Bantuan 15 Ton Benih Jagung Hibrida Nusa 01 Disalurkan kepada Kelompok Tani di Malaka

MALAKA – Penyaluran bantuan benih jagung hibrida varietas Nusa 01 terus menjangkau kelompok tani di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim tanam Oktober–Desember 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 24 hingga 26 Oktober 2026 ini didukung melalui Bantuan Pemerintah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 pada Satuan Kerja Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Kabupaten Malaka memperoleh alokasi bantuan benih jagung hibrida Nusa 01 sebanyak 15 ton untuk mendukung penanaman pada lahan seluas 1.000 hektare. Bantuan tersebut diarahkan untuk memperkuat kesiapan petani dalam mengembangkan produksi jagung sekaligus mendukung pencapaian swasembada pangan.
Penyaluran dilaksanakan oleh produsen benih CV. Bunga Tani Sejahtera dengan melibatkan jajaran Polres Malaka, Dinas Pertanian Kabupaten Malaka, serta penyuluh pertanian. Kerja sama lintas sektor ini menjadi bagian dari pengawalan bantuan pemerintah agar dapat menjangkau kelompok tani penerima dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan musim tanam.
Penyaluran Benih Menjangkau Kelompok Tani di Weliman dan Sasitamean
Pelaksanaan penyaluran bantuan benih jagung hibrida Nusa 01 dilakukan di sejumlah wilayah Kabupaten Malaka, termasuk Kecamatan Weliman dan Kecamatan Sasitamean.
Pada Senin (26/10/2026), penyaluran berlangsung di Kecamatan Weliman dengan menjangkau Kelompok Tani Laleten III dan Kelompok Tani Laleten IV di Desa Laleten, serta Kelompok Tani Baken Jaya di Desa Haitimuk.
Penyerahan bantuan kepada kelompok tani tersebut turut melibatkan unsur pertanian dan kepolisian sebagai bagian dari pendampingan kegiatan di lapangan. Bantuan benih disiapkan untuk mendukung kebutuhan sarana produksi petani menjelang pelaksanaan penanaman.
Sebelumnya, pada Sabtu (24/10/2026), penyaluran benih jagung hibrida Nusa 01 juga dilaksanakan di Kecamatan Sasitamean. Kegiatan ini menjangkau empat kelompok tani, yakni Kelompok Tani Sinar Kun di Desa Manumutin Silole, Kelompok Tani Setia Kawan di Desa Manlea, Kelompok Tani Bone Jaya di Desa Naibone, serta Kelompok Tani Sinar Wekakoki di Desa Fatuaruin.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Polres Malaka, masing-masing kelompok tani penerima di Kecamatan Sasitamean memperoleh bantuan benih berkisar antara 150 hingga 300 kilogram untuk mendukung penanaman pada lahan sekitar 10 hingga 20 hektare per kelompok.
Kegiatan tersebut turut mendapat pendampingan jajaran Polsek Sasitamean, petugas pertanian, dan kelompok tani penerima. Kehadiran unsur kepolisian merupakan bagian dari pengawalan program sekaligus dukungan terhadap kegiatan pertanian masyarakat.
Penyaluran yang menjangkau beberapa desa ini menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah, produsen benih, penyuluh, kepolisian, dan kelompok tani dalam memastikan bantuan sarana produksi dapat diterima di tingkat lapangan.
Perkuat Kesiapan Musim Tanam dan Swasembada Jagung
Bantuan benih jagung hibrida Nusa 01 merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan produksi tanaman pangan, khususnya jagung yang menjadi komoditas penting dalam pengembangan pertanian di Kabupaten Malaka.
Ketersediaan benih menjelang musim tanam menjadi faktor penting bagi petani untuk merencanakan kegiatan budidaya. Penyaluran yang tepat waktu diharapkan dapat membantu petani mempersiapkan lahan, menentukan jadwal tanam, serta mengoptimalkan penggunaan sarana produksi sesuai kondisi wilayah.
Selain penyediaan benih, keberhasilan pengembangan jagung juga memerlukan penerapan teknik budidaya yang baik, pengelolaan kesuburan tanah, pemupukan berimbang, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan, dan penyesuaian waktu tanam dengan ketersediaan air.
Dalam pelaksanaannya, penyuluh pertanian memiliki peran penting untuk mendampingi petani agar penggunaan benih dan pengelolaan tanaman dilakukan secara tepat. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan peluang keberhasilan pertanaman dan produktivitas jagung.
Program bantuan benih ini juga sejalan dengan langkah Kementerian Pertanian bersama Kepolisian Republik Indonesia dalam memperkuat produksi jagung nasional melalui penyediaan sarana produksi, pendampingan petani, serta kolaborasi pemerintah dan aparat kewilayahan.
Bagi Kabupaten Malaka sebagai salah satu wilayah pengembangan jagung di NTT, dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas produksi pertanian lokal. Peningkatan produksi jagung diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi petani sekaligus memperkuat ketersediaan komoditas pangan dan bahan baku pakan dari dalam daerah.
Penguatan produksi juga perlu didukung dengan pengelolaan pascapanen, akses pasar, dan rantai distribusi yang efisien agar hasil usaha tani memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Melalui penyaluran bantuan benih jagung hibrida Nusa 01 untuk musim tanam Oktober–Desember 2026, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi pertanian yang melibatkan partisipasi aktif kelompok tani dan dukungan lintas sektor.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Polri, penyuluh pertanian, produsen benih, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pengembangan jagung di Kabupaten Malaka serta mendukung terwujudnya sektor pertanian yang lebih produktif, berkelanjutan, dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur.
