Distankp NTT dan BBPPTP Surabaya Koordinasi Monitoring Pengembangan Jambu Mete dan Kakao di Alor

Kupang – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur menerima kunjungan kerja tim Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, pada Senin (5/10/2026). Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka koordinasi dan konsultasi terkait monitoring kegiatan pengembangan komoditas jambu mete dan kakao di Kabupaten Alor Tahun 2026.
Pertemuan diterima oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT yang juga menjabat sebagai Kepala UPTD Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura, bersama staf Bidang Perkebunan.
Koordinasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program pengembangan perkebunan, khususnya pada komoditas unggulan yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Alor.
Penguatan Monitoring Pengembangan Jambu Mete dan Kakao
Jambu mete dan kakao merupakan dua komoditas perkebunan yang mendapat perhatian dalam pengembangan sektor pertanian Kabupaten Alor. Kedua komoditas tersebut memiliki potensi untuk mendukung peningkatan produksi dan menjadi sumber pendapatan masyarakat dalam jangka panjang.
Sebelumnya, pada 14 September 2026, telah dilaksanakan monitoring pembibitan jambu mete varietas Populasi Flotim 1 (MPF 1) di Desa Pailelang, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor. Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya pemantauan ketersediaan bahan tanam untuk mendukung pengembangan perkebunan.
Pengembangan kakao dan jambu mete di Alor juga sejalan dengan perhatian Kementerian Pertanian terhadap penguatan komoditas perkebunan yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui koordinasi dengan BBPPTP Surabaya, pelaksanaan monitoring diharapkan dapat semakin terarah, terutama dalam mendukung evaluasi perkembangan kegiatan dan mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut di tingkat daerah.
Sinergi Pusat dan Daerah Dukung Perkebunan Berkelanjutan
Pengembangan komoditas perkebunan memerlukan dukungan yang berkesinambungan, mulai dari penyediaan benih bermutu, penerapan teknik budidaya yang sesuai dengan kondisi wilayah, pemeliharaan tanaman hingga pendampingan petani.
Koordinasi antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dan BBPPTP Surabaya menjadi bagian dari penguatan kerja sama teknis untuk mendukung keberlanjutan pengembangan jambu mete dan kakao di Kabupaten Alor.
Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, pengembangan kedua komoditas ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perkebunan, memperkuat pemanfaatan potensi pertanian lokal, serta membuka peluang peningkatan nilai tambah hasil perkebunan bagi petani.
Upaya tersebut sekaligus mendukung pembangunan sektor pertanian Nusa Tenggara Timur yang lebih produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
