Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

NTT Siapkan Pompa Air hingga Sistem Brigade Hadapi Ancaman Kekeringan

July 16, 2026July 16, 2026 Artikel

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat kesiapan menghadapi ancaman kekeringan tahun ini bmelalui tiga strategi utama, yakni mitigasi, adaptasi, dan antisipasi.

Selain memperkuat pemantauan cuaca dan pengelolaan sumber air, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT juga menyiapkan puluhan pompa air dan alat mesin pertanian (alsintan) yang dapat segera digerakkan ke daerah terdampak.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Joaz Bily Oemboe Wanda mengatakan perubahan iklim membuat pola musim semakin sulit diprediksi sehingga pemerintah harus mempercepat langkah antisipasi untuk mencegah gagal panen.

“Tahun ini dampak kekeringan mulai terasa di beberapa wilayah, terutama Sumba Barat. Karena itu kami terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG dan menyiapkan langkah penanganan,” kata Joaz kepada Media Indonesia di  Kupang, Selasa (15/7).

Menurutnya, sebagai langkah mitigasi, dinas pertanian memperbarui informasi cuaca secara berkala, memetakan sumber-sumber air bersama Balai Wilayah Sungai (BWS), Dinas PUPR, pemerintah kabupaten dan kota, serta mengimbau petani tidak memaksakan menanam padi apabila ketersediaan air tidak mencukupi.

Untuk mempercepat penanganan di lapangan, Dinas Pertanian menerapkan sistem brigade dalam pengelolaan alsintan. Melalui sistem ini, pompa air dan traktor menjadi stok pemerintah yang dapat dipinjam kelompok tani sesuai kebutuhan, lalu dikembalikan agar dapat segera digeser ke wilayah lain yang membutuhkan.

Saat ini Dinas Pertanian NTT masih memiliki stok sekitar 60-70 unit pompa air. Tahun ini pemerintah juga kembali menerima tambahan sekitar 80 unit pompa air dari Kementerian Pertanian.
 

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat kesiapan menghadapi ancaman kekeringan tahun ini bmelalui tiga strategi utama, yakni mitigasi, adaptasi, dan antisipasi.

Selain memperkuat pemantauan cuaca dan pengelolaan sumber air, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT juga menyiapkan puluhan pompa air dan alat mesin pertanian (alsintan) yang dapat segera digerakkan ke daerah terdampak.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Joaz Bily Oemboe Wanda mengatakan perubahan iklim membuat pola musim semakin sulit diprediksi sehingga pemerintah harus mempercepat langkah antisipasi untuk mencegah gagal panen.

“Tahun ini dampak kekeringan mulai terasa di beberapa wilayah, terutama Sumba Barat. Karena itu kami terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG dan menyiapkan langkah penanganan,” kata Joaz kepada Media Indonesia di  Kupang, Selasa (15/7).

Menurutnya, sebagai langkah mitigasi, dinas pertanian memperbarui informasi cuaca secara berkala, memetakan sumber-sumber air bersama Balai Wilayah Sungai (BWS), Dinas PUPR, pemerintah kabupaten dan kota, serta mengimbau petani tidak memaksakan menanam padi apabila ketersediaan air tidak mencukupi.

Untuk mempercepat penanganan di lapangan, Dinas Pertanian menerapkan sistem brigade dalam pengelolaan alsintan. Melalui sistem ini, pompa air dan traktor menjadi stok pemerintah yang dapat dipinjam kelompok tani sesuai kebutuhan, lalu dikembalikan agar dapat segera digeser ke wilayah lain yang membutuhkan.

Saat ini Dinas Pertanian NTT masih memiliki stok sekitar 60-70 unit pompa air. Tahun ini pemerintah juga kembali menerima tambahan sekitar 80 unit pompa air dari Kementerian Pertanian.

“Tahun lalu 84 unit pompa air berhasil menyelamatkan sekitar 1.000 hektare sawah di Kabupaten Kupang. Kalau kebutuhan bertambah, kami akan mengusulkan tambahan lagi ke pemerintah pusat,” kata Joaz.

Selain pompa air, pemerintah juga menyiapkan bantuan traktor, benih padi, jagung, kedelai, dan pestisida. Untuk daerah yang berpotensi kekurangan air, petani didorong menanam komoditas yang lebih tahan kekeringan, seperti kedelai dan tanaman kacang-kacangan.

 Pantau Kekeringan hingga Tingkat Kecamatan

Kepala UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT Gebi Reni mengatakan pemantauan dampak kekeringan dilakukan oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang tersebar di seluruh kabupaten.

Selain mengawasi serangan hama dan penyakit tanaman, POPT juga bertugas memantau kejadian kekeringan dan banjir. Saat ini NTT memiliki sekitar 254 petugas POPT, masih jauh dari kebutuhan ideal satu petugas di setiap kecamatan.

“Kami menerima informasi iklim dari BMKG, kemudian diteruskan kepada petugas POPT di lapangan untuk disampaikan kepada penyuluh dan petani sebagai langkah antisipasi,” ujar Gebi.

Hingga saat ini, laporan dampak kekeringan baru berasal dari Kabupaten Sumba Barat. Luas areal terdampak mencapai sekitar 305 hektare sawah, dengan sekitar 29 hektare diperkirakan mengalami puso atau gagal panen karena tanaman padi yang telah berumur sekitar satu bulan tidak lagi memperoleh pasokan air.

Menurut Gebi, penggunaan pompa air di sejumlah lokasi pun belum tentu menjadi solusi karena sumber air di wilayah tersebut sudah mengering.

“Kalau sumber airnya sudah tidak ada, pompa air juga tidak bisa dimanfaatkan. Karena itu petani kami arahkan beralih ke tanaman yang lebih tahan kekeringan dan masih bisa memanfaatkan sisa kelembapan tanah,” katanya.

Meski demikian, hingga kini belum ada laporan kekeringan dari kabupaten lain. Dinas Pertanian tetap meningkatkan kewaspadaan berdasarkan prakiraan BMKG yang menunjukkan sejumlah wilayah di NTT mulai memasuki kategori rawan kekeringan.

Disiagakan Pestisida dan Waspadai Ancaman Belalang 

Selain kekeringan, Dinas Pertanian juga mengantisipasi meningkatnya serangan organisme pengganggu tanaman akibat perubahan iklim.

 Untuk mendukung pengendalian hama, pemerintah menyiapkan lima gudang pestisida yang tersebar di Pulau Timor, Sumba, Flores, dan Manggarai Raya sehingga distribusi dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi serangan.

Gebi mengatakan salah satu hama yang terus diwaspadai ialah belalang di Pulau Sumba. Pengendalian yang dilakukan bersama Kementerian Pertanian dan FAO sejak 2021 hingga 2025 berhasil menekan populasinya.  Namun kondisi cuaca ekstrem tetap berpotensi memicu telur belalang yang berada di dalam tanah kembali menetas sehingga pengawasan terus diperketat. “Kondisi iklim sangat memengaruhi perkembangan belalang. Karena itu pemantauan kami lakukan terus agar serangan bisa dicegah sejak dini,” ujarnya.

Sumber : NTT Siapkan Pompa Air hingga Sistem Brigade Hadapi Ancaman Kekeringan

Post navigation

Previous Previous
Buletin Klimatologi BMKG Edisi Juli 2026
NextContinue
BMKG Peringatkan Angin Kencang di NTT pada 15–17 Juli 2026
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search