DistanKP NTT Kendalikan Ulat Grayak dan Gulma pada Demplot Jagung Hibrida di Oepura

Kupang, – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DistanKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Seksi Serealia, Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), bersama produsen benih CV Bunga Tani Sejahtera (BTS) melaksanakan pengendalian ulat grayak dan gulma pada lahan Gelar Teknologi (Gertek) Budidaya Jagung Hibrida di Persawahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan pengendalian difokuskan pada pertanaman jagung hibrida varietas BTS 5, BTS 7, dan Nusa Timore 77 (Nusa 01) yang dikembangkan dalam petak demonstrasi (demplot). Langkah ini dilakukan untuk mencegah kerusakan tanaman akibat organisme pengganggu tumbuhan (OPT), menekan potensi kehilangan hasil panen, serta mendukung pertumbuhan dan produktivitas jagung secara optimal.
Pengendalian Ulat Grayak dan Gulma untuk Menjaga Pertumbuhan Jagung
Pengendalian ulat grayak menjadi salah satu tahapan penting dalam pemeliharaan tanaman jagung, terutama pada fase pertumbuhan vegetatif. Serangan hama ini berpotensi merusak daun dan bagian pucuk tanaman sehingga dapat mengganggu proses pertumbuhan apabila tidak ditangani secara tepat.
Selain serangan ulat grayak, keberadaan gulma juga menjadi perhatian karena dapat menimbulkan persaingan dengan tanaman jagung dalam memperoleh unsur hara, air, cahaya matahari, dan ruang tumbuh.
Melalui kegiatan pengendalian di lahan demplot, tim Seksi Serealia bersama CV Bunga Tani Sejahtera berupaya menjaga kondisi pertanaman agar dapat berkembang dengan baik hingga memasuki tahap pertumbuhan berikutnya.
Pengendalian OPT merupakan bagian dari pemeliharaan tanaman yang perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pengamatan kondisi pertanaman menjadi dasar untuk menentukan tindakan pengendalian sesuai perkembangan hama dan kebutuhan tanaman di lapangan.
Langkah tersebut juga sejalan dengan prinsip Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) yang dikembangkan Kementerian Pertanian, yakni mengutamakan pemantauan dan tindakan pengendalian yang tepat untuk mengurangi risiko kerusakan tanaman sekaligus menjaga keberlanjutan budidaya.
Kolaborasi Pemerintah dan Produsen Perkuat Gelar Teknologi Jagung
Kegiatan pengendalian ini merupakan bagian dari rangkaian pemeliharaan Demplot Ke-2 Gelar Teknologi Budidaya Jagung Hibrida di Oepura yang telah dimulai sejak akhir Agustus 2026.
Lahan gelar teknologi tersebut menjadi sarana pembelajaran dan pengamatan lapangan terhadap perkembangan sejumlah varietas jagung hibrida, sekaligus memberikan gambaran mengenai penerapan teknik budidaya sesuai kondisi pertanian setempat.
Keterlibatan CV Bunga Tani Sejahtera bersama DistanKP NTT memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan produsen benih dalam mendukung penerapan teknologi budidaya jagung. Kerja sama ini tidak hanya berkaitan dengan pengembangan varietas, tetapi juga mencakup perhatian terhadap pemeliharaan tanaman dan pengendalian gangguan selama masa pertumbuhan.
Melalui gelar teknologi, hasil pengamatan dan pengalaman budidaya di lapangan diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi petani dalam menerapkan teknik pemeliharaan jagung yang lebih efektif.
Upaya ini sekaligus mendukung penguatan produksi jagung sebagai salah satu komoditas tanaman pangan penting di Nusa Tenggara Timur. Dengan pengelolaan tanaman yang tepat dan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, produsen, serta petani, pengembangan jagung hibrida diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan daerah.
