Bupati Sumba Timur Buka Dialog Bersama Perempuan Tani Bahas Ketahanan Air & Pangan

Perempuan adat bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, melainkan aktor utama yang menjaga tegaknya ketahanan pangan dan ketersediaan air di rumah dan di ladang. Suara mereka yang selama ini sering tersisih, kini berdiri tegak di ruang dialog resmi, menyuarakan pengalaman nyata yang menjadi dasar bagi kebijakan daerah yang lebih berpihak pada masyarakat akar rumput.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, ST., MT., secara resmi membuka Dialog Pemangku Kepentingan yang mempertemukan kelompok tani perempuan dari lima desa dengan jajaran pemerintah daerah dan Organisasi Perangkat Daerah terkait. Kegiatan berlangsung di Hotel Tanto, Kota Waingapu, pada Selasa (20/10/2026), dan menjadi bagian penting dari penelitian kolaborasi lintas negara.
Inisiatif ini merupakan hasil kerja sama antara Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan University of Huddersfield, Inggris, dengan mengusung tema “Her Voice, Her Action: Memperkuat Implementasi Kebijakan Iklim yang Inklusif bersama Perempuan Adat di Sumba Timur.” Kehadiran akademisi dari dalam dan luar negeri membuktikan bahwa pengalaman perempuan di Sumba Timur memiliki nilai penting bagi kebijakan iklim yang lebih luas.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa peran perempuan tidak boleh dipandang sebelah mata. Di tengah tantangan perubahan iklim yang memengaruhi ketersediaan air dan hasil panen, perempuan berada di garis depan dalam menjaga keberlangsungan hidup keluarga melalui pengelolaan pangan dan sumber daya air yang ada di lingkungannya.
Dialog ini juga menjadi ruang berharga bagi para perempuan tani untuk berbicara langsung mengenai kendala yang mereka hadapi sehari-hari. Mulai dari keterbatasan akses air untuk pertanian dan kebutuhan rumah tangga, tantangan menjaga ketersediaan pangan saat musim sulit, hingga harapan agar program pembangunan lebih disesuaikan dengan kondisi nyata di desa-desa.
Melalui pertukaran pandangan ini, diharapkan terjalin pemahaman yang lebih mendalam antara pemerintah dan masyarakat. Rekomendasi yang lahir dari pengalaman langsung perempuan akan menjadi bahan penting bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan ketahanan air dan pangan yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga lebih inklusif dan tepat sasaran. YL
Sumber : Bupati Sumba Timur Buka Dialog Bersama Perempuan Tani Bahas Ketahanan Air & Pangan – RRI.co.id
