Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Intervensi Desa Rp100 Juta, Pemprov NTT Dorong Potensi Lokal Manufui Jadi Kekuatan Ekonomi

October 3, 2026October 5, 2026 Artikel
Intervensi Desa Rp100 Juta, Pemprov NTT Dorong Potensi Lokal Manufui Jadi Kekuatan Ekonomi
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, SP, saat membuka kegiatan Intervensi Desa oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui Festival Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) di Desa Manufui.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong pengembangan potensi pangan lokal di Desa Manufui, Kecamatan Santian, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, SP, saat membuka kegiatan Intervensi Desa oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui Festival Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) di Desa Manufui, Jumat-Sabtu, 25-26 September 2026.

Joaz membuka kegiatan tersebut mewakili Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT.

Dalam sambutannya, Joaz mengatakan program Intervensi Desa oleh OPD merupakan gagasan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT untuk menggali potensi desa yang selama ini belum tersentuh secara optimal.

Menurutnya, potensi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari Dasa Cita pertama, yakni dari ladang ke pasar.

“Saya dan Bapak Wakil Gubernur menggagas program Intervensi Desa oleh OPD di pedesaan dengan memberikan dana sebesar Rp100.000.000 per desa, dengan pemikiran bahwa masih banyak potensi desa yang sesungguhnya belum disentuh atau digali, padahal sesungguhnya merupakan suatu kekuatan atau daya ungkit untuk dapat dibangun secara bersama-sama,” kata Joaz dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, dari anggaran Rp100 juta tersebut, sebesar 50 persen atau Rp50 juta diperuntukkan langsung bagi masyarakat desa dalam bentuk bantuan barang.

Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mengembangkan potensi lokal yang dimiliki masing-masing desa.

“Sisanya dibelanjakan untuk operasional lainnya dengan harapan anggaran tersebut dapat berputar dan dirasakan oleh masyarakat Kabupaten TTS,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan intervensi di Desa Manufui, potensi ubi, pisang, jagung dan komoditas pertanian lainnya menjadi perhatian untuk dikembangkan melalui hilirisasi.

Salah satu hasilnya adalah pengembangan keripik pisang dan keripik ubi yang telah diluncurkan sebagai produk One Village One Product (OVOP) Desa Manufui.

Joaz mengatakan program OVOP diharapkan menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat desa.

“Kami berharap agar melalui anggaran sebesar Rp100.000.000 per desa dapat mendorong dan mendukung program OVOP, karena melalui produk atau komoditi unggulan yang ada di desa ataupun di masyarakat akan menjadi kekuatan atau basis ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat desa itu sendiri,” katanya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, perangkat daerah dan berbagai pihak lainnya dalam mengembangkan potensi desa.

Menurutnya, kehadiran perangkat daerah di desa bukan hanya untuk melaksanakan program, tetapi juga menggali potensi dan menemukan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Untuk itu kita butuh kolaborasi, kerja keras dan kerja cerdas untuk mewujudkan masyarakat NTT maju, sehat, cerdas, sejahtera dan berkelanjutan,” ujarnya.

Joaz juga mengaitkan pengembangan pangan lokal dengan upaya penurunan angka kemiskinan dan stunting di NTT.

Ia mengatakan pemerintah masih menghadapi persoalan kemiskinan ekstrem dan stunting yang perlu ditangani secara bersama-sama.

Salah satu faktor yang berkaitan dengan stunting, menurutnya, adalah asupan pangan yang belum beragam, bergizi, seimbang dan aman.

“Kita menyadari betapa pentingnya penganekaragaman pangan sebagai upaya untuk meningkatkan ketersediaan pangan B2SA berbasis pada potensi sumber daya lokal,” katanya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk kembali mengonsumsi pangan lokal seperti jagung, umbi-umbian dan sorgum sebagai sumber karbohidrat.

Joaz menilai pergeseran pola konsumsi menyebabkan sejumlah pangan lokal yang sebelumnya menjadi makanan pokok masyarakat NTT mulai ditinggalkan.

“Melalui ajang Festival Pangan B2SA ini saya mengajak kita semua, baik generasi Alpha, generasi Z, generasi milenial maupun kita generasi saat ini, untuk kembali mengonsumsi pangan lokal sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi,” katanya.

Selain konsumsi pangan lokal, Joaz juga mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan dan gizi keluarga.

Menurutnya, hasil pekarangan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga dapat dijual sehingga memberikan tambahan pendapatan.

“Melalui pemanfaatan lahan pekarangan diharapkan ada peningkatan ekonomi keluarga melalui penjualan hasil pekarangan yang pada akhirnya dapat mendukung ekonomi petani lokal,” ujarnya.

Khusus Desa Manufui, Joaz mengatakan potensi singkong dan pisang dapat dikembangkan menjadi produk berkualitas, bernilai tambah dan berdaya saing.

Ia berharap kolaborasi bersama TP PKK dapat mendorong pengolahan kedua komoditas tersebut menjadi produk OVOP yang dapat dipasarkan lebih luas, termasuk melalui NTT Mart.

“Desa Manufui ini juga memiliki potensi singkong dan pisang yang dapat dikembangkan, sehingga dapat menjadi produk yang berkualitas, bernilai tambah dan berdaya saing serta dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat menerapkan prinsip isi piring B2SA dalam konsumsi sehari-hari.

Komposisi tersebut terdiri dari sepertiga makanan pokok sebagai sumber karbohidrat, sepertiga sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral, seperenam lauk-pauk sebagai sumber protein, dan seperenam buah-buahan sebagai sumber vitamin dan mineral.

Joaz berharap Festival Pangan B2SA tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengembangkan produk unggulan desa.

“Dengan mengembangkan pangan lokal dan produk unggulan desa, serta membudayakan konsumsi pangan yang sehat dan seimbang, kita bersama-sama memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mewujudkan generasi Nusa Tenggara Timur yang sehat, aktif, produktif dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Sumber : Intervensi Desa Rp100 Juta, Pemprov NTT Dorong Potensi Lokal Manufui Jadi Kekuatan Ekonomi

Post navigation

Previous Previous
Dinas Pertanian NTT Intervensi Desa Manufui, Dorong Peningkatan Ekonomi dari Pangan Lokal
NextContinue
Pameran Pangan Lokal NTT 2026 di Atambua, Dorong Produk Daerah Naik Kelas dan Perluas Pasar
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search