Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

NTP Naik, Mentan Pastikan Hasil Produksi Petani Punya Nilai Ekonomi Lebih Baik

August 3, 2026August 4, 2026 Artikel
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.(DOK. Humas Kementan)

Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI) Andi Amran Sulaiman, menilai naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 0,15 persen disebabkan karena berbagai langkah percepatan yang telah dilakukan.

Percepatan yang sudah dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) di antaranya, meningkatkan luas tanam, optimasi lahan, rehabilitasi dan normalisasi irigasi, penyediaan benih unggul.

Lalu, pemberian bantuan alat dan mesin pertanian, hingga penguatan pendampingan petani di berbagai daerah sentra produksi. Selama ini, Kementan berusaha agar hasil produksi para petani bisa memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Kita ingin petani semakin sejahtera. Sehingga pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menjamin hasil produksi memiliki nilai ekonomi yang lebih baik,” ucap Amran dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kompas.com, Senin (3/8/2026).

Mentan yakin apabila produktivitas tinggi dan harga membaik, maka kesejahteran para petani juga meningkat.


Untuk membuat petani terus sejahtera, Kementan akan menggencarkan berbagai program strategi untuk meningkatkan produktivitas, menjaga efisiensi biaya usaha tani, memperluas penyerapan hasil panen, serta memperkuat stabilitas harga komoditas pertanian.

Dengan upaya-upaya itu diharapkan, kesejahteraan petani di berbagai wilayah Indonesia bisa terjaga sekaligus memperkokoh ketahanan pangan nasional.

Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat NTP mencapai 127,84 pada Juli 2026.

NTP yang meningkat hingga 0,15 persen itu menunjukkan bahwa penurunan biaya yang dikeluarkan petani lebih besar, dibandingkan penurunan harga hasil pertanian.

Sumber : NTP Naik, Mentan Pastikan Hasil Produksi Petani Punya Nilai Ekonomi Lebih Baik

Post navigation

Previous Previous
Distankp NTT Gelar Pelatihan Budidaya dan Pascapanen Perkebunan di TTS dan TTU
NextContinue
Normalisasi Saluran Sekunder DI Bena Dipercepat, Dukung Persiapan Musim Tanam II di TTS
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search