Uji Mutu Benih Padi Ciherang Kelas BR, Pastikan Kualitas Benih Sesuai Standar

Kupang, 16 September 2026 – UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih (UPT PSB) melalui Seksi Pengujian Mutu Benih melaksanakan rangkaian pengujian mutu benih padi varietas Ciherang kelas BR (Benih Sebar), Rabu (16/9/2026). Pengujian dilakukan melalui sejumlah tahapan laboratorium, mulai dari penyiapan dan penimbangan sampel hingga pengujian kadar air serta daya berkecambah untuk memastikan mutu benih dapat dinilai secara terukur sesuai standar yang berlaku.
Kegiatan diawali dengan penimbangan sampel benih untuk contoh kirim dan contoh kerja. Sampel selanjutnya dibagi menjadi contoh kerja sesuai kebutuhan pengujian. Tahapan penyiapan contoh menjadi bagian penting karena sampel yang digunakan dalam pengujian harus mampu mewakili kondisi kelompok benih yang diperiksa.
Kadar Air dan Daya Berkecambah Jadi Parameter Penting
Setelah contoh kerja disiapkan, petugas melaksanakan pengujian kadar air benih. Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui tingkat kandungan air dalam benih, yang menjadi salah satu parameter penting dalam menilai mutu dan kondisi benih.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengujian daya berkecambah terhadap benih padi Ciherang kelas BR. Pengujian tersebut dilakukan untuk mengetahui kemampuan benih menghasilkan kecambah normal dalam kondisi pengujian yang ditetapkan.
Secara nasional, kadar air dan daya berkecambah termasuk parameter utama dalam layanan pengujian mutu benih. Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Kementerian Pertanian juga mencantumkan pengujian kadar air, kemurnian dan daya tumbuh sebagai bagian dari layanan pengujian mutu benih laboratorium.
Kelas BR merupakan Benih Sebar, yakni salah satu kelas dalam sistem perbenihan padi. Pengujian laboratorium menjadi bagian penting dari rangkaian pengendalian mutu sebelum benih dinyatakan memenuhi persyaratan untuk peruntukannya.
Mendukung Ketersediaan Benih Bermutu bagi Petani
Pengujian yang dilakukan UPT PSB tidak hanya menghasilkan data laboratorium, tetapi juga menjadi bagian dari pelayanan perbenihan untuk menjaga agar benih yang digunakan maupun diedarkan mempunyai mutu yang dapat dipertanggungjawabkan.
Keberadaan benih bermutu menjadi salah satu fondasi dalam usaha tani. Benih yang memiliki mutu fisik dan fisiologis yang baik membantu petani memperoleh pertumbuhan tanaman yang lebih seragam sekaligus menggunakan sarana produksi secara lebih efektif sejak awal budidaya.
Penguatan layanan laboratorium dan pengawasan benih juga semakin relevan sejalan dengan perkembangan standar nasional. Badan Standardisasi Nasional menetapkan SNI 6233:2025 tentang Benih Padi Inbrida pada Desember 2025 sebagai revisi SNI 6233:2015. Standar tersebut menjadi acuan terkait persyaratan mutu, metode uji, pelabelan dan pengemasan benih padi inbrida.
Melalui pengujian yang dilakukan secara rutin dan terukur, UPT PSB Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat dan pelaku perbenihan. Upaya ini menjadi bagian penting dalam membangun sistem produksi pertanian yang dimulai dari input berkualitas, memperkuat penyediaan benih bagi petani, serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Nusa Tenggara Timur.
