Brigade Alsintan NTT Periksa Traktor dan Optimalkan Pengolahan Lahan CSR di TTS dan Sumba Timur

KUPANG, 23 Oktober 2026 – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) terus mengoptimalkan pemanfaatan traktor roda empat (TR4) untuk mendukung pengolahan lahan program Cetak Sawah Rakyat (CSR). Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (23/10/2026) ini mencakup pemeriksaan kondisi traktor serta pemanfaatan alsintan pada lokasi pengembangan sawah di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kabupaten Sumba Timur.
Pemeriksaan dan pemanfaatan alat mesin pertanian tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan sarana mekanisasi sekaligus mendukung kelancaran pengolahan lahan. Melalui penggunaan traktor roda empat, pekerjaan persiapan lahan diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan efisien sebelum memasuki tahapan budidaya pertanian.
Dokumentasi kegiatan memperlihatkan proses pengecekan unit traktor, kondisi hamparan lahan pertanian, serta aktivitas pengolahan tanah menggunakan alat dan mesin pertanian di lapangan.
Pemeriksaan TR4 Dukung Kelancaran Pengolahan Lahan
Pemeriksaan kondisi traktor roda empat menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Brigade Alsintan. Langkah ini diperlukan untuk menjaga kesiapan operasional peralatan yang digunakan dalam pengolahan tanah, terutama pada areal pengembangan sawah yang membutuhkan dukungan mekanisasi.
Pengecekan peralatan juga berperan dalam mengantisipasi kendala teknis yang berpotensi menghambat pekerjaan. Kondisi traktor yang terjaga diharapkan dapat mendukung kelangsungan pengolahan lahan sesuai kebutuhan di lapangan.
Di Kabupaten Timor Tengah Selatan, pemanfaatan Brigade Alsintan merupakan kelanjutan dari kegiatan pengolahan lahan Cetak Sawah Rakyat yang sebelumnya dilaksanakan di wilayah Bena–Oebelo, Kecamatan Amanuban Selatan.
Pada kegiatan sebelumnya, pengolahan tanah di wilayah tersebut dilakukan melalui tahapan pembajakan dan penggunaan implement rotari. Proses ini bertujuan menggemburkan, memperhalus, serta membantu meratakan tanah sebagai bagian dari persiapan lahan pertanian.
Sementara itu, pemanfaatan Brigade Alsintan di Kabupaten Sumba Timur turut menjadi bagian dari dukungan mekanisasi pertanian pada lokasi program CSR. Kegiatan ini diharapkan membantu mempercepat kesiapan lahan sehingga dapat dimanfaatkan secara produktif oleh petani.
Perkuat Mekanisasi Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT
Program Cetak Sawah Rakyat merupakan salah satu langkah pemerintah dalam memperluas areal pertanian produktif dan meningkatkan kapasitas produksi pangan. Di NTT, program ini dilaksanakan di sejumlah kabupaten, termasuk Timor Tengah Selatan dan Sumba Timur.
Pengembangan sawah baru tidak hanya membutuhkan kesiapan lahan, tetapi juga dukungan sarana pengolahan tanah, ketersediaan air, dan pengelolaan pertanian yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, penggunaan alat dan mesin pertanian memiliki peran penting untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan. Pemanfaatan traktor roda empat memungkinkan proses pengolahan tanah dilakukan lebih cepat dibandingkan pekerjaan manual, sekaligus membantu mengurangi kebutuhan tenaga kerja pada tahap persiapan lahan.
Keberadaan Brigade Alsintan juga menjadi salah satu bentuk optimalisasi pemanfaatan sarana pertanian dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat. Melalui pengoperasian dan pemeliharaan peralatan secara berkelanjutan, dukungan mekanisasi diharapkan semakin mampu menjawab kebutuhan pengolahan lahan di berbagai wilayah NTT.
Upaya ini sejalan dengan penguatan sektor pertanian daerah melalui penerapan teknologi, peningkatan produktivitas lahan, dan pemanfaatan sumber daya pertanian secara efisien.
Melalui kegiatan pemeriksaan TR4 dan pemanfaatan Brigade Alsintan di Kabupaten Timor Tengah Selatan serta Sumba Timur, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT terus mendukung persiapan lahan pertanian yang lebih produktif.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petugas lapangan, dan masyarakat petani diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan program Cetak Sawah Rakyat, meningkatkan produksi pangan lokal, serta memberikan manfaat bagi ketahanan pangan dan pembangunan pertanian di Nusa Tenggara Timur.
