Peringatan Dini Cuaca NTT: Enam Kabupaten Waspada Hujan pada 30– 01 November 2026
KUPANG, 30 Oktober 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 30 Oktober hingga 1 November 2026. Sebanyak enam kabupaten tercantum dalam kategori waspada potensi hujan sedang hingga lebat pada 30 dan 31 Oktober 2026.
Informasi tersebut menjadi perhatian masyarakat seiring melemahnya angin monsun timur yang menandai masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan di wilayah NTT. Perubahan kondisi cuaca perlu diantisipasi, khususnya oleh masyarakat yang menjalankan aktivitas pertanian, perkebunan, peternakan, dan kegiatan di luar ruangan.
Enam Kabupaten NTT Berpotensi Mengalami Hujan Sedang hingga Lebat
Berdasarkan peringatan dini BMKG yang diterbitkan pada Jumat (30/10/2026), terdapat perubahan wilayah yang masuk kategori waspada selama dua hari pertama periode prakiraan.
Pada Jumat, 30 Oktober 2026, status waspada hujan sedang hingga lebat berlaku untuk Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Ende.
Selanjutnya, pada Sabtu, 31 Oktober 2026, wilayah yang masuk kategori waspada meliputi Kabupaten Manggarai, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya.
Sementara itu, pada Minggu, 1 November 2026, BMKG tidak mencatat wilayah NTT yang masuk kategori peringatan dini hujan sedang hingga ekstrem.
Untuk keseluruhan periode 30 Oktober hingga 1 November 2026, kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat, kategori awas hujan sangat lebat hingga ekstrem, serta peringatan dini angin kencang tercatat nihil.
BMKG menetapkan masa berlaku peringatan dini mulai pukul 08.00 WITA hingga pukul 08.00 WITA pada hari berikutnya untuk setiap tanggal yang tercantum.
Status nihil tidak berarti hujan sama sekali tidak akan terjadi. Masyarakat tetap perlu memperhatikan perubahan kondisi cuaca dan mengikuti pembaruan informasi resmi.
Memasuki Masa Pancaroba, Petani Perlu Mengantisipasi Perubahan Cuaca
BMKG menjelaskan bahwa angin monsun timur mulai melemah sehingga wilayah NTT memasuki masa pancaroba dari musim kemarau menuju musim hujan.
Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena perubahan cuaca selama masa peralihan dapat memengaruhi kegiatan masyarakat, termasuk persiapan musim tanam dan pengelolaan lahan pertanian.
Bagi petani, informasi cuaca menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan waktu pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga kegiatan panen.
Pada wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, petani diharapkan memperhatikan kondisi drainase lahan, menjaga tempat penyimpanan benih dan pupuk, serta menyesuaikan aktivitas pertanian dengan perkembangan cuaca.
Selain mengantisipasi genangan pada lahan pertanian, pengelolaan air tetap perlu dilakukan secara efisien mengingat kondisi curah hujan belum tentu merata di seluruh wilayah NTT.
Kesiapsiagaan tersebut penting untuk membantu mengurangi risiko kerusakan tanaman, melindungi sarana produksi, serta menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian masyarakat.
Masyarakat Diimbau Memantau Informasi Resmi BMKG
Menghadapi perubahan cuaca pada masa pancaroba, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di daerah perbukitan, kawasan dengan saluran air terbatas, serta lokasi yang rentan mengalami genangan atau longsor.
Petani dan pelaku usaha pertanian juga perlu memperhatikan informasi prakiraan cuaca sebelum melaksanakan kegiatan lapangan, terutama pekerjaan yang membutuhkan kondisi cuaca relatif stabil.
Untuk memperoleh pembaruan informasi, masyarakat dapat mengakses situs resmi BMKG melalui www.bmkg.go.id, menggunakan aplikasi Info BMKG, atau mengikuti media sosial @infobmkg dan @infobmkgeltari.
Stasiun Meteorologi El Tari Kupang juga menyediakan layanan informasi melalui telepon (0380) 881613 dan WhatsApp 0811-3940-4264.
Pemanfaatan informasi cuaca secara tepat diharapkan dapat membantu masyarakat mengambil langkah antisipasi lebih awal. Melalui koordinasi pemerintah daerah, petugas lapangan, dan masyarakat, risiko akibat perubahan cuaca dapat diminimalkan sehingga aktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur tetap terjaga.
Sumber: BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I El Tari Kupang, Peringatan Dini Cuaca Wilayah NTT tanggal 30 Oktober–1 November 2026.
