Monev Pembibitan Kopi Robusta dan Arabika Siap Salur di Manggarai Timur

Monev Pembibitan Kopi NTT dilaksanakan di Rana Loba, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Kegiatan ini meninjau kesiapan bibit kopi Robusta dan Arabika sebelum disalurkan kepada penerima program. Pelaksanaan monev berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026, di area pembibitan seluas sekitar 2,5 hektare.
Kegiatan tersebut merupakan bagian Program Hilirisasi Perkebunan Kopi Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian. Program ini menggunakan Tahun Anggaran 2025/2026 dan mencakup pengembangan benih kopi Robusta serta Arabika. PT Triwana Lestari Abadi bertanggung jawab melaksanakan produksi, pemeliharaan, dan persiapan bibit pada lokasi tersebut.
Untuk kopi Robusta, kegiatan mencakup produksi benih lanjutan Paket NTT 2 sebanyak 500.000 batang. Tim monev memeriksa pertumbuhan tanaman, kondisi media tanam, pemeliharaan, dan kesiapan bibit untuk proses penyaluran. Pemeriksaan juga memastikan seluruh tahapan produksi memenuhi standar teknis dan ketentuan program pemerintah.
Sementara itu, pembibitan kopi Arabika dilaksanakan melalui Paket NTT 3 dengan jumlah 1.100.000 batang. Tim meninjau proses persiapan, perkembangan benih, kesehatan tanaman, serta keseragaman pertumbuhan bibit di area pembibitan. Seluruh bibit dipersiapkan agar memenuhi kriteria teknis sebelum memasuki tahap siap salur.
Lokasi pembibitan memiliki kapasitas produksi hingga 1.600.000 batang dalam satu kawasan pengembangan. Kapasitas tersebut mendukung penyediaan bibit berkualitas bagi pengembangan perkebunan kopi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Ketersediaan lahan dan fasilitas pembibitan menjadi unsur penting dalam menjaga mutu serta keberlanjutan produksi.
Monitoring dan evaluasi juga berfungsi mengidentifikasi kendala teknis yang dapat memengaruhi kualitas bibit. Tim mencatat kondisi lapangan dan memberikan arahan perbaikan sesuai kebutuhan pelaksanaan program. Langkah tersebut membantu memastikan bibit tumbuh sehat, seragam, dan layak disalurkan kepada petani penerima.
Hasil pemeriksaan menjadi dasar tindak lanjut sebelum proses distribusi bibit dimulai. Melalui kegiatan ini, pemerintah memastikan pelaksanaan pembibitan berjalan sesuai rencana, target, dan standar yang ditetapkan. Program hilirisasi diharapkan memperkuat ketersediaan benih unggul serta mendukung peningkatan produktivitas perkebunan kopi daerah. Monev menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas, kualitas hasil, dan ketepatan pelaksanaan program.
