Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

El Nino Ancam Produksi Pertanian NTT, Petani Diminta Atur Waktu Tanam

October 22, 2026October 22, 2026 Artikel
El Nino Ancam Produksi Pertanian NTT, Petani Diminta Atur Waktu Tanam

Fenomena El Nino yang semakin kuat menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi kemarau berkepanjangan dan keterlambatan datangnya musim hujan berpotensi memengaruhi hasil produksi petani, terutama pada komoditas padi sawah. Kepala Unit Perlindungan Tanaman Pangan, Pertanian dan Perkebunan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Gabriel Gara Beni, SP, dalam Dialog Kupang Menyapa di Pro 1 RRI Kupang menegaskan bahwa dampak El Nino terhadap produksi pertanian perlu diantisipasi melalui pengaturan waktu tanam dan pendampingan kepada petani.

Gabriel mengatakan, pemerintah melalui Dinas Pertanian terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi iklim. Informasi tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah antisipasi menghadapi musim tanam Oktober hingga Maret (Okmar). Ia mengingatkan bahwa musim hujan yang datang terlambat dan berakhir lebih cepat dapat meningkatkan risiko kekeringan apabila petani terburu-buru menanam saat hujan baru turun. “Hujannya terlambat, tetapi perginya juga terlalu cepat,” ungkap Gabriel saat membahas ancaman El Nino terhadap pertanian NTT.

Menurut Gabriel, dampak kekeringan mulai terlihat pada lahan persawahan. Berdasarkan laporan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), sekitar 800 hektare lahan padi sawah telah mengalami kekeringan, dengan lebih dari 40 hektare di antaranya dilaporkan mengalami puso atau gagal panen. Ia menjelaskan bahwa angka tersebut masih berdasarkan laporan petugas di lapangan sehingga kemungkinan terdapat lahan terdampak lain yang belum tercatat. Kondisi ini menjadi perhatian karena kekeringan berpotensi meluas, terutama apabila musim hujan tidak berlangsung sesuai perkiraan.

Meski demikian, Gabriel menyebut ketahanan pangan NTT hingga periode pelaporan tersebut masih relatif terjaga. Produksi padi pada 2025 tercatat lebih dari 900 ribu ton gabah kering giling, sedangkan target produksi pada 2026 ditetapkan mencapai 1,1 juta ton. Hingga Oktober 2026, produksi dilaporkan telah mencapai sekitar 700 ribu ton. Namun, ia mengakui bahwa musim tanam Okmar berpotensi menghadapi tekanan akibat kekeringan, yang juga dapat memengaruhi jadwal tanam berikutnya pada periode April hingga September. Karena itu, pencapaian target produksi tetap membutuhkan upaya antisipasi dan kerja sama seluruh pihak terkait.

Untuk meminimalkan dampak tersebut, Gabriel mengimbau petani agar tidak langsung melakukan penanaman ketika hujan pertama turun. Petani perlu memastikan ketersediaan air cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman serta memilih varietas yang lebih tahan terhadap kekeringan. Pada lahan yang mengalami keterbatasan air, ia menyarankan agar petani mempertimbangkan tanaman hortikultura atau kacang-kacangan sebagai alternatif pengganti padi. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi risiko gagal tanam dan gagal panen sekaligus menjaga keberlanjutan usaha pertanian masyarakat.

Dinas Pertanian juga menyiapkan sejumlah langkah pendukung, antara lain pengolahan lahan menggunakan Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), pendampingan oleh penyuluh dan petugas POPT, serta kesiapan sarana pengendalian hama dan penyakit tanaman. Gabriel menjelaskan bahwa kekeringan dapat memicu munculnya gangguan pada tanaman sehingga petani perlu melakukan pemantauan secara berkala. Selain itu, bantuan pompa air dan irigasi perpipaan dapat dimanfaatkan untuk menyelamatkan lahan pertanian yang mengalami kekurangan air, khususnya di wilayah yang masih memiliki sumber air. Petani yang membutuhkan bantuan pompa air diimbau berkoordinasi dengan Dinas Pertanian kabupaten atau provinsi agar kebutuhan di lapangan dapat ditindaklanjuti.

Gabriel menegaskan bahwa petani tidak boleh menyerah menghadapi ancaman El Nino. Ia mengajak petani memanfaatkan informasi iklim dari BMKG, berkoordinasi dengan petugas pendamping, menggunakan air secara bijak, serta mengembangkan kembali komoditas pangan lokal yang adaptif terhadap kondisi lingkungan NTT. Ia juga mendorong pembuatan penampungan air sederhana agar air hujan yang turun nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan pertanian. Melalui langkah antisipasi tersebut, Gabriel berharap dampak El Nino terhadap produksi pertanian dapat ditekan sehingga target produksi dan ketahanan pangan NTT tetap terjaga.

Post navigation

Previous Previous
Pemanfaatan Pekarangan Diharapkan Tekan Pengeluaran Keluarga NTT
NextContinue
Pengamatan Tanaman Padi di Sumba Timur, Pantau Kondisi Pertanaman Kelompok Tani Agape dan Petanil
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search