Dinas Pertanian NTT Bahas Perhutanan Sosial dan Ketahanan Pangan Bersama CIPS dan KSPL

NTT, 28 Oktober 2026 – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima kunjungan tim Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) bersama Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL), Rabu (28/10/2026). Kunjungan yang diterima langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT ini dilaksanakan dalam rangka wawancara dan pengumpulan data untuk studi mengenai kontribusi perhutanan sosial terhadap ketahanan pangan di NTT.
Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi dan pertukaran informasi mengenai keterkaitan pengelolaan sumber daya hutan dan lahan dengan pembangunan sektor pertanian. Pembahasan mencakup peran pertanian, perkebunan, dan hortikultura dalam mendukung ketersediaan pangan, pemanfaatan potensi komoditas lokal, serta pengelolaan sumber daya lahan secara berkelanjutan.
Menggali Kontribusi Perhutanan Sosial terhadap Ketahanan Pangan
Perhutanan sosial merupakan salah satu pendekatan pengelolaan hutan yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya hutan secara lestari.
Dalam kaitannya dengan ketahanan pangan, perhutanan sosial memiliki potensi untuk mendukung produksi pangan lokal, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjaga fungsi lingkungan yang menunjang keberlanjutan kegiatan pertanian.
Melalui studi yang dilakukan CIPS bersama KSPL, pengumpulan informasi dari berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting untuk memahami hubungan antara pengelolaan perhutanan sosial, kegiatan ekonomi masyarakat, dan akses terhadap pangan.
Di NTT, kajian tersebut memiliki relevansi dengan karakteristik wilayah yang sebagian besar kegiatan pertaniannya bergantung pada kondisi lahan, ketersediaan air, serta kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya alam.
Pengembangan sistem agroforestri atau perpaduan tanaman kehutanan dengan komoditas pertanian dan perkebunan juga menjadi salah satu pendekatan yang berpotensi mendukung pemanfaatan lahan secara produktif tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Perkuat Sinergi Pertanian dan Pengelolaan Sumber Daya Lahan
Pertemuan antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT bersama CIPS dan KSPL turut memperkuat pertukaran pengetahuan antara pemerintah daerah dan lembaga kajian kebijakan.
Informasi mengenai kondisi pertanian, potensi komoditas unggulan, dan pengelolaan sumber daya lahan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh bagi penyusunan kajian perhutanan sosial dan ketahanan pangan.
Penguatan keterkaitan antara sektor pertanian dan kehutanan juga menjadi penting untuk membuka peluang pengembangan komoditas lokal, peningkatan nilai tambah hasil produksi, serta pemasaran yang lebih efisien sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik.
Di sisi lain, pengelolaan lahan secara berkelanjutan perlu mempertimbangkan kesesuaian komoditas, daya dukung lingkungan, dan kebutuhan masyarakat setempat agar kegiatan produksi pangan dapat berjalan secara produktif dalam jangka panjang.
Melalui kunjungan dan pertukaran informasi ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT mendukung penguatan kajian berbasis data sebagai salah satu landasan dalam pengembangan kebijakan pangan yang sesuai dengan kondisi daerah.
Kolaborasi antara pemerintah, lembaga penelitian, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sumber daya alam, pengembangan potensi pertanian lokal, serta pembangunan sistem pangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
