Panen dan Pasca Panen Kopi Robusta di Kebun Dinas Mainang Kabupaten Alor

Kupang 7 Juni 2026 – UPTD PKDLHP Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT melaksanakan panen dan pasca panen kopi robusta di Kebun Dinas Mainang, Kabupaten Alor.
Kegiatan ini dilakukan melalui Seksi Kebun Dinas sebagai bagian dari pengelolaan komoditas perkebunan daerah. Selain itu, kegiatan ini menjadi upaya menjaga mutu kopi sejak tahap awal pemanenan.
Panen kopi robusta dilakukan dengan memilih buah kopi yang telah masak. Buah matang umumnya ditandai dengan warna merah cerah hingga merah tua. Pemilihan buah matang sangat penting karena berpengaruh terhadap mutu biji kopi.
Setelah pemetikan, buah kopi dikumpulkan dan diangkut ke lokasi pengolahan awal. Tahap ini perlu dilakukan secara hati-hati agar buah tidak rusak. Dengan demikian, kualitas bahan baku tetap terjaga sebelum proses penjemuran.
Selanjutnya, buah kopi memasuki tahapan pasca panen. Pada kegiatan ini, proses pasca panen dilakukan melalui penjemuran di lantai jemur. Penjemuran bertujuan menurunkan kadar air pada buah kopi secara bertahap.
Proses penjemuran menjadi bagian penting dalam panen dan pasca panen kopi robusta. Tahapan ini membantu mencegah kerusakan akibat kadar air berlebih. Selain itu, penjemuran yang baik dapat mendukung pembentukan mutu fisik biji kopi.
Dalam praktik pasca panen kopi, pengeringan harus dilakukan secara merata. Buah kopi perlu dibalik secara berkala selama penjemuran. Langkah ini membantu menghasilkan tingkat kekeringan yang lebih seragam.
Kegiatan di Kebun Dinas Mainang juga memperlihatkan pentingnya penanganan kopi secara terpadu. Mulai dari pemetikan, pengangkutan, hingga penjemuran, setiap tahap memiliki peran penting. Oleh karena itu, ketelitian petugas sangat dibutuhkan dalam menjaga mutu hasil panen.
Sebagai komoditas perkebunan, kopi robusta memiliki peluang pengembangan di NTT. Kabupaten Alor menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi pengelolaan tanaman perkebunan. Melalui kebun dinas, pemerintah dapat memperkuat contoh praktik budidaya dan pasca panen yang baik.
Selain mendukung produksi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan teknis. Kebun dinas dapat berfungsi sebagai lokasi percontohan bagi petani dan pelaku usaha tani. Dengan begitu, praktik panen dan pasca panen kopi robusta dapat terus ditingkatkan.
Penanganan pasca panen yang tepat akan membantu menjaga nilai ekonomi kopi. Mutu kopi yang baik dapat memperkuat daya saing produk lokal. Karena itu, pengelolaan kopi perlu dilakukan secara berkelanjutan dari hulu sampai hilir.
Kesimpulan
Kegiatan panen dan pasca panen kopi robusta di Kebun Dinas Mainang Kabupaten Alor menunjukkan komitmen UPTD PKDLHP dalam mendukung pengembangan komoditas perkebunan.
Melalui pemetikan buah matang, pengangkutan yang baik, dan penjemuran di lantai jemur, mutu kopi dapat dijaga sejak tahap awal. Ke depan, kegiatan seperti ini diharapkan mampu memperkuat kualitas kopi robusta NTT dan meningkatkan nilai tambah bagi sektor pertanian daerah.
