bernilai tambah, sementara pemerintah, dunia pendidikan, pelaku pasar, dan masyarakat menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung keberlanjutannya.

Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Belu, pemerintah kabupaten/kota peserta, pelaku UMKM, dunia pendidikan, komunitas seni dan budaya, serta masyarakat diharapkan terus berlanjut setelah pameran selesai.

Penguatan produk lokal melalui pengolahan dan teknologi, perluasan akses pemasaran, serta hubungan yang semakin dekat antara produsen dan konsumen menjadi bagian penting dalam membangun rantai pasok pangan yang lebih efisien. Pada saat yang sama, berkembangnya usaha pengolahan pangan juga membuka peluang ekonomi baru berbasis hasil pertanian yang tersedia di daerah.

Melalui Pameran Pangan Lokal NTT 2026, kekayaan pangan Nusa Tenggara Timur tidak hanya diperkenalkan kepada masyarakat, tetapi didorong untuk terus berkembang menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan pasar yang semakin luas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat ketahanan pangan, mendukung petani dan pelaku usaha lokal, sekaligus membangun perekonomian NTT dari potensi yang tumbuh dan dihasilkan di daerah sendiri.

Post navigation

Previous Previous
Pameran Pangan Lokal NTT 2026 Segera Digelar, Kesiapan Lokasi dan Stan Ditinjau
NextContinue
Distankp NTT dan ICRAF Lakukan Ground Check Tutupan Lahan di Alor Selatan
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search