Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Panen Raya Jagung Sumba Barat Daya Perkuat Ketahanan Pangan NTT

July 3, 2026July 3, 2026 Artikel
Panen Raya Jagung Sumba Barat Daya Perkuat Ketahanan Pangan NTT

SUMBA BARAT DAYA – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri Panen Raya Jagung Sumba Barat Daya. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampung Ikit, Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, Jumat, 3 Juli 2026.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Joaz Bily Oemboe Wanda, turut mendampingi Gubernur. Ia hadir bersama jajaran pemerintah dalam kegiatan tersebut. Panen raya ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat produksi pertanian. Kegiatan ini juga mendukung swasembada pangan.

Turut hadir Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus Alpawan Rangga Kaka. Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Yohanes Abrianto Kore, juga hadir. Hadir pula Camat Kodi Utara, Kepala Desa Hameli Ate, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan masyarakat setempat.

Panen dilakukan pada lahan seluas dua hektare. Lahan tersebut menjadi bagian dari hamparan pertanian sekitar 600 hektare. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah kepada para petani. Apresiasi diberikan atas kerja keras mereka selama musim tanam.

Jagung Lamuru Sesuai untuk Lahan Kering

Jagung yang dipanen merupakan varietas komposit Lamuru. Varietas tersebut dikembangkan untuk wilayah lahan kering. Varietas ini dinilai sesuai dengan kondisi pertanian di Nusa Tenggara Timur.

Jagung Lamuru memiliki masa tanam yang relatif singkat. Varietas ini juga mampu beradaptasi dengan kondisi ketersediaan air yang terbatas. Jagung Lamuru menghasilkan biji berkualitas. Keunggulan tersebut dapat mendukung peningkatan produksi jagung di daerah beriklim kering.

Pemanfaatan varietas yang sesuai dengan kondisi lahan menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas. Selain benih, keberhasilan budi daya membutuhkan dukungan pupuk, air, alat pertanian, dan pendampingan penyuluh.

Petani Menjadi Penopang Ketahanan Pangan

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur NTT menegaskan bahwa petani memiliki peran penting. Mereka berperan dalam menyediakan pangan bagi masyarakat.

“Kalau tidak ada petani, kita mau makan dari mana?”

Menurut Gubernur, hamparan jagung di Kampung Ikit tidak hanya menunjukkan hasil pertanian. Di balik hasil panen tersebut terdapat harapan dan kerja keras. Terdapat pula masa depan NTT yang tumbuh dari tangan para petani.

Gubernur juga menilai profesi petani sebagai pekerjaan yang mulia. Karena itu, petani perlu memperoleh perhatian dan dukungan yang memadai. Dukungan tersebut diperlukan agar petani terus mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan.

Panen raya tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Kegiatan ini juga menggambarkan keberhasilan petani dalam mengelola lahan. Panen raya sekaligus menunjukkan upaya petani menjaga ketersediaan pangan daerah.

Sumba Barat Daya Menjadi Sentra Produksi Jagung

Kabupaten Sumba Barat Daya merupakan salah satu sentra produksi jagung terbesar di Nusa Tenggara Timur. Luas tanam jagung di kabupaten tersebut mencapai 36.393 hektare.

Data tersebut mencakup Musim Tanam I pada Oktober 2025 hingga Maret 2026. Data juga mencakup Musim Tanam II pada April hingga Juni 2026. Dari keseluruhan luas tanam tersebut, sekitar 8.260 hektare berada di Kecamatan Kodi Utara.

Besarnya luas tanam menunjukkan peran strategis Sumba Barat Daya dalam mendukung produksi jagung NTT. Kecamatan Kodi Utara juga memberikan kontribusi penting. Kecamatan tersebut memiliki kawasan pertanian jagung yang luas.

Gubernur meminta agar produktivitas yang telah dicapai terus dijaga dan ditingkatkan. Peningkatan produksi perlu diikuti dengan perbaikan sarana produksi. Perbaikan juga diperlukan dalam penanganan pascapanen dan akses pemasaran.

Pemerintah Menindaklanjuti Kebutuhan Petani

Pada kesempatan tersebut, Gubernur berdialog dengan para petani mengenai berbagai kendala yang mereka hadapi. Petani menyampaikan kebutuhan pupuk bersubsidi, benih unggul, sarana pengairan, dan alat pascapanen.

Mesin pengering dan mesin perontok jagung menjadi kebutuhan penting. Peralatan tersebut diperlukan untuk mempercepat proses pascapanen. Peralatan juga dibutuhkan untuk menjaga mutu hasil produksi. Kebutuhan itu semakin penting ketika masa panen berlangsung bersamaan dengan curah hujan tinggi.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT akan mendorong koordinasi dengan perangkat daerah dan lembaga terkait. Kebutuhan irigasi dan ketersediaan air akan dikoordinasikan bersama Dinas PUPR Provinsi NTT. Koordinasi juga akan dilakukan bersama Balai Wilayah Sungai.

Sementara itu, akses terhadap benih unggul akan diperkuat melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan pihak swasta. Pemerintah Provinsi NTT juga akan memperjuangkan penambahan kuota pupuk. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian, Komisi IV DPR RI, dan PT Pupuk Indonesia.

“Produksi tidak mungkin meningkat kalau kebutuhan dasar petani belum terpenuhi,” tegas Gubernur.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan petani secara bertahap. Dengan dukungan sarana produksi yang memadai, petani dapat meningkatkan hasil panen. Dukungan tersebut juga membantu menjaga kualitas jagung yang dihasilkan.

Membuka Pasar bagi Hasil Pertanian Lokal

Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kepastian pasar. Hasil pertanian yang meningkat perlu didukung oleh sistem pemasaran. Sistem tersebut harus mampu memberikan manfaat ekonomi kepada petani.

Gubernur berharap keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dapat menjadi pasar baru bagi produk pertanian lokal. Satuan tersebut juga dikenal sebagai dapur Program Makan Bergizi Gratis di Sumba Barat Daya.

Pemenuhan kebutuhan bahan pangan dari hasil produksi masyarakat setempat akan memperpendek rantai distribusi. Langkah tersebut dapat menjaga agar manfaat ekonomi berputar. Manfaat tersebut juga dapat dirasakan langsung oleh petani di Sumba Barat Daya.

Peluang pasar tersebut perlu didukung dengan kualitas, kontinuitas, dan jumlah produksi yang memadai. Oleh sebab itu, penguatan kegiatan budi daya dan pascapanen harus dilakukan secara bersamaan.

Penyuluh Terus Mendampingi Petani

Penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam membantu petani menerapkan teknologi budi daya yang sesuai. Pendampingan juga diperlukan untuk mengatasi persoalan teknis selama proses penanaman hingga pascapanen.

Gubernur mendorong para penyuluh agar terus hadir bersama petani. Penyuluh diharapkan membantu penerapan inovasi dan penggunaan benih yang tepat. Mereka juga membantu pemupukan, pengendalian hama, dan pengelolaan hasil panen.

Kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, kelompok tani, dan masyarakat menjadi dasar penting dalam meningkatkan produktivitas. Kolaborasi tersebut juga diperlukan untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Panen Raya Jagung Sumba Barat Daya menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam membangun sektor pertanian. Pembangunan tidak hanya diarahkan pada peningkatan luas tanam dan hasil produksi. Pembangunan juga diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar petani.

Pemerintah akan terus memperjuangkan ketersediaan pupuk, benih berkualitas, air, alat pertanian, sarana pascapanen, dan akses pasar. Sebab, NTT yang kuat dimulai dari petani yang produktif dan sejahtera.

Post navigation

Previous Previous
Pemeliharaan Bibit Hortikultura Tingkatkan Kualitas Bibit Unggul di BBH Detubapa
NextContinue
Peringatan Dini Cuaca NTT 06-08 Juli 2026: Tidak Ada Potensi Hujan Sedang hingga Ekstrem
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search