Pengembangan Kawasan Durian APBN Dukung Hortikultura di Kabupaten TTS

Kupang, 07 Juli 2026 — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT melaksanakan pengembangan kawasan durian di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kegiatan ini bersumber dari dana APBN melalui jalur aspirasi Usman Husein.
Program tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan produksi hortikultura di wilayah Nusa Tenggara Timur. Fokus utama kegiatan ini adalah penguatan komoditas durian sebagai tanaman bernilai ekonomi.
Melalui kegiatan ini, pemerintah mendorong petani agar mampu mengembangkan potensi lahan secara produktif. Dukungan sarana produksi menjadi langkah awal dalam memperkuat kawasan hortikultura daerah.
Dukungan Pengembangan Kawasan Durian bagi Kelompok Tani
Pengembangan kawasan durian ini dilaksanakan pada lahan seluas 20 hektare. Lahan tersebut tersebar pada 8 kelompok tani penerima manfaat. Lokasi kegiatan berada di 6 desa dan 2 kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Desa sasaran meliputi To’ Fen, Iusmollo, Lelobatan, Ajaobaki, Bosen, dan Hoi.
Desa To’ Fen, Iusmollo, Lelobatan, Ajaobaki, dan Bosen berada di Kecamatan Mollo Selatan. Sementara itu, Desa Hoi berada di Kecamatan Oenino. Salah satu penerima manfaat dalam kegiatan ini adalah KWT Hidup Oleh Iman. Kelompok tersebut menjadi bagian dari penerima dukungan pengembangan kawasan durian.
Bantuan Anakan Durian Otong dan Pupuk Organik
Dukungan pemerintah diberikan dalam bentuk 2.000 anakan durian varietas Otong. Varietas ini dipilih untuk mendukung pengembangan durian bernilai ekonomi. Selain anakan durian, petani juga menerima bantuan 30 ton pupuk organik. Pupuk tersebut diharapkan membantu memperbaiki kesuburan tanah sejak awal penanaman.
Bantuan diserahkan langsung di lokasi penerima manfaat. Penyerahan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendekatkan program kepada petani. Dukungan sarana produksi tersebut menjadi modal penting bagi kelompok tani. Dengan sarana yang memadai, proses penanaman dapat berjalan lebih terarah.
Perawatan Tanaman Menjadi Kunci Keberhasilan
Keberhasilan pengembangan kawasan durian sangat bergantung pada perawatan tanaman sejak awal. Anakan durian membutuhkan pemeliharaan yang teratur dan konsisten. Petani perlu memperhatikan penyiraman, pemupukan, pengendalian gulma, dan perlindungan tanaman. Langkah tersebut penting agar tanaman dapat tumbuh sehat.
Perawatan yang baik akan membantu tanaman memasuki fase produktif pada masa mendatang. Dengan demikian, bantuan ini dapat memberi manfaat ekonomi jangka panjang. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat peran kelompok tani. Petani didorong untuk bekerja bersama dalam menjaga keberlanjutan kawasan hortikultura.
Mendorong Hortikultura Berkelanjutan di TTS
Pengembangan kawasan durian menjadi bagian dari upaya membangun pertanian berkelanjutan di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Program ini sejalan dengan penguatan komoditas unggulan daerah. Durian memiliki potensi pasar yang cukup baik jika dikelola secara terencana. Karena itu, pengembangan kawasan perlu didukung oleh pendampingan dan perawatan berkelanjutan.
Melalui program ini, petani diharapkan semakin aktif mengelola lahan produktif. Kegiatan ini juga dapat memperkuat ekonomi keluarga tani di wilayah sasaran. Ke depan, kawasan durian ini diharapkan mampu berkembang menjadi sentra hortikultura. Manfaatnya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga masyarakat sekitar.
Kesimpulan
Pengembangan kawasan durian di Kabupaten Timor Tengah Selatan menjadi langkah nyata pemerintah dalam mendukung hortikultura daerah. Bantuan 2.000 anakan durian Otong dan 30 ton pupuk organik menjadi modal awal bagi petani. Dengan perawatan yang baik, tanaman durian diharapkan tumbuh optimal dan memberikan hasil ekonomi. Program ini juga memperkuat peran petani dalam pembangunan pertanian berkelanjutan di NTT.
