NTT Siapkan Regenerasi Petani Melalui Edukasi sejak Dini

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mendorong regenerasi petani melalui edukasi pertanian sejak usia sekolah dan pengembangan minat generasi muda. Langkah ini menjadi bagian dari gerakan menanam dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, Jumat, 16 Oktober 2026.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, mengatakan regenerasi diperlukan karena sebagian besar petani saat ini telah berusia 50 tahun ke atas. Karena itu, anak-anak dan kaum muda perlu diperkenalkan dengan kegiatan menanam serta peluang ekonomi dari sektor pertanian.
“Kita ingin ada regenerasi pertanian petani milenial ke depan,” ujarnya.
Joaz menjelaskan, pemerintah menyalurkan benih kepada enam sekolah agar pekarangan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran pertanian. Program tersebut diharapkan menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan sekaligus memperkenalkan pertanian sebagai bidang usaha yang menjanjikan.
Kepala Dinas PMD NTT, Yosef M. Ronaldus Amapiran, mengatakan masyarakat desa perlu mendapatkan dorongan untuk kembali mengelola lahan yang tersedia. Menurutnya, masih banyak warga yang meninggalkan potensi pertanian karena belum mengetahui cara mengembangkan dan memasarkan hasil produksinya.
Ketua TP PKK Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, turut mendorong keterlibatan keluarga dan kelompok dasawisma dalam kegiatan pemanfaatan pekarangan. Ia berharap edukasi dan pendampingan dapat membangun kebiasaan menanam sejak dini sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, PKK, dan pemerintah desa, generasi muda diharapkan melihat pertanian sebagai peluang masa depan. Pengembangan keterampilan menanam dan pengolahan hasil pertanian juga diharapkan mendorong mereka membangun usaha produktif di daerah masing-masing.
Sumber: RRI Kupang
