Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Antisipasi Bulan Kritis, Mentan Minta BULOG Jaga Stok Jagung 250 Ribu Ton

October 12, 2026October 12, 2026 Artikel
Antisipasi Bulan Kritis, Mentan Minta BULOG Jaga Stok Jagung 250 Ribu Ton

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Perum BULOG menjaga stok jagung 250 ribu ton selama periode September hingga Desember 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi bulan-bulan kritis pasokan jagung sekaligus memastikan ketersediaan bahan baku pakan bagi peternak ayam petelur di Indonesia.

Arahan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama perwakilan peternak, koperasi, dan asosiasi peternakan di Jakarta, Jumat (9/10/2026). Pemerintah menilai penguatan cadangan jagung menjadi langkah penting untuk menghadapi potensi penurunan pasokan dan tekanan harga pakan menjelang akhir tahun.

Jagung merupakan salah satu komponen utama dalam penyusunan pakan unggas. Karena itu, ketersediaan pasokan yang stabil sangat diperlukan untuk menjaga biaya produksi peternakan dan mendukung keberlangsungan usaha peternak rakyat.

BULOG Didorong Perkuat Cadangan dan Penyerapan Jagung

Selain menjaga stok jagung sebanyak 250 ribu ton, pemerintah memperkuat peran BULOG dalam menyerap hasil panen petani, terutama ketika terjadi peningkatan produksi yang berpotensi menyebabkan kelebihan pasokan.

Melalui mekanisme tersebut, hasil panen petani diharapkan tetap memiliki akses pasar, sementara ketersediaan bahan baku pakan bagi peternak dapat dijaga ketika pasokan di pasaran berkurang.

Kementerian Pertanian juga menyiapkan bantuan benih jagung secara gratis untuk pengembangan lahan seluas 20.000 hektare hingga Desember 2026. Bantuan ini diarahkan untuk memperkuat kemitraan antara petani jagung dan koperasi peternak.

Dalam skema yang direncanakan, peternak dapat membina kelompok petani jagung sekaligus menjadi pembeli hasil panen mereka. Apabila produksi melebihi kebutuhan, BULOG disiapkan sebagai pembeli siaga atau offtaker untuk menyerap kelebihan hasil produksi.

Pemerintah turut merencanakan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), dengan bantuan awal sebanyak 20 unit traktor yang dapat ditambah sesuai kebutuhan lapangan.

Penyaluran Jagung SPHP Terus Diperkuat

Pengamanan cadangan jagung juga berjalan seiring dengan pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan yang ditujukan untuk membantu peternak memperoleh bahan baku dengan harga lebih terjangkau.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional, hingga 9 Oktober 2026, realisasi penyaluran jagung SPHP kepada peternak telah mencapai 189.336 ton atau 78,50 persen dari total pagu 241.199 ton.

Penyaluran tersebut telah menjangkau 7.553 peternak melalui 151 koperasi dan asosiasi di berbagai provinsi.

Sementara itu, realisasi penyerapan jagung oleh Perum BULOG mencapai 237.329 ton, dengan kontribusi terbesar berasal dari Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, serta Jawa Timur.

Penguatan distribusi jagung SPHP dan penyerapan produksi dalam negeri diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan peternak dan hasil produksi petani.

Penguatan Rantai Pasok Jagung Relevan bagi NTT

Kebijakan penguatan cadangan jagung nasional juga menjadi perhatian penting bagi daerah penghasil jagung, termasuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebagai salah satu komoditas tanaman pangan yang dikembangkan di NTT, jagung memiliki peran dalam mendukung kebutuhan pangan masyarakat sekaligus berpotensi memperkuat penyediaan bahan baku pakan ternak.

Pengembangan produksi jagung perlu didukung dengan ketersediaan benih bermutu, penerapan teknologi budidaya yang sesuai kondisi wilayah, pemanfaatan alat dan mesin pertanian, serta pengelolaan hasil panen yang lebih efisien.

Selain meningkatkan produktivitas, keterhubungan antara petani, kelompok tani, koperasi, pelaku usaha peternakan, dan lembaga penyerapan hasil pertanian menjadi bagian penting dalam membangun rantai pasok yang lebih kuat.

Dengan sistem pemasaran dan distribusi yang semakin terintegrasi, hasil pertanian lokal diharapkan dapat memperoleh akses pasar yang lebih luas sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan bahan baku pakan secara berkelanjutan.

Melalui koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pangan, dan pelaku usaha, penguatan produksi serta pengelolaan pasokan jagung diharapkan mampu memberikan manfaat bagi petani dan peternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional maupun daerah.

Sumber Artikel:

  1. Waspada.id, 11 Oktober 2026 – Mentan Waspadai Bulan Kritis Pangan, Bulog Diminta Jaga Stok Jagung 250 Ribu Ton
  2. Kementerian Pertanian RI, 9 Oktober 2026 – Mentan Amran Berikan Solusi Permanen ke Peternak Lewat Ekosistem Terintegrasi
  3. Badan Pangan Nasional, 9 Oktober 2026 – Komitmen Amran Bela Peternak, Percepat Penyaluran SPHP Jagung

Post navigation

Previous Previous
NTT Siapkan Pengembangan Jagung untuk Bioetanol di Tiga Kabupaten, Kualin Petakan 100 Hektare Lahan Baru
NextContinue
Monitoring Lahan Oplah di Manggarai Barat, Hamparan Padi Desa Ranggu Tumbuh Menghijau
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search