Panen Padi Cakrabuana Agritan di Manggarai Timur Perkuat Pengembangan Benih Lokal

MANGGARAI TIMUR, NTT – Kelompok Tani Wela Wangkung melaksanakan gerakan panen padi varietas Cakrabuana Agritan dalam rangka kegiatan perbenihan di Wangkung, Desa Sita, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan benih padi unggul di tingkat kelompok tani untuk mendukung ketersediaan benih bermutu dan memperkuat ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur.
Gerakan panen berlangsung di areal persawahan kelompok tani dengan keterlibatan petani dan peserta kegiatan lapangan. Panen ditandai dengan pengumpulan malai padi yang telah matang, sekaligus menjadi kesempatan untuk mengamati hasil pertanaman varietas Cakrabuana Agritan yang dikembangkan melalui kegiatan perbenihan.
Dari Pemantauan Pertanaman hingga Memasuki Masa Panen
Panen ini merupakan kelanjutan dari proses pengembangan perbenihan padi yang sebelumnya telah melalui tahapan pemantauan pertanaman.
Pada 13 Oktober 2026, UPTD Pengawasan dan Sertifikasi Benih (PSB) Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT telah melaksanakan monitoring pertanaman Cakrabuana Agritan kelas Benih Pokok (BP) di Kelompok Tani Wela Wangkung.
Pemantauan tersebut dilakukan ketika tanaman memasuki fase generatif untuk memastikan perkembangan pertanaman serta mendukung pengawasan mutu dan kemurnian varietas.
Memasuki akhir Oktober, pelaksanaan gerakan panen menjadi tahapan penting dalam rangkaian produksi benih. Hasil panen yang diperuntukkan bagi perbenihan selanjutnya memerlukan penanganan pascapanen dan pemeriksaan mutu sesuai ketentuan sebelum dapat dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai benih bersertifikat.
Cakrabuana Agritan Mendukung Pengembangan Perbenihan Padi
Cakrabuana Agritan merupakan salah satu varietas unggul padi yang dikembangkan Kementerian Pertanian. Varietas ini dikenal memiliki umur pertanaman relatif genjah, yakni sekitar 104 hari setelah semai.
Berdasarkan deskripsi varietas, Cakrabuana Agritan memiliki rata-rata hasil 7,5 ton gabah kering giling (GKG) per hektare dan potensi hasil mencapai 10,2 ton GKG per hektare pada kondisi budidaya yang mendukung. Angka tersebut merupakan karakteristik potensi varietas, bukan hasil pengukuran panen di Kelompok Tani Wela Wangkung.
Pengembangan varietas unggul melalui kegiatan perbenihan memberikan peluang bagi kelompok tani untuk meningkatkan kemampuan memproduksi benih sesuai kebutuhan wilayah. Ketersediaan benih yang bermutu juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan budidaya dan produktivitas padi.
Dalam kegiatan perbenihan, kualitas hasil tidak hanya ditentukan oleh jumlah gabah yang dipanen, tetapi juga oleh kemurnian varietas, daya berkecambah, kadar air, serta penanganan hasil setelah panen.
Memperkuat Kemandirian Benih dan Ketahanan Pangan NTT
Gerakan panen di Kelompok Tani Wela Wangkung menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem perbenihan padi berbasis potensi pertanian lokal.
Pengembangan benih di tingkat kelompok tani diharapkan dapat memperpendek rantai penyediaan benih, meningkatkan akses petani terhadap benih bermutu, serta secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar wilayah.
Selain mendukung keberlanjutan produksi padi, kegiatan ini juga membuka ruang bagi peningkatan kapasitas kelompok tani dalam pengelolaan pertanaman, pengawasan mutu, dan penanganan hasil panen.
Melalui kolaborasi antara petani, kelompok tani, tenaga teknis perbenihan, dan pemerintah daerah, penguatan produksi benih lokal diharapkan terus berkembang sebagai salah satu fondasi pembangunan pertanian yang produktif, efisien, dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.
