BBU Buisan Perkuat Perbanyakan Benih Padi Melalui Pemeliharaan Terpadu

ROTE NDAO, – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura melaksanakan kegiatan perbanyakan benih padi yang dipadukan dengan pemeliharaan rutin tanaman di Balai Benih Utama (BBU) Buisan, Desa Baadale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini difokuskan pada pengendalian hama dan penyakit tanaman (HPT), pembersihan sampah di area pertanaman, serta pemeliharaan kondisi lahan untuk menjaga kelancaran distribusi air dan mendukung pertumbuhan tanaman padi. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses produksi benih berlangsung secara optimal dan berkelanjutan.
Pemeliharaan Terpadu untuk Menjaga Kualitas Pertanaman
Dalam pelaksanaannya, petugas BBU Buisan melakukan pemeliharaan secara terpadu dengan memperhatikan kondisi tanaman dan lingkungan sekitar lahan produksi benih.
Pengendalian HPT dilakukan untuk meminimalkan risiko gangguan organisme pengganggu yang dapat memengaruhi kesehatan tanaman dan kualitas hasil produksi. Upaya ini sekaligus menjadi langkah pencegahan terhadap potensi kerusakan tanaman selama masa pertumbuhan.
Selain pengendalian HPT, kegiatan juga mencakup pembersihan sampah yang berpotensi menghambat kelancaran aliran air pada areal pertanaman. Kebersihan lingkungan produksi menjadi perhatian karena kondisi saluran dan distribusi air memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan padi.
Melalui pemeliharaan yang dilakukan secara rutin, kondisi pertanaman diharapkan tetap terjaga sehingga proses perbanyakan benih dapat berlangsung sesuai tahapan teknis dan standar operasional yang diterapkan.
Perkuat Ketersediaan Benih Padi Bermutu di NTT
Kegiatan perbanyakan benih padi di BBU Buisan merupakan bagian dari upaya penguatan sistem perbenihan tanaman pangan di Nusa Tenggara Timur. Keberadaan unit produksi benih daerah memiliki peran penting dalam mendukung penyediaan benih yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan pertanian setempat.
Produksi benih yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh proses penanaman dan panen, tetapi juga oleh ketepatan pemeliharaan selama masa pertumbuhan. Pengendalian gangguan tanaman, kebersihan lahan, dan pengelolaan air menjadi faktor yang saling berkaitan dalam menjaga kualitas pertanaman.
Penguatan produksi benih melalui balai benih daerah juga diharapkan dapat membantu mendekatkan sumber benih kepada petani, mendukung efisiensi penyediaan sarana produksi, serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan benih dari luar daerah secara bertahap.
Melalui pemeliharaan berkelanjutan di BBU Buisan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT terus mendorong pengelolaan perbenihan yang lebih efektif, terarah, dan berorientasi pada kualitas. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan sektor pertanian daerah untuk mendukung peningkatan produktivitas tanaman pangan dan ketahanan pangan masyarakat NTT.
