Dinas Pertanian NTT Monitoring Mandiri Benih Padi Seluas 10 Hektare di Sumba Timur

SUMBA TIMUR – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) bersama Pengawas Benih Tanaman (PBT), Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Timur, serta penyuluh pertanian melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) kegiatan Mandiri Benih Tanaman Pangan (MBT) di Desa Mutunggedi, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur.
Kegiatan monitoring dilaksanakan pada lahan Kelompok Tani Usaha Bersama seluas 10 hektare yang ditanami padi varietas Ciherang. Saat pelaksanaan pemantauan, tanaman padi telah memasuki umur 87 hari setelah tanam (HST).
Monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari upaya pengawalan kegiatan perbenihan untuk mendukung ketersediaan benih padi yang diproduksi secara lokal (in situ), khususnya bagi kebutuhan pengembangan tanaman padi di Kabupaten Sumba Timur.
Monitoring Pertanaman Padi Ciherang Seluas 10 Hektare
Kegiatan Mandiri Benih Tanaman Pangan di Kelompok Tani Usaha Bersama menjadi salah satu langkah penguatan sistem penyediaan benih padi berbasis potensi pertanian setempat.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi, tim dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT bersama jajaran pertanian Kabupaten Sumba Timur melakukan pengawalan terhadap perkembangan pertanaman padi varietas Ciherang pada lahan seluas 10 hektare.
Pemantauan pertanaman merupakan tahapan penting dalam kegiatan perbenihan untuk memastikan proses budidaya mendapat pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kegiatan ini juga menjadi sarana koordinasi antara petugas pengawas benih, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam mendukung keberlanjutan produksi benih.
Peran Pengawas Benih Tanaman menjadi bagian penting dalam sistem perbenihan, terutama berkaitan dengan pengawasan mutu dan pemenuhan persyaratan teknis produksi benih. Dengan pengawalan yang berkelanjutan, pertanaman yang dikembangkan diharapkan mampu menghasilkan calon benih sesuai dengan standar mutu yang dipersyaratkan.
Pengembangan Benih Padi In Situ untuk Mendukung Kebutuhan Petani
Program Mandiri Benih Tanaman Pangan diarahkan untuk memperkuat kemampuan daerah dalam menyediakan benih melalui kegiatan produksi yang dilaksanakan di wilayah setempat.
Pengembangan benih padi secara in situ memiliki manfaat strategis karena dapat mendekatkan lokasi produksi benih dengan wilayah pengguna. Pendekatan ini berpotensi memperpendek rantai distribusi, meningkatkan efisiensi penyediaan benih, serta memudahkan penyesuaian ketersediaan benih dengan kebutuhan musim tanam petani.
Selain mendukung ketersediaan benih, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi kelompok tani untuk meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan pertanaman yang berorientasi pada produksi benih bermutu.
Penguatan perbenihan berbasis wilayah sejalan dengan upaya meningkatkan kemandirian petani dan mengoptimalkan sumber daya pertanian lokal. Ketersediaan benih yang tepat varietas, mutu, jumlah, waktu, lokasi, dan harga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan usaha tani.
Bagi Kabupaten Sumba Timur, pengembangan benih padi melalui Kelompok Tani Usaha Bersama di Desa Mutunggedi diharapkan dapat berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan benih untuk kegiatan pengembangan padi pada musim tanam berikutnya.
Kolaborasi Pengawasan dan Pendampingan Perkuat Perbenihan Daerah
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi MBT juga mencerminkan pentingnya kerja sama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, petugas pengawas benih, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam membangun sistem perbenihan yang berkelanjutan.
Melalui koordinasi lintas tingkat pemerintahan dan pendampingan teknis kepada petani, kegiatan perbenihan diharapkan semakin terarah, baik dari sisi pengelolaan pertanaman maupun kesiapan produksi benih untuk memenuhi kebutuhan daerah.
Ke depan, penguatan produksi benih berbasis potensi lokal menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian, efisiensi rantai pasok sarana produksi, serta ketahanan pangan masyarakat.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT terus mendorong sinergi dengan pemerintah kabupaten dan para pelaku pertanian agar pengembangan benih padi secara in situ dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani sekaligus memperkuat fondasi pembangunan pertanian di Nusa Tenggara Timur.
