NTT Dorong Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga

RRI.CO.ID, Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan gizi keluarga. Gerakan ini dilakukan melalui kegiatan menanam cabai, jahe, kunyit, dan mangga di belakang kebun kantor TP PKK Provinsi NTT dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, Jumat, 16 Oktober 2026.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, mengatakan gerakan menanam menjadi langkah membangun kemandirian pangan dari tingkat rumah tangga. Menurutnya, masyarakat tidak harus memiliki lahan luas untuk mulai menanam berbagai kebutuhan pangan.
“Sepuluh polybag saja di rumah masing-masing, sepuluh polybag tomat, jahe, cabai, bawang merah, dan sayur-sayuran, itu sudah membantu menyediakan asupan gizi,” ujarnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, menyambut positif gerakan tersebut karena sejalan dengan program ketahanan pangan keluarga. Ia menilai pemanfaatan pekarangan dapat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memberikan nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.
“Pemanfaatan pekarangan juga bisa untuk ketahanan pangan, ketahanan gizi keluarga, dan mempunyai nilai ekonomis kalau dikelola dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa NTT, Yosef M. Ronaldus Amapiran, mendukung upaya tersebut melalui penguatan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Ia menilai pemanfaatan lahan yang tersedia dapat membantu masyarakat menghasilkan pangan sendiri dan mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar daerah. Pemerintah berharap kolaborasi Dinas Pertanian, Dinas PMD, dan TP PKK dapat memperluas gerakan menanam hingga ke desa-desa. Melalui upaya ini, pekarangan diharapkan menjadi sumber pangan keluarga sekaligus mendukung penguatan ekonomi masyarakat.
sumber : artikel asli RRI Kupang
