BRMP NTT dan UPTD PSB TPHP Pantau Benih Perkebunan Kopi, Kakao, Pala, dan Jambu Mete di Sikka

SIKKA – Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Timur bersama UPTD Pengawasan dan Sertifikasi Benih (PSB) TPHP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT melaksanakan pemantauan pembenihan tanaman perkebunan di Kabupaten Sikka, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada empat komoditas perkebunan, yakni kopi, kakao, pala, dan jambu mete, sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi pengawasan dan mendukung penyediaan benih bermutu bagi pengembangan perkebunan di Nusa Tenggara Timur.
Pemantauan dilakukan secara langsung di lokasi persemaian, termasuk di wilayah Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka. Di lokasi tersebut, tanaman muda dipelihara dalam polibag yang tersusun di bawah naungan paranet untuk mendukung pertumbuhan selama tahap pembenihan.
Perkuat Pengawasan Mutu Benih Perkebunan
Kolaborasi BRMP NTT dan UPTD PSB TPHP menjadi bagian penting dalam memperkuat pengelolaan perbenihan tanaman perkebunan, terutama pada tahap awal sebelum tanaman disiapkan sebagai bahan tanam.
Melalui pemantauan lapangan, kedua instansi dapat memperoleh gambaran mengenai perkembangan tanaman dan kondisi persemaian sebagai bahan koordinasi serta tindak lanjut pengawasan sesuai kewenangan masing-masing.
Pengawasan sejak tahap pembenihan diperlukan untuk mendukung proses produksi benih yang memenuhi persyaratan teknis. Kualitas bahan tanam menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan pertumbuhan dan produktivitas tanaman perkebunan pada masa mendatang.
Selain itu, koordinasi antarlembaga diharapkan dapat memperkuat pendampingan teknis dan penerapan standar mutu dalam kegiatan perbenihan, sehingga penyediaan benih bagi kebutuhan pengembangan perkebunan dapat dilakukan secara lebih terarah.
Dukung Ketersediaan Benih dan Pengembangan Perkebunan Lokal
Kabupaten Sikka memiliki potensi pengembangan komoditas perkebunan yang perlu didukung melalui ketersediaan bahan tanam berkualitas. Komoditas seperti kopi, kakao, pala, dan jambu mete mempunyai nilai ekonomi bagi masyarakat serta berpeluang mendukung pengembangan usaha perkebunan daerah.
Penguatan perbenihan di tingkat lokal menjadi langkah strategis untuk mendekatkan sumber bahan tanam dengan wilayah pengembangan. Apabila kapasitas produksi dan mutu benih lokal dapat terus ditingkatkan, kebutuhan mendatangkan benih dari luar daerah berpotensi dikurangi, sekaligus mendukung efisiensi rantai pasok pertanian.
Upaya tersebut juga sejalan dengan penguatan sektor perkebunan NTT yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kualitas sarana produksi, penerapan teknologi, dan peningkatan pelayanan teknis bagi masyarakat petani.
Melalui kolaborasi BRMP NTT dan UPTD PSB TPHP, pemantauan pembenihan tanaman perkebunan di Kabupaten Sikka diharapkan dapat mendukung tersedianya benih bermutu, memperkuat kapasitas perbenihan daerah, serta menjadi bagian dari pembangunan perkebunan NTT yang produktif dan berkelanjutan.
