Perkembangan Jagung Hibrida Gelar Teknologi BBI Tarus Mulai Berbunga dan Bertongkol

Kupang, 26 Juni 2026 — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali memantau perkembangan tanaman pada lokasi Gelar Teknologi BBI Tarus di Balai Benih Induk Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
Pemantauan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Launching Gelar Teknologi, Penanaman Perdana Jagung Hibrida dan Bawang Merah TSS yang dilaksanakan pada 2 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, produsen benih, penyedia pupuk, penyuluh, perguruan tinggi, dan petani.
Melalui gelar teknologi ini, teknologi budidaya diperkenalkan langsung di lapangan. Petani dan pemangku kepentingan dapat melihat, mempelajari, serta mengevaluasi pertumbuhan tanaman dari tahap tanam hingga menuju panen.
Jagung Hibrida di BBI Tarus Tumbuh Merata
Dari pantauan udara pada Jumat, 26 Juni 2026, hamparan jagung di BBI Tarus tampak tumbuh merata. Tanaman terlihat hijau, tegak, dan mulai memasuki fase penting dalam pertumbuhan.
Sebagian besar tanaman jagung sudah berbunga. Tongkol jagung muda juga mulai muncul pada batang. Kondisi ini menunjukkan bahwa tanaman telah memasuki fase generatif, yaitu tahap penting dalam pembentukan hasil.
Pada fase ini, pemantauan lapangan perlu terus dilakukan. Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain ketersediaan air, kondisi tanah, pemeliharaan tanaman, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Pemantauan yang teratur diperlukan agar pertumbuhan tanaman tetap optimal hingga masa panen.
Sepuluh Petak Jagung Menjadi Media Pengamatan Varietas

Di lokasi Gelar Teknologi BBI Tarus terdapat 10 petak tanaman jagung dari beberapa produsen dan varietas berbeda. Setiap petak menjadi media pengamatan untuk melihat pertumbuhan, daya adaptasi, dan potensi masing-masing varietas.
Dari arah sungai, petak-petak tanaman jagung tersebut terdiri atas:
- Petak 1: CV Bunga Tani Sejahtera dengan varietas BTS 5, BTS 7, dan Nusa 01.
- Petak 2: PT Sage Mashlahat Indonesia dengan varietas TKS 234.
- Petak 3: PT Jafran Indonesia dengan varietas Jafran 1 dan Jafran 8.
- Petak 4: PT Soebandi Raja Agriculture dengan varietas R118.
- Petak 5: CV Tondano dengan varietas KH1.
- Petak 6: PT Restu Agro Pro Jayamas dengan varietas R1 Nusantara dan R3 Semesta.
- Petak 7: PT Maxxi Agri Indonesia dengan varietas Maxxi 1 Tegap.
- Petak 8: PT Winmar dengan varietas Widji 99/RK 457.
- Petak 9: PT Bioseed dengan varietas B59 dan B89.
- Petak 10: Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura dengan varietas Pulut Arumba.
Keberadaan berbagai varietas dalam satu lokasi memberikan ruang pembelajaran yang baik. Pertumbuhan setiap varietas dapat diamati dalam kondisi lahan yang sama, sehingga hasil pengamatan menjadi bahan evaluasi bersama.
Gelar Teknologi Menjadi Pembelajaran Langsung bagi Petani
Gelar teknologi seperti ini penting karena petani membutuhkan contoh nyata di lapangan. Teknologi pertanian akan lebih mudah dipahami ketika dapat dilihat langsung di lahan.
BBI Tarus menjadi ruang pembelajaran bersama bagi pemerintah, produsen, penyuluh, perguruan tinggi, dan petani. Di lokasi ini, teknologi budidaya tidak hanya diperkenalkan, tetapi juga diamati perkembangannya secara bertahap.
Dari penanaman perdana pada 2 Mei hingga pemantauan perkembangan tanaman pada 26 Juni 2026, kegiatan ini menunjukkan proses nyata dalam mendukung pertanian yang lebih maju.
Tanaman jagung yang kini mulai berbunga dan bertongkol menjadi harapan bagi pengembangan jagung hibrida di Nusa Tenggara Timur.
Bawang Merah TSS Tetap Menjadi Bagian Penting Gelar Teknologi

Selain jagung hibrida, bawang merah TSS juga menjadi bagian penting dari Gelar Teknologi BBI Tarus. Teknologi bawang merah TSS menggunakan benih berupa biji, sehingga dapat menjadi alternatif dalam pengembangan hortikultura.
Melalui teknologi benih biji, pengembangan bawang merah diharapkan menjadi pilihan budidaya yang lebih efisien, sehat, dan mudah dikembangkan oleh petani.
Kehadiran bawang merah TSS dalam kegiatan ini memperkuat fungsi BBI Tarus sebagai lokasi pengenalan inovasi pertanian, baik untuk tanaman pangan maupun hortikultura.
Mendukung Pertanian NTT yang Produktif dan Adaptif
Ke depan, perkembangan tanaman pada lokasi gelar teknologi ini akan terus dipantau hingga masa panen. Hasil pemantauan diharapkan menjadi bahan evaluasi dan acuan dalam meningkatkan produktivitas pertanian daerah.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, pertanian NTT diharapkan semakin produktif, adaptif, dan berdampak bagi kesejahteraan petani.
Dari Balai Benih Induk Tarus, inilah langkah bersama menghadirkan teknologi pertanian yang lebih dekat dengan petani.
