Pemprov NTT manfaatkan Tour de EnTeTe untuk gerakan ekonomi

ANTARA/Ho- Humas Pemprov NTT
Kupang (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memanfaatkan ajang Tour de EnTeTe untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui agenda bidang olahraga dan pariwisata dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tujuh etape tour, dalam rangka merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-68 Provinsi NTT.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Malaka, Rabu mengatakan kegiatan tersebut dirancang tidak sekadar menjadi perayaan olahraga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di setiap daerah yang dilintasi peserta.
“Tour de EnTeTe menjadi salah satu upaya menerjemahkan Dasa Cita ketiga, yakni menjadikan pariwisata NTT sebagai penggerak ekonomi lokal. Melalui konsep sport tourism, mobilitas peserta di setiap wilayah diharapkan menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Melki saat membuka Etape I Daratan Timor di Kabupaten Malaka.
Ia meminta seluruh bupati dan wali kota di NTT memfasilitasi keterlibatan UMKM lokal di setiap titik akhir kegiatan agar produk unggulan daerah memperoleh ruang promosi sekaligus peluang pemasaran langsung kepada peserta dan masyarakat.
Produk lokal seperti kuliner khas, kain tenun ikat, dan berbagai kerajinan daerah diharapkan dapat dipasarkan melalui kegiatan tersebut sehingga memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha.
Menurut Melki, pembagian Tour de EnTeTe ke dalam tujuh etape juga merupakan strategi pemerintah provinsi untuk memastikan seluruh wilayah mendapat kesempatan menjadi bagian dari perayaan HUT NTT.
Dengan demikian, kegiatan peringatan hari jadi provinsi tidak hanya terpusat di satu daerah, tetapi dapat menghadirkan aktivitas olahraga, promosi pariwisata, dan perputaran ekonomi di berbagai kabupaten dan kota.
Etape I Daratan Timor berlangsung pada 4-7 November 2026 dengan melintasi sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Malaka, Belu, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang.
Pada hari pertama, kegiatan jalan sehat menempuh jarak sekitar 15 kilometer dari SDK Nurobo, Kabupaten Malaka, menuju Kantor Camat Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.200 peserta yang terdiri atas pelajar, aparatur sipil negara (ASN), komunitas olahraga, dan atlet.
Ketua Panitia Pelaksana Etape I Daratan Timor Stanis Moat mengatakan kegiatan tersebut juga diisi dengan sejumlah aksi sosial dan pelayanan publik untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di sepanjang rute.
Kegiatan itu antara lain mengunjungi rumah tidak layak huni, sekolah, dan tempat ibadah. Panitia juga menghadirkan pojok promosi UMKM, Bank NTT Corner, pemeriksaan kesehatan, pelayanan Samsat Keliling, serta aksi penanaman anakan pohon.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki menyerahkan bantuan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) kepada 10 penerima manfaat, masing-masing lima warga Kabupaten Belu dan lima warga Kabupaten Malaka.
Bupati Malaka Stefanus Bria Seran mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah provinsi terhadap pemerataan kegiatan pembangunan dan promosi potensi daerah.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi NTT atas pelaksanaan kegiatan hari ini. Ini adalah bentuk perhatian dan dukungan bagi seluruh wilayah di NTT,” katanya.
Sumber : antaranews.com
