BBI Tarus Laksanakan Penjemuran dan Pengemasan Benih Jagung, Tata Lingkungan Gudang

KUPANG, 26 Oktober 2026 – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui UPTD Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Seksi Produksi Benih Tanaman Pangan, melaksanakan sejumlah kegiatan operasional di Balai Benih Induk (BBI) Tarus, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Senin (26/10/2026). Kegiatan meliputi penjemuran calon benih jagung, pengemasan benih jagung, serta penanaman bunga di depan gudang benih sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas penanganan hasil produksi sekaligus menata lingkungan kerja.
Rangkaian kegiatan tersebut melibatkan petugas BBI Tarus yang bekerja secara bersama-sama, baik di area penjemuran, ruang pengemasan benih, maupun halaman gudang. Aktivitas ini menjadi bagian dari pengelolaan fasilitas perbenihan yang terus dilaksanakan untuk mendukung kelancaran proses produksi dan penanganan benih tanaman pangan.
Penjemuran dan Pengemasan untuk Menjaga Mutu Benih Jagung
Kegiatan diawali dengan penjemuran calon benih jagung di area terbuka BBI Tarus. Petugas melakukan penataan dan perataan biji jagung yang dihamparkan di atas terpal agar proses pengeringan berlangsung lebih merata.
Penjemuran merupakan salah satu tahapan penting dalam penanganan pascapanen jagung, terutama untuk mengurangi kadar air sebelum calon benih memasuki proses pengolahan dan penyimpanan lebih lanjut. Pengeringan yang tepat diperlukan untuk mengurangi risiko kerusakan selama penyimpanan serta membantu mempertahankan mutu fisik benih.
Selain penjemuran, petugas melaksanakan kegiatan pengemasan benih jagung di dalam gudang. Proses ini mencakup penanganan karung benih dan penutupan kemasan menggunakan peralatan yang tersedia.
Pengemasan menjadi bagian penting dalam pengelolaan hasil perbenihan karena berfungsi melindungi benih dari pengaruh lingkungan selama penanganan dan penyimpanan. Pelaksanaan kegiatan secara tertib juga membantu memudahkan pengelolaan persediaan benih di lingkungan balai.
Aktivitas pascapanen ini melengkapi berbagai kegiatan pengembangan jagung yang sebelumnya berlangsung di BBI Tarus. Pada 7 Oktober 2026, balai tersebut melaksanakan panen jagung hibrida varietas R118 yang dilanjutkan dengan kegiatan pemipilan pada 14 Oktober 2026. Berbagai aktivitas tersebut menunjukkan pentingnya kesinambungan pengelolaan tanaman pangan, mulai dari budidaya hingga penanganan hasil produksi.
Penanaman Bunga Dukung Penataan Lingkungan Gudang Benih
Selain kegiatan yang berkaitan langsung dengan produksi benih, petugas BBI Tarus juga melaksanakan penanaman bunga di area depan gudang benih.
Kegiatan dilakukan melalui penyiapan area tanam, pengolahan tanah secara manual, serta penanaman bunga pada bagian halaman yang telah disiapkan. Sejumlah petugas turut bekerja sama membersihkan dan menata area tersebut agar lebih rapi.
Penataan lingkungan menjadi bagian dari pemeliharaan fasilitas kerja yang tidak kalah penting. Lingkungan gudang yang terawat dapat menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman, mendukung kebersihan kawasan, serta memperbaiki tampilan fasilitas pelayanan perbenihan.
Melalui kegiatan penjemuran, pengemasan, dan pemeliharaan lingkungan yang dilaksanakan secara berkesinambungan, BBI Tarus terus mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana yang tersedia.
Penguatan pengelolaan benih di tingkat daerah memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan sarana produksi pertanian bagi petani. Penanganan pascapanen yang tepat, pengelolaan gudang yang tertib, serta pemanfaatan fasilitas perbenihan secara optimal diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses produksi dan memperkuat sistem penyediaan benih tanaman pangan di NTT.
Keberlanjutan kegiatan operasional di BBI Tarus juga menjadi bagian dari upaya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dalam meningkatkan kualitas pelayanan perbenihan, mendukung pengembangan komoditas pertanian lokal, serta memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pengelolaan sumber daya pertanian yang semakin baik.
