Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Panen Cengkeh di Kebun Dinas Roe Hasilkan 7,5 Kilogram Cengkeh Basah

July 13, 2026July 13, 2026 Artikel
Panen Cengkeh di Kebun Dinas Roe Hasilkan 7,5 Kilogram Cengkeh Basah

Panen cengkeh di Kebun Dinas Roe dilaksanakan pada 9 Juli 2026. Kegiatan meliputi pemanenan, pemisahan tangkai, dan penjemuran hasil panen. Dari kegiatan tersebut, diperoleh 7,5 kilogram cengkeh basah.

Kegiatan dilaksanakan oleh UPTD Perbenihan, Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan. Unit tersebut berada di bawah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pelaksanaan kegiatan menjadi bagian dari pengelolaan rutin tanaman perkebunan di Kebun Dinas Roe.

Rangkaian Panen Cengkeh di Kebun Dinas Roe

Kegiatan diawali dengan mengangkut tangga menuju pohon cengkeh yang siap dipanen. Tangga digunakan untuk menjangkau bagian tajuk tanaman yang cukup tinggi. Penempatannya harus stabil agar kegiatan panen berlangsung aman.

Petugas kemudian memetik cengkeh yang telah mencapai tingkat kematangan panen. Pada praktik budidaya, bagian ekonomis yang dipanen adalah bunga cengkeh sebelum mekar penuh. Ketepatan waktu panen membantu mempertahankan warna, aroma, dan mutu hasil.

Cengkeh memiliki nama ilmiah Syzygium aromaticum dan termasuk keluarga Myrtaceae. Tanaman ini dikenal sebagai salah satu komoditas perkebunan penghasil minyak atsiri. Nurdjannah (2004) menjelaskan bahwa bunga cengkeh memiliki nilai penting bagi berbagai kebutuhan industri.

Pemisahan Bunga Cengkeh dan Tangkainya

Hasil petikan dikumpulkan pada tempat yang bersih sebelum memasuki tahapan berikutnya. Petugas kemudian memisahkan bunga cengkeh dari tangkainya secara manual. Proses ini membutuhkan ketelitian agar bunga tidak rusak.

Pemisahan tangkai membantu menghasilkan bahan yang lebih seragam sebelum pengeringan. Bahan yang seragam akan lebih mudah ditata selama penjemuran. Kondisi tersebut juga mendukung proses pengeringan yang lebih merata.

Berat basah cengkeh yang diperoleh mencapai 7,5 kilogram. Berat basah merupakan bobot bahan sebelum kandungan airnya dikurangi melalui pengeringan. Bobot tersebut akan menurun setelah cengkeh selesai dijemur.

Penjemuran sebagai Tahapan Penting Pascapanen

Setelah dipisahkan dari tangkainya, cengkeh dijemur pada area yang menerima sinar matahari. Bunga cengkeh disebarkan secara merata pada permukaan penjemuran. Lapisan yang terlalu tebal dapat memperlambat proses pelepasan air.

Pengeringan bertujuan mengurangi kadar air dalam bahan hasil panen. Kadar air yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko pertumbuhan jamur. Kondisi tersebut juga dapat menurunkan mutu fisik dan aroma cengkeh.

Selama penjemuran, cengkeh perlu dibalik secara berkala. Langkah tersebut membantu setiap bagian menerima panas secara lebih merata. Area penjemuran juga perlu dijaga agar tetap bersih dan terlindung dari kontaminasi.

Menjaga Aroma dan Kandungan Minyak Atsiri

Mutu cengkeh tidak hanya ditentukan oleh jumlah hasil panen. Teknik pemetikan dan penanganan pascapanen juga memiliki pengaruh besar. Kesalahan pada tahapan tersebut dapat mengurangi nilai ekonomi produk.

Bunga cengkeh mengandung minyak atsiri dengan eugenol sebagai salah satu komponen utamanya. Eugenol memberikan aroma khas pada cengkeh. Senyawa tersebut juga banyak dimanfaatkan dalam industri pangan, farmasi, dan produk aromatik.

Towaha (2012) menjelaskan bahwa eugenol memiliki nilai pemanfaatan yang luas. Oleh karena itu, mutu bahan perlu dipertahankan sejak panen. Pengeringan yang tepat membantu menjaga kualitas cengkeh sebelum penyimpanan atau pengolahan.

Kebun Dinas sebagai Sarana Produksi dan Edukasi

Panen cengkeh di Kebun Dinas Roe menunjukkan pentingnya pengelolaan tanaman secara berkelanjutan. Setiap tahapan produksi harus dilaksanakan dengan tertib. Pengelolaan tersebut mencakup pemeliharaan, pemanenan, dan penanganan hasil.

Kegiatan lapangan juga memiliki nilai edukasi bagi petugas dan masyarakat. Dokumentasi kegiatan dapat menjadi media pembelajaran mengenai budidaya dan pascapanen cengkeh. Pengetahuan tersebut penting untuk meningkatkan mutu komoditas perkebunan.

Kebun dinas tidak hanya berfungsi sebagai lokasi produksi. Kebun juga dapat mendukung pembelajaran, demonstrasi teknologi, dan pengembangan tanaman perkebunan. Fungsi tersebut perlu diperkuat melalui pengelolaan yang konsisten.

Kesimpulan

Kegiatan pada 9 Juli 2026 menghasilkan 7,5 kilogram cengkeh basah. Seluruh tahapan dilakukan mulai dari pemanenan hingga penjemuran. Proses tersebut memperlihatkan hubungan antara teknik panen dan mutu hasil.

Panen cengkeh di Kebun Dinas Roe juga memperkuat fungsi kebun sebagai sarana produksi dan edukasi. Pengelolaan yang baik mendukung hasil cengkeh yang bersih, bermutu, dan bernilai ekonomi.

Post navigation

Previous Previous
OPLA Non Rawa 2025 Tingkatkan Indeks Pertanaman Padi di Kabupaten Sumba Barat Daya
NextContinue
Panen Raya dan Penanaman Cabai Lokal di Desa Mio, Wujud Komitmen Mewujudkan Ketahanan Pangan
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search