Pastikan Kualitas Benih, UPT PSB NTT Uji Benih Jagung dan Benih Padi

Kupang – UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih (UPT PSB) melalui Seksi Pengujian Mutu Benih melaksanakan rangkaian pengujian mutu sejumlah benih tanaman pangan pada Selasa, 15 September 2026. Kegiatan meliputi penimbangan contoh kirim dan contoh kerja benih jagung Jafran 8 BR, pengujian daya berkecambah benih jagung Jafran 8 BR, serta pengamatan akhir benih padi varietas Ciherang dan Inpari 32.
Rangkaian pengujian tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan benih yang akan digunakan maupun diedarkan telah melalui proses pemeriksaan mutu sesuai tahapan pengujian yang berlaku. Ketelitian sejak penerimaan contoh hingga pengamatan akhir diperlukan agar kondisi mutu benih dapat diketahui secara terukur.
Dari Penimbangan Sampel hingga Uji Daya Berkecambah
Pada tahapan awal, petugas melakukan penimbangan terhadap contoh kirim dan contoh kerja benih jagung Jafran 8 BR. Penyiapan contoh secara tepat menjadi bagian penting dalam pengujian laboratorium karena sampel yang digunakan harus mampu mewakili kelompok benih yang akan diperiksa.
Setelah tahap tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan pengujian daya berkecambah. Pengujian ini digunakan untuk melihat kemampuan benih menghasilkan kecambah normal pada kondisi pengujian yang sesuai.
Pada saat yang sama, Seksi Pengujian Mutu Benih juga melaksanakan pengamatan akhir terhadap benih padi varietas Ciherang dan Inpari 32. Pengamatan akhir merupakan bagian dari rangkaian pemeriksaan untuk melengkapi data hasil pengujian sebelum proses evaluasi mutu benih diselesaikan.
Setiap tahapan dilakukan secara cermat karena kualitas benih tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik benih, tetapi juga kemampuan benih untuk tumbuh dengan baik ketika digunakan dalam kegiatan budidaya.
Mutu Benih Menjadi Fondasi Produksi Pertanian
Pengawasan dan pengujian mutu memiliki peran penting dalam sistem perbenihan. Benih merupakan salah satu input awal dalam proses produksi, sehingga kualitasnya akan ikut menentukan keberhasilan pertanaman di tingkat petani.
Melalui pengujian laboratorium, mutu benih dapat diketahui sebelum benih digunakan atau diedarkan. Langkah ini sekaligus memberikan kepastian bahwa proses penyediaan benih dilakukan melalui tahapan pengendalian mutu yang terukur.
Bagi Nusa Tenggara Timur, penguatan sistem perbenihan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung peningkatan produksi tanaman pangan. Ketersediaan benih bermutu dapat membantu petani memulai musim tanam dengan bahan tanam yang lebih terjamin, sekaligus mendukung efisiensi usaha tani dari tahap awal produksi.
Pengujian juga menjadi bagian dari upaya menjaga rantai penyediaan benih agar benih yang bergerak dari produsen hingga pengguna tetap berada dalam sistem pengawasan. Dengan demikian, penguatan produksi pertanian tidak hanya dilakukan melalui perluasan dan pengelolaan lahan, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sarana produksi yang digunakan.
Melalui pelaksanaan pengujian mutu secara berkelanjutan, UPT PSB mendukung pelayanan perbenihan yang semakin tertib, terukur, dan berorientasi pada perlindungan pengguna benih. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat penyediaan benih bermutu serta menjadi bagian dari pembangunan pertanian NTT yang produktif dan berkelanjutan.
