Panen Tomat di Desa Oeletsala Dukung PADes dan Pendapatan Petani

Kupang, 06 Juli 2026 – Panen tomat di Desa Oeletsala menjadi wujud nyata dukungan terhadap pengembangan hortikultura di Kabupaten Kupang. Kegiatan ini berlangsung di Desa Oeletsala, Kecamatan Taebenu, dan melibatkan petani hortikultura setempat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur menghadiri kegiatan panen tersebut bersama perwakilan DPRD Provinsi NTT, perwakilan DPRD Kabupaten Kupang, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang, Camat Taebenu, PPL, serta staf terkait.
Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini menunjukkan adanya dukungan bersama terhadap penguatan sektor pertanian, khususnya komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Pengembangan hortikultura di tingkat petani menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga petani sekaligus memperkuat ekonomi desa.
Kegiatan panen dilakukan pada budidaya tomat varietas Servo dan Tyson yang dikembangkan oleh Kelompok Tani Sejahtera bersama petani hortikultura setempat. Budidaya tersebut melibatkan 22 petani yang tergabung dalam 9 kelompok tani hortikultura.
Tomat tersebut dibudidayakan pada lahan seluas sekitar 10 hingga 12 are. Pada lahan tersebut, terdapat sekitar 3.500 tanaman tomat yang tumbuh produktif dan siap dipanen secara bertahap.
Dalam satu kali panen atau petikan, petani mampu menghasilkan lebih dari 600 kilogram tomat. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 102 ember tomat. Dengan harga jual rata-rata Rp70.000 per ember, hasil panen ini memberikan peluang pendapatan yang cukup baik bagi petani.
Panen tomat di Desa Oeletsala tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan petani. Kegiatan ini juga turut mendukung Pendapatan Asli Desa atau PADes. Sebanyak 10 persen dari nilai hasil panen dialokasikan sebagai kontribusi bagi pemerintah desa.
Pola kontribusi tersebut menjadi contoh sinergi antara petani dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan lokal. Melalui pengelolaan yang baik, sektor pertanian tidak hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat, tetapi juga dapat memberi manfaat bagi pembangunan desa.
Pengembangan tomat sebagai komoditas hortikultura memiliki peluang yang cukup besar. Tomat merupakan salah satu komoditas yang banyak dibutuhkan masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner. Permintaan pasar yang relatif stabil membuat budidaya tomat memiliki prospek ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT mengapresiasi kerja keras para petani di Desa Oeletsala. Keberhasilan panen ini menunjukkan bahwa petani memiliki kemampuan untuk mengembangkan komoditas hortikultura dengan hasil yang bernilai ekonomi.
Peran kelompok tani juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan ini. Melalui kelompok tani, petani dapat saling bekerja sama dalam pengelolaan lahan, pemeliharaan tanaman, panen, hingga pemasaran hasil produksi.
Selain itu, pendampingan dari PPL turut berperan dalam membantu petani menerapkan teknik budidaya yang lebih baik. Pendampingan tersebut mencakup pengolahan lahan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta penanganan panen dan pascapanen.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, produktivitas tomat di Desa Oeletsala diharapkan dapat terus meningkat. Peningkatan produktivitas akan berdampak langsung pada pendapatan petani dan keberlanjutan usaha tani hortikultura.
Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong pengembangan sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Komoditas hortikultura seperti tomat menjadi salah satu potensi yang perlu diperkuat melalui dukungan teknis, kelembagaan, dan akses pemasaran.
Ke depan, sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, DPRD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, PPL, dan kelompok tani perlu terus ditingkatkan. Kolaborasi ini penting untuk menjaga keberlanjutan produksi dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Panen tomat di Desa Oeletsala menjadi bukti bahwa pertanian dapat menjadi penggerak ekonomi desa. Dengan pengelolaan yang baik, hortikultura mampu meningkatkan pendapatan petani, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung Pendapatan Asli Desa.
