Pameran Pangan Lokal Provinsi NTT 2026 di Belu Hadirkan 35 UMKM dari Enam Daerah NTT

Sebanyak 35 UMKM pangan lokal dari enam kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) ambil bagian dalam Pameran Pangan Lokal Provinsi NTT di Kabupaten Belu Tahun 2026 yang berlangsung di Alun-alun Kota Atambua, 2 hingga 3 Oktober 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Kreasi Lokal untuk Ketahanan Berkelanjutan” tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk pangan lokal sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen dan berbagai pemangku kepentingan.
Ketua Panitia Pameran Pangan Lokal di Kabupaten Belu Tahun 2026, Maria Magdalena Hildegardis Ngoso, SP, menyampaikan pameran pangan lokal tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan untuk memamerkan produk, tetapi juga menjadi ruang promosi, edukasi, kolaborasi dan transaksi.
“Pameran Pangan Lokal Kabupaten Belu Tahun 2026 merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam mempromosikan, melestarikan dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap pangan lokal sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal berbasis potensi daerah,” kata Maria. Jumat (2/10/2026) saat pembukaan kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan kegiatan ini melibatkan petani, pelaku UMKM, Unit Pengolahan Hasil (UPH), konsumen, pemerintah, komunitas, generasi muda serta berbagai pemangku kepentingan.
“Sebanyak 35 UMKM peserta utama berasal dari enam kabupaten/kota, yakni Kabupaten Belu 10 UMKM, Kabupaten Malaka lima UMKM, Timor Tengah Utara (TTU) lima UMKM, Timor Tengah Selatan (TTS) lima UMKM, Kabupaten Kupang lima UMKM dan Kota Kupang lima UMKM,” ujarnya.
Selain peserta utama, lanjutnya, kegiatan ini juga melibatkan UMKM pendukung dari Kabupaten Belu, sekitar 200 murid dan guru pendamping jenjang PAUD, SD dan SMP, sanggar seni, seniman, Dekranasda Kabupaten Belu, komunitas milenial kreatif, tim media dan konten kreator serta penyuluh pertanian se-Kabupaten Belu.
Pameran tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Maria menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari agenda strategis Pemerintah Provinsi NTT dalam mewujudkan Program Dasa Cita, khususnya “Dari Ladang dan Laut ke Pasar: Efisien, Modern dan Aman.”
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai nilai pangan lokal, mulai dari produksi, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran.
“Sehingga hasil pertanian dan perikanan tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan nilai tambah, daya saing bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, panitia menghadirkan sejumlah agenda, antara lain pameran pangan lokal dan produk UMKM serta produk segar, penampilan seni dan budaya, zona edukasi “Kisah dari Kebun ke Meja” bagi PAUD, SD, SMP dan masyarakat.
Ada pula talkshow interaktif mengenai pangan lokal dan ekonomi kreatif, lomba memasak makanan khas daerah, lomba inovasi pangan berbasis bahan lokal, publikasi dan promosi UMKM, hiburan, pengumuman pemenang dan apresiasi peserta hingga penutupan.
Maria berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencintai dan mengonsumsi pangan lokal.
Sumber: Tribun Kupang
