Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Brigade Alsintan NTT Olah Lahan CSR di Tuafanu, Perbaiki Bajak di Toineke

October 29, 2026October 29, 2026 Artikel
Pengolahan lahan Cetak Sawah Rakyat menggunakan alat mesin pertanian di Desa Tuafanu, Kabupaten Timor Tengah Selatan

TIMOR TENGAH SELATAN – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) melanjutkan kegiatan pengolahan lahan pada program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Rabu (28/10/2026). Kegiatan meliputi pembajakan dan pengolahan tanah menggunakan rotari di Desa Tuafanu, Kecamatan Kualin, serta perbaikan implement bajak ekor parit di lokasi CSR Toineke untuk mendukung kelancaran operasional alat dan persiapan lahan pertanian.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian dalam mendukung pengembangan areal sawah baru. Penggunaan alsintan diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan tanah sekaligus meningkatkan efisiensi pekerjaan di lapangan.

Pembajakan dan Rotari Dukung Persiapan Lahan Sawah

Di lokasi CSR Tuafanu, kegiatan pengolahan lahan dilaksanakan melalui tahapan pembajakan dan penggunaan rotari. Pembajakan bertujuan membalik serta menggemburkan tanah, sedangkan pengolahan menggunakan rotari membantu memperhalus struktur tanah agar lebih siap untuk tahapan budidaya berikutnya.

Pemanfaatan alsintan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan lahan pertanian, terutama pada hamparan yang membutuhkan penanganan mekanis. Proses pengolahan tanah yang terencana diharapkan dapat mendukung kesiapan lahan sebelum dimanfaatkan untuk kegiatan penanaman.

Selain mempercepat pekerjaan, penggunaan mekanisasi pertanian juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pemanfaatan tenaga kerja dan sarana produksi. Dengan dukungan peralatan yang memadai, proses persiapan lahan dapat dilaksanakan secara lebih efisien sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Perbaikan Bajak Ekor Parit Jaga Kesiapan Alsintan

Sementara itu, di lokasi CSR Toineke, tim melaksanakan perbaikan implement bajak ekor parit sebagai bagian dari pemeliharaan peralatan pengolahan tanah.

Perbaikan tersebut dilakukan untuk mendukung kesiapan operasional alsintan sehingga pekerjaan di lapangan tidak terkendala oleh gangguan teknis pada peralatan. Pemeliharaan dan penanganan komponen alat menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan kegiatan pengolahan lahan.

Kesiapan alat dan mesin pertanian perlu mendapat perhatian seiring dengan pelaksanaan pekerjaan Cetak Sawah Rakyat di berbagai lokasi. Kondisi peralatan yang terjaga diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan sekaligus mengurangi risiko terhambatnya pekerjaan akibat kerusakan teknis.

Program Cetak Sawah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperluas areal pertanian produktif untuk mendukung peningkatan produksi pangan. Pelaksanaannya memerlukan dukungan pengolahan lahan, ketersediaan sarana pertanian, serta pengelolaan sumber daya air agar lahan yang dikembangkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan pengolahan lahan di Tuafanu dan perbaikan alsintan di Toineke, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT terus mendorong pemanfaatan teknologi mekanisasi pertanian yang lebih efektif. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan lahan, mendukung kegiatan usaha tani masyarakat, serta berkontribusi terhadap pengembangan pertanian dan ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur.

Post navigation

Previous Previous
Rakor KUR dan UMi 2026 di NTT Bahas Percepatan Penyaluran dan Penerapan SIKP
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2025)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search