Dinas Pertanian NTT Pantau MBTP di Ngada, Dorong Percepatan Tanam pada 5 Hektare Lahan Tersisa

NGADA – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), bersama Dinas Pertanian Kabupaten Ngada dan penyuluh pertanian, melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) kegiatan Mandiri Benih Tanaman Pangan (MBTP) di Kelompok Tani DMB Tunas Jaya, Desa Wololika, Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk memantau perkembangan pertanaman padi sekaligus mengevaluasi kesiapan lahan yang belum ditanami. Pemantauan juga menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program perbenihan berjalan sesuai perencanaan dan dapat mendukung kebutuhan benih padi di daerah.
Lima Hektare Padi Inpari 32 Telah Ditanam
Dari total areal kegiatan MBTP seluas 10 hektare, sebanyak 5 hektare telah ditanami padi varietas Inpari 32. Saat pelaksanaan monitoring, tanaman telah memasuki umur 47 hari setelah tanam (HST), dengan perkiraan panen pada awal Januari 2027.
Sementara itu, lahan seluas 5 hektare lainnya belum memasuki tahap penanaman karena masih terdapat pekerjaan perbaikan saluran irigasi di sekitar areal persawahan melalui kegiatan Optimasi Lahan Tahun 2026.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan monitoring, mengingat ketersediaan dan kelancaran distribusi air merupakan faktor penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi.
Perbaikan jaringan irigasi diharapkan dapat meningkatkan fungsi layanan air pertanian sehingga lahan yang belum ditanami dapat segera dimanfaatkan secara optimal.
Melalui kegiatan ini, kelompok tani penerima bantuan juga didorong untuk mempercepat persiapan dan pelaksanaan penanaman pada lahan tersisa, dengan memperhatikan perkembangan pekerjaan irigasi serta ketentuan waktu pelaksanaan kegiatan dalam Tahun Anggaran 2026.
Penguatan Perbenihan dan Infrastruktur Pertanian
Pelaksanaan MBTP menjadi salah satu upaya mendukung ketersediaan benih padi melalui pengembangan produksi benih di tingkat kelompok tani. Dengan pengelolaan pertanaman yang baik, hasil kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat penyediaan benih untuk mendukung musim tanam berikutnya.
Di sisi lain, keterkaitan antara kegiatan perbenihan dan perbaikan infrastruktur irigasi menunjukkan pentingnya pengelolaan pertanian secara terpadu. Ketersediaan benih perlu didukung oleh kesiapan lahan, pengairan yang memadai, serta pendampingan teknis secara berkelanjutan.
Penguatan infrastruktur pertanian juga sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan pemanfaatan lahan produktif dan menjaga kesinambungan produksi pangan melalui perbaikan sistem pengairan.
Melalui koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, penyuluh, dan kelompok tani, pelaksanaan MBTP di Kabupaten Ngada diharapkan dapat berjalan lebih efektif, memperkuat kemandirian benih padi, serta memberikan manfaat bagi pengembangan pertanian dan ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur.
