Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Dari Lahan Kering NTT, Bawang Merah Biji Dibidik Jadi Komoditas Unggulan

August 19, 2026August 20, 2026 Artikel
Kejar Swasembada Bawang Putih, Mentan Amran Perkuat Produksi di NTB

Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat sejumlah langkah dalam rangka mengembalikan swasembada bawang putih.

Salah satu upaya yang dilakukan melalui pengembangan kawasan bawang putih di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan total dukungan mencapai Rp55,65 miliar. Bantuan tersebut diarahkan untuk memperluas areal tanam sekaligus memperkuat sarana produksi petani.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah akan terus memperkuat dukungan pengembangan bawang putih, termasuk memastikan ketersediaan benih bagi petani guna mendukung peningkatan produksi dalam negeri.

“Terima kasih kepada Pak Kapolri dan jajarannya, Kapolda seluruh Indonesia dalam dukungan untuk swasembada bawang putih. Benih kita upaya untuk mendukung produksi, kalau ketersediaan dalam negeri kurang kita upayakan impor,” kata Amran usai menghadiri penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi yang dipusatkan di Sembalun, Lombok Timur, Rabu (19/8).

Dukungan Kementan di Lombok Timur meliputi pengembangan kawasan bawang putih seluas 658 hektare senilai Rp52,64 miliar. Selain itu, Kementan memberikan 15 unit irigasi perpompaan, 9 unit hand traktor, dan 17 unit pompa air. Total dukungan mencapai Rp55,65 miliar.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari penguatan produksi bawang putih nasional di tengah tingginya ketergantungan terhadap impor.

Dalam kegiatan tersebut disebutkan produksi bawang putih dalam negeri saat ini berada di kisaran 39 ribu-40 ribu ton, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun. Ketergantungan impor masih berada di kisaran 90-95 persen.

Penanaman bawang putih serentak yang dipusatkan di Sembalun merupakan bagian dari kegiatan ketahanan pangan Polri dan mencakup potensi lahan sekitar 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 provinsi. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan panen bawang putih dan peresmian gudang ketahanan pangan Polri.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi kerja Amran dan jajaran Kementan dalam mendorong swasembada pangan nasional.

“Alhamdulillah dipimpin Bapak Mentan kita semakin hari bisa terus meningkatkan apa yang diharapkan atau diperintahkan Bapak Presiden Prabowo untuk swasembada,” ujar Sigit.

Ia mengatakan capaian swasembada pada sejumlah komoditas menjadi kebanggaan bersama. Namun, bawang putih masih menjadi tantangan karena produksi dalam negeri masih jauh di bawah kebutuhan nasional. Ia menyebut Indonesia pernah mencapai swasembada bawang putih dan berharap kondisi tersebut dapat kembali diwujudkan.

“Ini menjadi tantangan bagi kita semua apakah kita bisa melaksanakan tugas tersebut,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto juga mengapresiasi kerja keras Amran dan jajaran Kementan dalam meningkatkan produksi pangan nasional. Ia mengatakan capaian tersebut perlu dilanjutkan dengan komoditas lain, termasuk bawang putih, kedelai, dan gula.

“Apresiasi juga kepada Mentan Amran dan jajaran yang bekerja keras sehingga kita bisa swasembada beras, swasembada jagung, swasembada telur, dan lainnya,” ujar Titiek.

Titiek mengingatkan bahwa Indonesia pernah mencapai masa kejayaan bawang putih pada 1994-1995. Saat itu, produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional. Menurutnya, pengalaman tersebut harus menjadi motivasi untuk kembali mengejar swasembada.

“Pertanyaan sederhana kita, kita pernah swasembada, mengapa kita tidak mampu lagi untuk swasembada?” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penanaman bawang putih harus menjadi awal gerakan yang konsisten dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial, dengan tetap memastikan petani memperoleh pendapatan yang layak.

Dengan dukungan pengembangan kawasan, sarana produksi, serta ketersediaan benih, pengembangan bawang putih diharapkan dapat terus diperluas sehingga target swasembada dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan.

Sumber : Kejar Swasembada Bawang Putih, Mentan Amran Perkuat Produksi di NTB

Post navigation

Previous Previous
Jangan Terlalu Cepat Menghakimi Gubernur NTT, Kas Bon yang Dibaca Setengah Kalimat
NextContinue
Kelor Sebagai Penopang: Di Halaman Rumah Ada Gizi dan Peluang Ekonomi
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search