Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi NTT, Dinas Pertanian Ikuti FGD Bersama Perguruan Tinggi Nasional dan Internasional

October 21, 2026October 21, 2026 Artikel
Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi NTT, Dinas Pertanian Ikuti FGD Bersama Perguruan Tinggi Nasional dan Internasional

KUPANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berpartisipasi dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kebijakan Ketahanan Pangan dan Gizi di Nusa Tenggara Timur” yang berlangsung di Hotel NEO Eltari Kupang, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Universitas Warmadewa bekerja sama dengan University of Sheffield dan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) sebagai forum penguatan kebijakan ketahanan pangan dan gizi yang responsif gender serta adaptif terhadap perubahan iklim.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT hadir melalui Kepala Dinas bersama Kepala UPTD Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Koordinator PDE, serta perwakilan Seksi Kebun Dinas. Keikutsertaan jajaran dinas menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan pembangunan pangan di NTT.

FGD tersebut menjadi ruang diskusi untuk membahas penguatan kebijakan, koordinasi kelembagaan, dan pelaksanaan program ketahanan pangan dan gizi dengan memperhatikan kondisi sosial masyarakat, kesetaraan gender, serta dinamika perubahan iklim.

Melalui forum ini, pendekatan akademis dan pengalaman pelaksanaan program pemerintah daerah dapat saling melengkapi dalam mendorong kebijakan pangan yang lebih inklusif, berbasis data, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Penguatan Kebijakan Pangan yang Responsif Gender dan Adaptif terhadap Iklim

Ketahanan pangan di NTT tidak hanya berkaitan dengan kemampuan meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga menyangkut ketersediaan pangan sepanjang tahun, keterjangkauan bagi masyarakat, kualitas konsumsi, serta pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.

Karakteristik wilayah kepulauan, variasi kondisi agroklimat, keterbatasan sumber daya air di sejumlah wilayah, serta tantangan distribusi pangan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dalam penyusunan kebijakan.

Perubahan iklim turut meningkatkan kebutuhan akan sistem pertanian yang lebih adaptif. Pergeseran pola musim, risiko kekeringan, dan ketidakpastian curah hujan dapat memengaruhi kalender tanam, ketersediaan air, produktivitas lahan, hingga keberlanjutan pasokan pangan masyarakat.

Kondisi tersebut mempertegas pentingnya penguatan pemanfaatan informasi iklim, penerapan teknologi budidaya yang sesuai dengan kondisi wilayah, pengembangan varietas tanaman yang adaptif, serta peningkatan kapasitas petani dalam menghadapi perubahan lingkungan.

Selain aspek iklim, perspektif gender menjadi perhatian penting dalam pembangunan ketahanan pangan dan gizi. Perempuan memiliki peran dalam produksi dan pengolahan pangan, pengelolaan konsumsi rumah tangga, hingga pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.

Oleh karena itu, kebijakan yang responsif gender perlu memberikan perhatian terhadap kesempatan perempuan dan kelompok rentan dalam mengakses informasi, teknologi, sumber daya produktif, serta berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terkait pangan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program yang lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat secara merata bagi masyarakat.

Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah untuk Memperkuat Ketahanan Pangan NTT

Kolaborasi Universitas Warmadewa, University of Sheffield, dan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana dalam penyelenggaraan FGD ini memperlihatkan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan kebijakan pembangunan daerah.

Kerja sama antara kalangan akademisi dan pemerintah membuka peluang untuk mempertemukan hasil penelitian, pendekatan ilmiah, serta pengalaman teknis di lapangan sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan dan evaluasi program.

Dalam konteks pembangunan pertanian NTT, sinergi tersebut relevan dengan berbagai upaya penguatan sistem pangan daerah, mulai dari peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan perbenihan, pengelolaan lahan dan air, hingga pemanfaatan komoditas pangan lokal.

Potensi komoditas seperti jagung, padi, sorgum, umbi-umbian, kacang-kacangan, serta hasil peternakan dan perikanan perlu terus didukung melalui pengelolaan produksi yang berkelanjutan dan penguatan akses pasar.

Selain meningkatkan produksi, pengembangan sistem pangan juga membutuhkan rantai pasok yang lebih efisien agar hasil pertanian, peternakan, dan perikanan lokal dapat menjangkau masyarakat dengan lebih baik.

Penguatan koordinasi lintas sektor, pemanfaatan data ketahanan pangan, dan pengembangan teknologi pertanian menjadi bagian penting untuk mendukung kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan masing-masing wilayah.

Mendorong Sistem Pangan yang Inklusif dan Berkelanjutan

Partisipasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dalam FGD ini menjadi bagian dari penguatan hubungan kerja antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan mitra pembangunan dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dan gizi.

Pengembangan kebijakan pangan ke depan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga memperhatikan pemerataan akses, kualitas gizi, keberlanjutan sumber daya alam, serta ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim.

Melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan yang berkelanjutan, diharapkan perencanaan serta pelaksanaan program ketahanan pangan dan gizi di NTT semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sinergi pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi fondasi penting untuk memperkuat potensi pangan lokal, meningkatkan kesejahteraan petani, serta membangun sistem pangan Nusa Tenggara Timur yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Post navigation

Previous Previous
Bupati Yosef Lede Bersama DPRD, Serahkan Bantuan Alsintan dan Benih, Dorong Peningkatan Produktivitas Petani Kabupaten kupang
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search