NTP Naik, Mentan Pastikan Hasil Produksi Petani Punya Nilai Ekonomi Lebih Baik

Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI) Andi Amran Sulaiman, menilai naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 0,15 persen disebabkan karena berbagai langkah percepatan yang telah dilakukan.
Percepatan yang sudah dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) di antaranya, meningkatkan luas tanam, optimasi lahan, rehabilitasi dan normalisasi irigasi, penyediaan benih unggul.
Lalu, pemberian bantuan alat dan mesin pertanian, hingga penguatan pendampingan petani di berbagai daerah sentra produksi. Selama ini, Kementan berusaha agar hasil produksi para petani bisa memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Kita ingin petani semakin sejahtera. Sehingga pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menjamin hasil produksi memiliki nilai ekonomi yang lebih baik,” ucap Amran dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Senin (3/8/2026).
Mentan yakin apabila produktivitas tinggi dan harga membaik, maka kesejahteran para petani juga meningkat.
Untuk membuat petani terus sejahtera, Kementan akan menggencarkan berbagai program strategi untuk meningkatkan produktivitas, menjaga efisiensi biaya usaha tani, memperluas penyerapan hasil panen, serta memperkuat stabilitas harga komoditas pertanian.
Dengan upaya-upaya itu diharapkan, kesejahteraan petani di berbagai wilayah Indonesia bisa terjaga sekaligus memperkokoh ketahanan pangan nasional.
Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat NTP mencapai 127,84 pada Juli 2026.
NTP yang meningkat hingga 0,15 persen itu menunjukkan bahwa penurunan biaya yang dikeluarkan petani lebih besar, dibandingkan penurunan harga hasil pertanian.
Sumber : NTP Naik, Mentan Pastikan Hasil Produksi Petani Punya Nilai Ekonomi Lebih Baik
