BBU Ogy Pindahkan Bibit Padi Inpari 32 ke Lahan Sertifikasi di Bajawa

Ngada – Balai Benih Utama (BBU) Ogy melaksanakan pemindahan bibit padi varietas Inpari 32 menuju lahan sertifikasi di Ubedolumolo, Bajawa, Kabupaten Ngada, Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan pengelolaan pertanaman untuk mendukung produksi benih padi yang bermutu dan dapat dimanfaatkan dalam pengembangan pertanian di daerah.
Proses pemindahan dilakukan dengan mengambil bibit yang telah tumbuh di area persemaian untuk selanjutnya dibawa menuju lahan yang telah disiapkan. Dari kegiatan di lapangan, bibit tampak tumbuh hijau dan seragam serta ditangani secara hati-hati selama proses pemindahan.
Mendukung Proses Produksi Benih Bermutu
Pemindahan bibit menuju lahan sertifikasi merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian produksi benih. Pengelolaan pertanaman pada lahan sertifikasi perlu dilakukan secara terarah sejak tahap awal karena kondisi dan kemurnian pertanaman menjadi bagian yang diperhatikan dalam proses menghasilkan benih bermutu.
Dalam sistem produksi benih padi, proses sertifikasi berperan dalam memberikan jaminan mutu sekaligus menjaga identitas dan kemurnian varietas. Kementerian Pertanian melalui BRMP juga menempatkan teknik produksi dan sertifikasi sebagai bagian penting dalam membangun sistem perbenihan yang mampu menyediakan benih berkualitas secara berkelanjutan. Pemeriksaan pertanaman dalam proses sertifikasi antara lain memperhatikan kemurnian varietas dan kondisi tanaman di lapangan.
Kegiatan yang berlangsung di BBU Ogy tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penyediaan benih tidak hanya berfokus pada hasil akhir. Setiap tahapan, mulai dari persemaian, pemindahan bibit, pengelolaan tanaman hingga proses selanjutnya, perlu dilaksanakan dengan baik agar benih yang dihasilkan memiliki mutu yang terjaga.
Perkuat Ketersediaan Benih untuk Pertanian NTT
Penguatan perbenihan menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan produksi pangan. Ketersediaan benih yang bermutu memberikan pilihan sumber benih yang lebih baik bagi pengembangan pertanaman sekaligus memperkuat fondasi produksi pertanian di daerah.
Melalui aktivitas perbenihan di unit-unit produksi seperti BBU Ogy, kapasitas daerah dalam menyediakan sumber benih terus diperkuat. Upaya ini juga penting untuk mendekatkan sumber benih dengan wilayah pengembangan pertanian sehingga distribusi dapat berlangsung lebih efisien dan kebutuhan petani dapat didukung secara lebih terencana.
Pengelolaan perbenihan yang konsisten, didukung penerapan teknis budidaya dan pengawasan mutu, diharapkan terus memberi manfaat bagi pengembangan tanaman pangan di Kabupaten Ngada maupun wilayah Nusa Tenggara Timur. Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan hasil pertanian lokal dan pembangunan sistem produksi pangan daerah yang semakin tangguh.
