Panen Entris Mangga Arumanis di BBH Nonbees Dukung Pengembangan Hortikultura NTT

Kupang, 10 Juni 2026 – Panen entris Mangga Arumanis di BBH Nonbees menjadi salah satu kegiatan penting UPTD Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 9 Juni 2026, di Balai Benih Hortikultura Nonbees.
BBH Nonbees berada di bawah UPTD Perbenihan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendukung penyediaan bahan perbanyakan tanaman hortikultura yang bermutu.
Dalam kegiatan hari ini, petugas BBH Nonbees memanen 1.000 entris Mangga Arumanis. Entris tersebut disiapkan untuk kebutuhan Seksi Hortikultura. Selain itu, petugas juga melakukan penyiraman stek akar sukun, panen mata tempel JKS, dan okulasi JKS.
Panen Entris Mangga Arumanis untuk Perbanyakan Tanaman
Panen entris Mangga Arumanis di BBH Nonbees dilakukan sebagai bagian dari upaya perbanyakan tanaman hortikultura. Entris merupakan bahan penting dalam proses penyambungan tanaman. Oleh karena itu, kualitas entris harus diperhatikan dengan baik.
Melalui kegiatan ini, BBH Nonbees terus mendukung penyediaan bahan tanam yang sehat dan produktif. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari pelayanan teknis kepada sektor hortikultura di NTT.
Selain memanen entris, petugas juga memastikan kondisi tanaman tetap terawat. Dengan demikian, tanaman induk dapat terus menghasilkan bahan perbanyakan yang layak digunakan.
Penyiraman Stek Akar Sukun Tetap Dilakukan
Selain panen entris Mangga Arumanis, petugas BBH Nonbees juga melakukan penyiraman stek akar sukun. Penyiraman dilakukan untuk menjaga kelembapan media tanam. Kegiatan ini penting agar pertumbuhan stek dapat berlangsung optimal.
Perawatan stek akar sukun membutuhkan ketelitian. Sebab, tanaman muda sangat membutuhkan kondisi lingkungan yang stabil. Karena itu, penyiraman menjadi bagian penting dari pemeliharaan harian di area pembenihan.
Dengan perawatan yang baik, stek akar sukun diharapkan tumbuh sehat. Selanjutnya, tanaman tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan bibit sukun.
Panen Mata Tempel dan Okulasi JKS
Kegiatan lain yang dilakukan pada hari yang sama adalah panen mata tempel JKS. Mata tempel ini digunakan dalam proses perbanyakan tanaman melalui teknik okulasi.
Okulasi menjadi salah satu metode penting dalam pengembangan tanaman hortikultura. Teknik ini membantu menghasilkan bibit dengan sifat unggul dari tanaman induk. Selain itu, okulasi juga mendukung efisiensi dalam penyediaan bibit bermutu.
Petugas BBH Nonbees juga melakukan okulasi JKS secara langsung di lokasi pembibitan. Kegiatan ini menunjukkan komitmen UPTD Perbenihan dalam menjaga kesinambungan produksi benih dan bibit hortikultura.
BBH Nonbees Perkuat Dukungan untuk Hortikultura NTT
BBH Nonbees memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan hortikultura di Nusa Tenggara Timur. Melalui kegiatan teknis harian, BBH Nonbees membantu menyediakan bahan tanam yang dibutuhkan oleh sektor pertanian.
Kegiatan panen entris Mangga Arumanis di BBH Nonbees juga menunjukkan kesiapan petugas dalam mendukung program perbenihan. Dukungan ini penting untuk meningkatkan ketersediaan bahan tanam unggul di tingkat lapangan.
Selain itu, kegiatan pemeliharaan stek dan okulasi menjadi bagian dari proses pembibitan yang berkelanjutan. Dengan begitu, produksi bibit dapat berjalan lebih terencana dan terarah.
Kesimpulan
Panen entris Mangga Arumanis di BBH Nonbees menjadi langkah nyata dalam mendukung pengembangan hortikultura NTT. Kegiatan ini tidak hanya mencakup panen entris, tetapi juga penyiraman stek akar sukun, panen mata tempel JKS, dan okulasi JKS.
Melalui kegiatan tersebut, UPTD Perbenihan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT terus memperkuat layanan perbenihan. Upaya ini diharapkan mendukung penyediaan bahan tanam hortikultura yang bermutu, sehat, dan berkelanjutan.
