Prabowo Kabulkan Permintaan Melki Laka Lena, Siapkan Feri untuk Palu’e dan 10.000 Tenda

Presiden Prabowo Subianto mengabulkan sejumlah permintaan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena untuk membantu penanganan warga Flores yang terdampak gempa 15 Agustus 2026.
Permintaan tersebut disampaikan Melki dalam rapat terbatas secara daring bersama Prabowo, pimpinan TNI-Polri, dan tujuh kepala daerah di Flores. Salah satu kebutuhan mendesak yang disampaikan adalah 10.000 unit tenda untuk mendukung kegiatan belajar mengajar karena banyak ruang kelas rusak akibat gempa.
Melki juga meminta satu kapal feri untuk mendukung distribusi bantuan dan transportasi warga dari Maumere menuju Pulau Palu’e, Kabupaten Sikka, yang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah.
“Alasannya, feri yang selama ini melayani ke Palu’e akan masuk dock. Palu’e adalah sebuah pulau yang paling terdampak gempa Flores, Bapak Presiden,” ujar Melki.
Selain itu, Melki meminta dukungan pesawat dan kapal bagi operasional TNI-Polri, relaksasi biaya pendidikan dan pembayaran pinjaman warga terdampak, serta tambahan fasilitas kesehatan bagi rumah sakit dan puskesmas.
“Semua ini penting untuk mengungkit kembali geliat ekonomi di Flores,” katanya.
Menanggapi permintaan tersebut, Prabowo menginstruksikan pengadaan 10.000 tenda sekolah, dua kapal patroli yang bersiaga di NTT untuk kebutuhan TNI-Polri, serta satu kapal feri khusus melayani Palu’e.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan kapal feri milik PT ASDP Indonesia Ferry yang diminta Melki telah disiapkan dan akan dikirim dari Surabaya pada Selasa (8/9/2026).
“Izin Bapak Presiden, untuk kapal ferry sudah kami siapkan, dan per tanggal 8 besok akan kami kirimkan ke lokasi seperti permintaan Gubernur, dari Surabaya,” ujar Dudy.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan terdapat 12 kapal Polri di sekitar Flores dan NTT yang dapat digunakan untuk distribusi bantuan dan transportasi warga. Pemerintah daerah NTT juga diperbolehkan memanfaatkan kapal-kapal tersebut.
Prabowo meminta Pemprov NTT terus berkoordinasi jika terdapat kebutuhan mendesak lainnya. “Pak Gubernur, kalau ada keperluan mendesak lagi, segera laporkan,” tandasnya.
