Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Brigade Alsintan Dukung Pengolahan Lahan Cetak Sawah Rakyat di TTS

October 22, 2026October 22, 2026 Artikel
Brigade Alsintan Dukung Pengolahan Lahan Cetak Sawah Rakyat di TTS

TTS – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) terus mendukung pengolahan lahan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di wilayah Bena–Oebelo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Kegiatan ini dilakukan melalui pemanfaatan traktor roda empat (TR4), pemeliharaan peralatan, serta mobilisasi alsintan untuk mempercepat kesiapan lahan pertanian dan mendukung peningkatan produksi pangan daerah.(22/10/2026)

Keterlibatan Brigade Alsintan menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTT dalam mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana pertanian. Dukungan mekanisasi pertanian diharapkan dapat membantu proses pengolahan tanah menjadi lebih efektif, mengurangi hambatan pekerjaan di lapangan, serta mempersiapkan lahan agar dapat dimanfaatkan secara produktif oleh petani.

Traktor Roda Empat Dukung Percepatan Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan di lokasi Cetak Sawah Rakyat Bena–Oebelo dilaksanakan menggunakan traktor roda empat melalui dua tahapan utama, yakni pembajakan dan pengolahan tanah menggunakan implement rotari.

Tahap pembajakan dilakukan untuk membalik dan menggemburkan lapisan tanah, sedangkan penggunaan rotari bertujuan memperhalus struktur tanah sekaligus membantu meratakan kondisi permukaan lahan. Kedua proses tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lahan yang sesuai untuk kegiatan budidaya pertanian.

Penggunaan alsintan dalam pekerjaan ini juga membantu meningkatkan efisiensi tenaga dan waktu pengolahan lahan dibandingkan metode manual. Kehadiran traktor roda empat memungkinkan pekerjaan dilakukan secara lebih terarah, terutama pada areal pengembangan sawah yang membutuhkan dukungan mekanisasi.

Pengolahan lahan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pengembangan Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten TTS. Program ini diarahkan untuk memperluas areal pertanian produktif sekaligus mendukung peningkatan kapasitas produksi pangan di Nusa Tenggara Timur.

Pemeliharaan dan Mobilisasi Alsintan Jadi Perhatian

Selain melaksanakan pengolahan lahan, tim Brigade Alsintan juga melakukan pemeliharaan dan perbaikan berbagai komponen peralatan untuk menjaga kesiapan operasional traktor.

Perbaikan difokuskan pada implement bajak dan rotari yang digunakan dalam pekerjaan pengolahan tanah. Kegiatan pemeliharaan dilakukan secara langsung di lokasi Cetak Sawah Rakyat Kabupaten TTS maupun melalui penanganan teknis di Bengkel Alsintan.

Langkah tersebut penting untuk memastikan peralatan tetap berada dalam kondisi layak operasi, mengurangi potensi gangguan teknis, dan menjaga kelancaran pekerjaan di lapangan.

Brigade Alsintan juga melaksanakan persiapan dan mobilisasi unit traktor roda empat menuju lokasi CSR Bena. Mobilisasi dilakukan sebagai bagian dari pengaturan kesiapan alat agar dukungan pengolahan lahan dapat berlangsung sesuai kebutuhan pekerjaan.

Dalam pengembangan sawah baru, kesiapan peralatan perlu berjalan beriringan dengan kondisi lahan dan ketersediaan sumber air. Sebelumnya, pada September 2026, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT juga melakukan monitoring Cetak Sawah Rakyat di Desa Oebelo, Kecamatan Amanuban Selatan, dengan perhatian pada perkembangan penataan lahan serta kesiapan sumber irigasi.

Keterpaduan antara pengolahan tanah, dukungan alsintan, dan ketersediaan air menjadi faktor penting agar areal sawah yang dikembangkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Optimalisasi Aset Daerah untuk Pelayanan Pertanian dan PAD

Kegiatan Brigade Alsintan tidak hanya diarahkan untuk mendukung percepatan pengolahan lahan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya optimalisasi pemanfaatan aset Pemerintah Provinsi NTT.

Pengelolaan alsintan secara tertib dan profesional memungkinkan peralatan milik pemerintah daerah dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat pertanian.

Selain manfaat langsung bagi kegiatan budidaya, pemanfaatan aset alsintan juga memiliki potensi untuk mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD), sepanjang dilaksanakan melalui mekanisme pelayanan dan ketentuan yang berlaku.

Dengan pengelolaan yang tepat, Brigade Alsintan diharapkan mampu menjalankan dua fungsi yang saling mendukung, yakni menyediakan pelayanan mekanisasi pertanian sekaligus meningkatkan nilai manfaat ekonomi aset daerah.

Bagi petani, tersedianya dukungan alat dan mesin pertanian dapat membantu mempercepat persiapan lahan, meningkatkan efisiensi pekerjaan, serta mendukung ketepatan waktu pelaksanaan kegiatan budidaya.

Upaya ini sejalan dengan arah pembangunan pertanian NTT yang menekankan pemanfaatan teknologi, peningkatan produktivitas lahan, penguatan produksi pangan lokal, serta pengelolaan sumber daya daerah secara efisien dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan pengolahan lahan Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT terus mendorong pemanfaatan teknologi pertanian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dukungan Brigade Alsintan, pengelolaan aset pemerintah daerah, serta koordinasi berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat kesiapan lahan produksi, meningkatkan pelayanan pertanian, dan mendukung ketahanan pangan serta perekonomian Nusa Tenggara Timur secara berkelanjutan.

Post navigation

Previous Previous
Pengamatan Tanaman Padi di Sumba Timur, Pantau Kondisi Pertanaman Kelompok Tani Agape dan Petanil
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search