Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Gubernur NTT Berkantor di Flores, Percepat Pemulihan Masyarakat Terdampak Lewotobi dan Perkuat Sektor Pertanian

September 8, 2026September 8, 2026 Artikel
Gubernur NTT Berkantor di Flores, Percepat Pemulihan Masyarakat Terdampak Lewotobi dan Perkuat Sektor Pertanian

Maumere, 08 September 2026 – Gubernur Nusa Tenggara Timur memulai rangkaian kegiatan berkantor di Pulau Flores selama sepekan dengan agenda utama mempercepat penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Kegiatan diawali melalui rapat konsolidasi bersama Wakil Bupati Flores Timur, jajaran Pemerintah Kabupaten Flores Timur, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi NTT di Maumere.

Rapat tersebut membahas langkah koordinasi dan percepatan penanganan dampak bencana, termasuk memastikan proses pemulihan masyarakat berjalan secara terpadu, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga penguatan kembali kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Kehadiran Gubernur NTT bersama jajaran pemerintah daerah di Flores menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada kondisi darurat, tetapi juga pada pemulihan jangka panjang yang memberikan kepastian bagi masyarakat.

Huntap Menjadi Bagian dari Pemulihan Kehidupan Masyarakat

Dalam proses pemulihan pascabencana, pembangunan Hunian Tetap (Huntap) menjadi salah satu langkah penting untuk memberikan tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat terdampak.

Sejak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, sejumlah wilayah di Kabupaten Flores Timur mengalami dampak yang memengaruhi kehidupan masyarakat. Berdasarkan data yang disampaikan dalam agenda pemerintah daerah, sebanyak 2.310 kepala keluarga terdampak, dengan sebagian masyarakat memilih relokasi mandiri dan sebagian lainnya dipersiapkan melalui pembangunan hunian tetap.

Pemerintah mempercepat penyiapan tiga lokasi Huntap, yaitu Kuhe, Todo, dan Walang dengan total luas sekitar 52,98 hektare. Pada tahap awal, pembangunan diarahkan untuk 244 unit rumah di lokasi Kuhe.

Namun, pemulihan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan rumah. Kawasan hunian baru juga membutuhkan dukungan berbagai aspek, seperti akses jalan, air bersih, sanitasi, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, rumah ibadah, serta dukungan terhadap sumber penghidupan masyarakat.

Pendekatan tersebut menjadi penting agar masyarakat tidak hanya berpindah lokasi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk membangun kembali kehidupan yang aman, produktif, dan berkelanjutan.

Antisipasi Risiko dan Penguatan Koordinasi Lintas Sektor

Selain percepatan pembangunan hunian, pemerintah juga memperhatikan berbagai kebutuhan lain yang berkaitan dengan keselamatan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat terdampak.

Menjelang musim hujan, langkah antisipasi terhadap potensi risiko lanjutan seperti banjir dan material ikutan akibat kondisi wilayah terdampak menjadi bagian dari perhatian pemerintah.

Melalui koordinasi lintas sektor, setiap perangkat daerah diarahkan untuk mengambil peran sesuai kewenangan masing-masing. Pendataan kondisi masyarakat, kebutuhan pemulihan, serta kesiapan layanan dasar menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.

Dinas Pertanian NTT Perkuat Pemulihan Sektor Pertanian di Sikka

Sebagai tindak lanjut rapat konsolidasi penanganan bencana Flores, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT bersama Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan melakukan kunjungan ke Dinas Pertanian Kabupaten Sikka.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dalam memastikan pemulihan sektor pertanian berjalan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

Pembahasan diarahkan pada kondisi sektor pertanian, termasuk pemulihan lahan dan dukungan bagi petani terdampak agar aktivitas produksi dapat kembali berjalan secara bertahap.

Sektor pertanian menjadi salah satu perhatian penting dalam pemulihan karena memiliki peran besar terhadap perekonomian masyarakat Flores. Pemulihan sektor ini diharapkan dapat membantu petani kembali produktif sekaligus menjaga keberlanjutan penyediaan pangan lokal.

Pendataan Kondisi Pengungsi Menjadi Dasar Pemulihan

Dalam rangka melihat kondisi masyarakat secara langsung, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT turut mendampingi Gubernur NTT dalam pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Sikka di Posko Pengungsian Kantor BPBD Kabupaten Sikka.

Pertemuan tersebut membahas kondisi pengungsi, pendataan jenis kerusakan, serta langkah pemulihan kehidupan masyarakat pada berbagai sektor.

Informasi dari lapangan menjadi dasar penting dalam memastikan program pemulihan dapat dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi Pemerintah untuk Membangun Kembali Flores

Pemulihan pascabencana Flores membutuhkan kerja bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, perangkat daerah, serta seluruh pihak terkait.

Melalui koordinasi yang berkelanjutan, Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong pemulihan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari tempat tinggal, pelayanan dasar, hingga penguatan ekonomi lokal.

Dukungan terhadap sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan usaha masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kembali ketahanan ekonomi daerah.

Dari Flores, pemerintah terus bekerja memastikan proses pemulihan berjalan nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.

Post navigation

Previous Previous
Kepala Dinas Pertanian NTT Tinjau Penangkar Benih Perkebunan di Sikka, Dorong Kualitas Komoditas Unggulan Petani
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search