Pemeliharaan Bibit Hortikultura Tingkatkan Kualitas Bibit Unggul di BBH Detubapa

Kupang, 01 Juli 2026 — UPTD Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura BBH Detubapa terus melaksanakan pemeliharaan bibit hortikultura secara berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas bibit unggul yang siap disalurkan kepada masyarakat. Pemeliharaan dilakukan sesuai standar teknis perbenihan tanaman hortikultura. Upaya tersebut mendukung penyediaan benih berkualitas untuk pengembangan sektor pertanian.
Kegiatan diawali dengan pemilihan bibit durian yang telah memenuhi kriteria siap tanam. Setiap bibit diperiksa berdasarkan kondisi pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Bibit yang memenuhi persyaratan dipisahkan untuk tahap pemeliharaan berikutnya. Seleksi yang cermat membantu memastikan kualitas bibit sebelum didistribusikan.
Petugas juga melakukan penggantian polibag durian yang mengalami kerusakan. Polibag baru memberikan ruang tumbuh yang lebih baik bagi perakaran tanaman. Penggantian dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak sistem akar bibit. Langkah tersebut membantu menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal.
Selain pemeliharaan, petugas melaksanakan okulasi pada tanaman jeruk menggunakan teknik yang sesuai. Okulasi bertujuan menghasilkan bibit dengan sifat unggul dari tanaman induk. Proses tersebut dilakukan secara teliti untuk meningkatkan keberhasilan penyatuan mata tunas. Bibit hasil okulasi diharapkan memiliki pertumbuhan yang lebih baik dan produktif.
Kegiatan juga mencakup evaluasi kerja lapangan siswa yang mengikuti praktik di BBH Detubapa. Evaluasi dilakukan untuk mengukur pemahaman dan keterampilan peserta selama kegiatan berlangsung. Pembinaan diberikan sebagai bekal meningkatkan kemampuan teknis di bidang perbenihan hortikultura. Pendampingan tersebut mendorong terciptanya sumber daya manusia yang kompeten dan profesional.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, BBH Detubapa terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan perbenihan hortikultura. Ketersediaan bibit unggul diharapkan mendukung peningkatan produktivitas pertanian di daerah. Sinergi antara pemeliharaan bibit, pengembangan tanaman, dan pembinaan peserta praktik menjadi langkah nyata mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
