Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Saat Pekarangan Kantor Dinas Pertanian NTT Menghasilkan Sayuran dan Nilai Ekonomi

September 11, 2026September 11, 2026 Artikel
Saat Pekarangan Kantor Dinas Pertanian NTT Menghasilkan Sayuran dan Nilai Ekonomi

Kupang, 11 September 2026 – Saat sebagian pegawai mulai meninggalkan kantor setelah jam kerja, sejumlah staf Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih melakukan aktivitas di halaman kantor.

Mereka bersama-sama merawat tanaman, menyiram, menyiapkan bibit, mengelola lahan, hingga memanen sayuran yang ditanam di pekarangan kantor. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya memanfaatkan lahan yang sebelumnya hanya menjadi ruang terbuka menjadi kebun sayur produktif.

Kebun yang dikembangkan sejak tahun lalu itu kini menghasilkan berbagai jenis sayuran hortikultura yang tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.

Pekarangan Kantor Dimanfaatkan Menjadi Kebun Sayur

Kebun tersebut berada di atas lahan sekitar 100 meter persegi dengan 10 bedeng tanaman. Berbagai komoditas ditanam secara bergantian, mulai dari pakcoy putih, kangkung, bayam, paria, terong, lombok hingga brokoli.

Pengelolaan kebun dilakukan oleh pegawai Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan melalui pembagian jadwal perawatan. Setiap staf memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan tanaman, mulai dari penyiraman, penanaman, hingga memastikan pertumbuhan tanaman.

Saat ini, beberapa komoditas telah memasuki masa panen. Kangkung, terong, dan paria telah selesai dipanen, sementara enam bedeng tanaman pakcoy mulai memasuki tahap panen.

Selain ditanam pada bedengan, sejumlah tanaman juga dikembangkan menggunakan polibek. Tanaman lombok menjadi salah satu komoditas yang masih dalam tahap pembibitan. Di bagian lain pekarangan, terdapat tanaman pepaya dan terong lalapan yang turut dikembangkan.

Sejumlah bedeng baru juga tengah dipersiapkan untuk penanaman komoditas berikutnya, termasuk serai merah.

Siklus Tanam Disesuaikan dengan Kondisi Lahan

Pengelolaan kebun dilakukan dengan memperhatikan siklus tanaman. Setelah proses panen, lahan diberikan waktu untuk pemulihan sebelum kembali digunakan untuk penanaman.

Pola tanam, panen, dan penanaman kembali dilakukan agar lahan tetap produktif serta mendukung keberlanjutan kegiatan budidaya.

Untuk tanaman pakcoy, proses budidaya relatif singkat. Mulai dari tahap persemaian hingga siap dipanen membutuhkan waktu sekitar satu bulan.

Dengan pengaturan siklus produksi tersebut, kebun pekarangan dapat terus menghasilkan sayuran secara berkala sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tanaman.

Hasil Panen Dipasarkan di Lingkungan ASN Pemprov NTT

Hasil panen dari kebun tersebut kemudian dipasarkan di lingkungan ASN Pemerintah Provinsi NTT. Pegawai dari berbagai organisasi perangkat daerah menjadi salah satu konsumen sayuran yang dihasilkan dari kebun tersebut.

Pemasaran di lingkungan kantor membuat hasil produksi lebih mudah terserap karena pasar berada dekat dengan lokasi budidaya. Selain itu, pola ini juga membantu mendekatkan produsen dengan konsumen sehingga rantai pemasaran menjadi lebih sederhana.

Dari sisi ekonomi, kebun tersebut juga diarahkan untuk memberikan nilai tambah. Berdasarkan hasil produksi yang berjalan, satu bedeng tanaman dapat menghasilkan nilai sekitar Rp200 ribu.

Pemanfaatan pekarangan ini menunjukkan bahwa lahan yang tersedia di lingkungan kantor dapat dikembangkan menjadi ruang produktif yang memberikan manfaat pangan sekaligus peluang ekonomi.

Menjadi Contoh Pemanfaatan Lahan untuk Ketahanan Pangan

Kebun pekarangan di lingkungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lahan secara optimal untuk mendukung ketahanan pangan.

Selain menghasilkan sayuran segar, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi pegawai untuk terlibat langsung dalam aktivitas pertanian, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran hasil panen.

Pemanfaatan pekarangan kantor juga dilakukan oleh bidang-bidang lain di lingkungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT dengan konsep serupa, yakni mengoptimalkan lahan yang tersedia agar lebih produktif.

Melalui pengembangan kebun pekarangan, penguatan komoditas pertanian lokal, serta keterlibatan berbagai pihak, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pertanian yang berkelanjutan dan ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur.

Post navigation

Previous Previous
ASN Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Ikuti Senam Sehat HAORNAS 2026 untuk Perkuat Kebugaran dan Kebersamaan
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search