Peringati Hari Pangan Sedunia 2026 di Kapan, Keuskupan Agung Kupang Dorong Pertanian Organik dan Pangan Lokal

KAPAN, TTS – Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) Tahun 2026 tingkat Keuskupan Agung Kupang berlangsung di Paroki Santa Maria Immaculata Kapan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian peringatan HPS pada Oktober 2026 ini menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, Gereja, dan masyarakat untuk memperkuat kesadaran tentang pentingnya ketahanan pangan, pengembangan pertanian berkelanjutan, serta pemanfaatan potensi pangan lokal.
Puncak peringatan HPS turut dihadiri Asisten III Pemerintah Provinsi NTT yang memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Kehadiran pemerintah daerah menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian dan pangan.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan antusiasme masyarakat yang mengikuti berbagai agenda edukasi, pengenalan produk pangan lokal, serta kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan pertanian dan peternakan.
Edukasi Pertanian Organik Terpadu bagi Masyarakat
Salah satu agenda penting dalam rangkaian HPS adalah kegiatan edukasi pertanian organik terpadu yang dilaksanakan di Fatumnasi pada Rabu (14/10/2026).
Kegiatan ini mengangkat konsep pertanian organik terpadu dengan pendekatan harmoni antara alam dan kehidupan masyarakat desa. Materi edukasi mencakup pembuatan pupuk bokashi, pestisida nabati, serta pakan ternak.
Melalui edukasi tersebut, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan bahan-bahan organik dan sumber daya lokal untuk mendukung kegiatan pertanian dan peternakan yang lebih ramah lingkungan.
Pembuatan pupuk bokashi menjadi salah satu alternatif pengolahan bahan organik untuk meningkatkan kualitas media tanam. Sementara itu, pemanfaatan pestisida nabati diperkenalkan sebagai bagian dari pendekatan pengendalian organisme pengganggu tanaman dengan bahan alami.
Edukasi pembuatan pakan ternak juga memberikan pengetahuan mengenai peluang pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar untuk menunjang usaha peternakan masyarakat.
Penerapan praktik-praktik tersebut diharapkan dapat membantu petani mengoptimalkan sumber daya lokal, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan produksi dari luar wilayah.
Pangan Lokal dan Dukungan Benih untuk Ketahanan Pangan
Selain edukasi pertanian, peringatan HPS tingkat Keuskupan Agung Kupang juga menghadirkan beragam pangan lokal sebagai bagian dari pengenalan potensi sumber daya pangan masyarakat NTT.
Kehadiran berbagai pangan lokal memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk semakin mengenal dan menghargai hasil pertanian daerah sebagai sumber pangan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT turut memberikan dukungan melalui bantuan benih sebagai bentuk kontribusi terhadap pengembangan kegiatan pertanian dan penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan lahan produktif dan meningkatkan minat masyarakat untuk terus mengembangkan kegiatan budidaya tanaman.
Penguatan pangan lokal juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem pangan yang lebih mandiri. Melalui peningkatan produksi dan pemanfaatan hasil pertanian setempat, masyarakat memiliki peluang untuk memperpendek rantai pasok pangan sekaligus memperkuat perekonomian di tingkat desa.
Asisten III NTT Kunjungi Peserta dan BBH Oelbubuk
Dalam rangkaian kegiatan, turut dilaksanakan kunjungan kepada para peserta untuk melihat berbagai aktivitas dan hasil yang ditampilkan selama peringatan HPS.
Asisten III Pemerintah Provinsi NTT juga melakukan kunjungan ke Balai Benih Hortikultura (BBH) Oelbubuk di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
BBH Oelbubuk merupakan salah satu unit di bawah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT yang memiliki peran dalam mendukung pengembangan hortikultura, pembibitan, serta pelayanan teknis pertanian.
Keberadaan balai tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan benih hortikultura bermutu sekaligus mendukung pengembangan potensi pertanian daerah.
Kunjungan ini menjadi bagian dari perhatian terhadap penguatan sarana pendukung pertanian, khususnya dalam penyediaan benih dan pengembangan tanaman hortikultura yang sesuai dengan potensi wilayah NTT.
Peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 juga sejalan dengan semangat global untuk mengembangkan inovasi pertanian yang berpadu dengan pengetahuan lokal, sehingga masyarakat dapat memperoleh pangan yang cukup, beragam, aman, dan bergizi secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Keuskupan Agung Kupang, dan masyarakat, peringatan HPS diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus mendorong penerapan pengetahuan pertanian, pemanfaatan pangan lokal, serta pengelolaan sumber daya secara produktif.
Sinergi ini menjadi salah satu langkah dalam memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.
