Penanaman Cabai di BBH Lembor Libatkan Siswa PKL dari Empat SMK

Lembor, 6 Agustus 2026 – Penanaman cabai di BBH Lembor dilaksanakan melalui kegiatan praktik lapangan yang melibatkan siswa dari empat Sekolah Menengah Kejuruan. Kegiatan tersebut mencakup pencampuran media tanam sebanyak 1 meter kubik, penanaman 100 tanaman cabai, serta penyiraman setelah proses penanaman selesai.
Siswa yang mengikuti kegiatan berasal dari SMK Negeri 1 Lambaleda, SMK Negeri Bung Ruteng, SMK Negeri 1 Wae Ri’i, dan SMK Negeri 1 Kuwus. Keterlibatan para siswa menjadi bagian dari proses pembelajaran langsung mengenai tahapan budidaya tanaman hortikultura.
Pencampuran Media Tanam Sebanyak 1 Meter Kubik
Kegiatan diawali dengan pencampuran media tanam sebanyak 1 meter kubik. Seluruh bahan media disiapkan dan dicampur secara merata agar menghasilkan media yang homogen serta sesuai untuk mendukung pertumbuhan tanaman cabai.
Dalam proses tersebut, siswa mempelajari pentingnya menyiapkan media tanam sebelum penanaman. Media yang tercampur secara merata membantu menyediakan lingkungan tumbuh yang baik bagi akar tanaman.
Para siswa juga memperoleh pengalaman dalam mengatur pekerjaan secara bersama-sama. Mulai dari menyiapkan bahan, mencampur media, hingga menempatkan media pada lokasi penanaman dilakukan dengan memperhatikan ketelitian dan efisiensi kerja.
Penanaman 100 Tanaman Cabai di BBH Lembor
Setelah media tanam siap, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman sebanyak 100 tanaman cabai. Setiap tanaman ditempatkan secara hati-hati agar posisi batang dan perakarannya tetap baik.
Penanaman dilakukan dengan memperhatikan kondisi media serta ruang tumbuh setiap tanaman. Tahapan ini penting untuk mengurangi risiko kerusakan akar dan membantu tanaman beradaptasi setelah dipindahkan.
Melalui praktik penanaman cabai di BBH Lembor, siswa tidak hanya memperoleh penjelasan secara teori. Mereka juga mempraktikkan secara langsung cara menyiapkan media, menangani tanaman, dan melakukan penanaman dengan benar.
Penyiraman untuk Menjaga Kelembapan Media
Tanaman cabai yang telah ditanam kemudian disiram secara merata. Penyiraman dilakukan untuk menjaga kelembapan media tanam sekaligus membantu proses adaptasi awal tanaman pada tempat tumbuh yang baru.
Siswa diarahkan agar melakukan penyiraman secara hati-hati. Air diberikan secukupnya sehingga media tetap lembap tanpa mengganggu posisi tanaman yang baru ditanam.
Perawatan melalui penyiraman perlu dilakukan secara teratur dengan memperhatikan kondisi tanaman dan kelembapan media. Pemantauan lanjutan juga diperlukan agar tanaman dapat tumbuh sehat dan seragam.
Memperkuat Keterampilan Praktis Siswa SMK
Kegiatan ini memberikan ruang belajar yang nyata bagi siswa SMK untuk mengenal proses budidaya tanaman hortikultura. Para siswa terlibat langsung sejak tahap persiapan media hingga pemeliharaan awal tanaman cabai.
Pengalaman lapangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama. Pengetahuan yang diperoleh juga dapat menjadi bekal bagi siswa ketika memasuki dunia kerja, mengembangkan usaha pertanian, maupun menerapkan budidaya tanaman di lingkungan masing-masing.
Keterlibatan empat sekolah menunjukkan pentingnya kerja sama antara lembaga pendidikan vokasi dan unit teknis pertanian. Kolaborasi tersebut membantu menghubungkan materi pembelajaran di sekolah dengan kegiatan pertanian yang dilaksanakan secara langsung di lapangan.
Mendukung Pembelajaran Hortikultura Berkelanjutan
BBH Lembor terus menjadi tempat pembelajaran praktik bagi siswa yang ingin meningkatkan keterampilan di bidang pertanian dan pembibitan. Kegiatan penanaman cabai, pencampuran media tanam, dan penyiraman menjadi bagian dari pembelajaran hortikultura yang aplikatif.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memahami bahwa keberhasilan budidaya tanaman ditentukan oleh ketepatan setiap tahapan pekerjaan. Persiapan media, teknik penanaman, penyiraman, dan pemeliharaan perlu dilakukan secara konsisten.
Kegiatan serupa diharapkan terus dilaksanakan untuk memperkuat kompetensi generasi muda di bidang pertanian. Dengan keterampilan yang memadai, siswa dapat ikut berkontribusi dalam pengembangan hortikultura dan pertanian berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.
