Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Jagung Hibrida Jadi Andalan Baru NTT, Gubernur Melki Luncurkan Gerakan Peningkatan Produktivitas Petani

August 15, 2026August 15, 2026 Artikel
Jagung Hibrida Jadi Andalan Baru NTT, Gubernur Melki Luncurkan Gerakan Peningkatan Produktivitas Petani

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong percepatan peningkatan produksi jagung melalui pemanfaatan teknologi budidaya jagung hibrida. Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Gebyar Gelar Teknologi Budidaya Jagung Hibrida dan pencanangan Gerakan Masyarakat Peningkatan Produksi Jagung yang digelar di Kabupaten Kupang, Jumat (14/8/2026).

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa jagung memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat NTT. Selain menjadi sumber pangan, komoditas tersebut juga memiliki nilai ekonomi yang terus meningkat seiring berkembangnya kebutuhan industri pakan ternak dan sektor hilir lainnya.

“Jagung bukan sekadar tanaman pangan. Jagung adalah bagian dari sejarah dan identitas masyarakat NTT. Karena itu, peningkatan produktivitas jagung harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, petani, perguruan tinggi, perbankan, hingga dunia usaha,” ujar Melki.

Menurut dia, perkembangan teknologi budidaya dan penggunaan benih unggul hibrida telah membuka peluang besar bagi petani untuk meningkatkan hasil panen. Jika sebelumnya produktivitas jagung di sejumlah wilayah masih berada pada kisaran rendah, kini berbagai varietas unggul mampu menghasilkan panen yang jauh lebih tinggi per hektare.

Dalam kegiatan tersebut, sedikitnya 12 produsen benih jagung menampilkan berbagai varietas unggulan yang memiliki karakteristik dan keunggulan berbeda. Selain menyediakan benih berkualitas, perusahaan-perusahaan tersebut juga memberikan dukungan berupa teknologi budidaya, pendampingan petani, hingga akses pembiayaan.

Melki menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pengembangan jagung di NTT. Dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, lembaga perbankan, Bulog, perguruan tinggi, penyuluh pertanian, dan pelaku usaha harus terus diperkuat agar produktivitas petani meningkat secara berkelanjutan.

“Tujuan utama program ini bukan hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga meningkatkan pendapatan petani. Ketika produksi naik, kesejahteraan petani juga harus ikut meningkat,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mendampingi petani, tidak hanya dalam aspek teknis budidaya, tetapi juga dalam pengelolaan hasil usaha tani. Dengan demikian, peningkatan pendapatan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi keluarga petani dan mengembangkan usaha pertanian yang lebih produktif.

Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Melki, menaruh harapan besar agar gerakan peningkatan produksi jagung mampu menjadi salah satu penggerak kebangkitan ekonomi daerah. Potensi lahan yang luas serta tingginya kebutuhan pasar dinilai menjadi modal kuat bagi NTT untuk berkembang sebagai salah satu sentra produksi jagung nasional.

Melalui penerapan teknologi budidaya modern, penggunaan benih unggul, pemupukan yang tepat, serta pendampingan yang berkelanjutan, pemerintah optimistis produktivitas jagung NTT akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

“Petani harus menjadi pelaku utama yang menikmati manfaat pembangunan sektor pertanian. Karena itu, seluruh pihak harus bekerja bersama memastikan program ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Melki.

Acara tersebut dihadiri jajaran Kementerian Pertanian, kepala dinas pertanian kabupaten/kota se-NTT, pelaku usaha perbenihan, perbankan, penyuluh pertanian, mahasiswa, serta ratusan petani dari berbagai daerah di NTT.(Rjb)

Sumber : Jagung Hibrida Jadi Andalan Baru NTT, Gubernur Melki Luncurkan Gerakan Peningkatan Produktivitas Petani – Patroli C.I.A

Post navigation

Previous Previous
Peningkatan Produksi Jagung NTT Didorong dari BBI Tarus, Gubernur Tekankan Kesejahteraan Petani
NextContinue
Bawang Merah NTT Tembus 20 Ton per Hektar, Kementan Bidik Daerah Ini Jadi Lumbung Jagung Nasional
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search