NTT Perkuat Ketahanan Pangan melalui Studi Banding Pangan Lokal dan Hilirisasi

Kupang, 03 September 2026 — Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Joaz Bily Oemboe Wanda, SP, menerima dan melakukan diskusi bersama pemilik UMKM Dapur Morige, delegasi Universidade da Paz (UNPAZ) Timor-Leste, serta Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam kegiatan studi banding bidang pangan dan kesehatan masyarakat. Pertemuan yang berlangsung di NTT ini membahas penguatan ketahanan pangan daerah, pengembangan pangan lokal, pengolahan produk pangan, serta kolaborasi lintas sektor dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat dan penanganan stunting.
Studi Banding Bahas Penguatan Pangan Lokal dan Kesehatan Masyarakat
Kegiatan studi banding tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman antara pemerintah daerah, pelaku usaha mikro, perguruan tinggi, dan mitra internasional dalam melihat potensi pengembangan pangan lokal sebagai bagian dari upaya membangun sistem pangan yang berkelanjutan.
Dalam diskusi tersebut, berbagai aspek pengelolaan pangan dibahas, mulai dari pemanfaatan komoditas lokal, proses produksi dan pengolahan pangan, hingga pengembangan hilirisasi produk agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
UMKM Dapur Morige turut menjadi bagian penting dalam kegiatan ini melalui berbagi pengalaman mengenai tata kelola usaha, pengolahan pangan lokal, serta strategi pengembangan produk berbasis potensi daerah.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Mendorong Nilai Tambah Produk Lokal
Studi banding ini juga menunjukkan pentingnya keterhubungan antara sektor pertanian, kesehatan masyarakat, pendidikan, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem pangan yang lebih kuat.
Pemanfaatan pangan lokal tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga bagaimana hasil pertanian dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi, memperpendek rantai pasok, serta membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan.
Melalui pendekatan pengolahan dan hilirisasi, komoditas lokal Nusa Tenggara Timur memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk pangan yang lebih beragam, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Mendukung Transformasi Pelayanan dan Pembangunan Pangan Berkelanjutan di NTT
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, pelaku UMKM, dan mitra internasional dalam menghadirkan inovasi di bidang pangan dan kesehatan masyarakat.
Kolaborasi tersebut sejalan dengan arah pembangunan NTT yang mendorong efisiensi rantai pasok, penguatan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan lokal, pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pangan, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Timor-Leste melalui kegiatan studi banding ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengelolaan pangan berkelanjutan dan pengembangan sumber daya lokal.
