Skip to content
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT
  • Beranda
  • ProfilExpand
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan PublikasiExpand
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • KaleidoskopExpand
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data ProduksiExpand
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • LayananExpand
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Staf Ahli Menteri Pertanian Tinjau Potensi dan Program Strategis Pertanian NTT

July 17, 2026July 17, 2026 Artikel

KUPANG, 17 Juli 2026 — Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Hubungan Kelembagaan, Regulasi, dan Reformasi Birokrasi, Tin Latifah, S.P., M.Si., melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam rangka monitoring dan koordinasi pelaksanaan program strategis pertanian tahun 2025 dan 2026.

Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT bersama jajaran. Rangkaian kegiatan mencakup monitoring Program Cetak Sawah Rakyat atau CSR, persiapan penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System atau PM-AAS, koordinasi penguatan sarana dan prasarana pertanian, serta peninjauan Gelar Teknologi dan pengembangan budidaya jagung di Balai Benih Induk Tarus, Kabupaten Kupang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan koordinasi antara Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong pembangunan pertanian yang modern, produktif, efisien, serta adaptif terhadap kondisi agroklimat dan topografi wilayah NTT.

Alsintan Harus Adaptif dengan Kondisi NTT

Dalam pertemuan bersama Staf Ahli Menteri Pertanian, Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan pentingnya dukungan alat dan mesin pertanian yang sesuai dengan kondisi lahan, ketersediaan air, topografi, serta kebutuhan petani di setiap wilayah.

Kondisi pertanian NTT yang didominasi lahan kering membutuhkan jenis alsintan yang kuat, efisien, mudah dioperasikan, dan sesuai dengan karakteristik lahan. Oleh karena itu, dukungan alsintan ke depan diharapkan tidak hanya mempertimbangkan jumlah, tetapi juga kualitas, ketepatan spesifikasi, dan kesiapan layanan pemeliharaan.

Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan bahwa bantuan traktor roda dua, pompa air, serta combine harvester yang telah diterima memiliki kualitas yang baik dan dapat mendukung percepatan pengolahan lahan, pengelolaan air, serta kegiatan panen.

Alsintan tersebut juga dipersiapkan untuk mendukung operasional Brigade Alsintan Provinsi NTT dalam memberikan pelayanan kepada petani, terutama di wilayah daratan Timor dan kawasan produksi lainnya.

Selain pengadaan alat, ketersediaan suku cadang dan layanan perbaikan menjadi perhatian penting. Pemerintah daerah berharap dapat memperkuat kerja sama dengan distributor resmi agar pemeliharaan dan perbaikan alsintan dapat dilakukan secara lebih cepat, mudah, dan berkelanjutan.

Penguatan Dryer untuk Sentra Produksi Padi

Pemerintah Provinsi NTT juga mengusulkan dukungan mesin pengering atau dryer untuk sejumlah sentra produksi padi. Fasilitas tersebut sangat diperlukan, khususnya di wilayah Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, serta sejumlah sentra produksi di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Keberadaan dryer akan membantu petani menangani hasil panen pada saat curah hujan tinggi, mengurangi kehilangan hasil, mempertahankan mutu gabah, dan mempercepat proses pengeringan sebelum gabah disimpan atau dipasarkan.

Penguatan fasilitas pascapanen tersebut diharapkan dapat dilaksanakan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Perum BULOG, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan lainnya. Dukungan serupa juga dibutuhkan pada balai-balai benih milik Pemerintah Provinsi NTT untuk menjaga kualitas benih dan hasil produksi.

Tinjau Gelar Teknologi di Balai Benih Tarus

Kunjungan kerja dilanjutkan dengan peninjauan Gelar Teknologi di Balai Benih Induk Tarus. Pada kesempatan tersebut, Kepala UPTD Perbenihan Tanaman Pangan dan Hortikultura menjelaskan perkembangan pengelolaan lahan, produksi benih, serta budidaya jagung yang sedang dilaksanakan.

Pengembangan jagung di Balai Benih Tarus menggunakan varietas hibrida dan komposit. Dari rencana pengembangan seluas delapan hektare, sekitar empat hektare telah ditanami. Penanaman pada empat hektare berikutnya direncanakan dilaksanakan pada musim hujan kedua.

Gelar Teknologi tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan varietas, teknik budidaya, penggunaan sarana produksi, serta penerapan teknologi pertanian yang sesuai dengan karakteristik lahan kering NTT.

Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan jagung, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan percontohan bagi petani, penyuluh, pengelola balai benih, serta pemangku kepentingan sektor pertanian.

Staf Ahli Menteri Apresiasi Pengembangan Benih

Tin Latifah mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi NTT melalui Balai Benih Tarus dalam mempersiapkan dan mengembangkan benih untuk menunjang ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, keberadaan balai benih memiliki posisi strategis karena ketersediaan benih bermutu menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Balai benih juga dapat menjadi lokasi percontohan penerapan teknologi budidaya yang dapat dikembangkan lebih lanjut di tingkat petani.

Selain mempertahankan swasembada beras secara berkelanjutan, pengembangan produksi jagung juga perlu memperoleh perhatian. Jagung memiliki peran penting sebagai bahan pangan, bahan baku industri, dan komponen utama dalam penyediaan pakan ternak.

NTT memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi jagung dengan memanfaatkan lahan kering secara optimal. Pengembangannya harus tetap memperhatikan ketersediaan air, kesesuaian varietas, mekanisasi, pendampingan penyuluh, serta penanganan hasil setelah panen.

Dorong Produksi Jagung Rendah Aflatoksin

Pengembangan jagung pangan dengan kandungan aflatoksin yang rendah turut menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Secara umum, teknik budidayanya tidak jauh berbeda dengan budidaya jagung lainnya. Perhatian utama perlu diberikan pada proses pemanenan, pengeringan, penyimpanan, dan penanganan pascapanen.

Jagung yang telah dipanen perlu segera dikeringkan agar kadar air turun dan risiko pertumbuhan cendawan penghasil aflatoksin dapat ditekan. Karena itu, ketersediaan mesin pengering, lantai jemur, gudang yang layak, serta penerapan standar pascapanen menjadi bagian penting dalam menjaga mutu jagung.

Penguatan penanganan pascapanen diharapkan dapat meningkatkan kualitas jagung NTT sehingga memenuhi persyaratan sebagai jagung pangan maupun bahan baku industri pakan.

Persiapan PM-AAS Seluas 18.127 Hektare

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT terus mempersiapkan penerapan PM-AAS pada target areal seluas 18.127 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten sentra produksi.

Persiapan dilakukan melalui identifikasi calon lokasi dan calon petani, verifikasi kondisi lahan, ketersediaan sumber air, kebutuhan sarana produksi, kesiapan alsintan, serta penentuan teknologi budidaya yang sesuai dengan kondisi setiap wilayah.

Dinas juga akan menggandeng penyuluh pertanian untuk melakukan pendampingan kepada petani sejak tahap persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pengelolaan air, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga panen dan penanganan pascapanen.

Penerapan PM-AAS di NTT tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang seragam. Setiap lokasi memiliki karakteristik lahan, pola hujan, ketersediaan air, topografi, dan kemampuan petani yang berbeda. Karena itu, teknologi pertanian modern harus diterapkan secara adaptif agar memberikan hasil yang optimal dan berkelanjutan.

Pemprov NTT Sampaikan Terima Kasih kepada Kementan

Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pertanian beserta seluruh jajaran Kementerian Pertanian atas dukungan yang diberikan dalam beberapa tahun terakhir.

Dukungan tersebut mencakup bantuan traktor roda empat, traktor roda dua, combine harvester, pompa air, irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, benih, optimalisasi lahan, serta pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat.

Berbagai dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat pembangunan pertanian NTT menuju swasembada dan kedaulatan pangan. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh bantuan dimanfaatkan, dipelihara, dan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani.

Semangat pembangunan pertanian tersebut sejalan dengan pesan Bung Karno bahwa persoalan pangan berkaitan dengan hidup dan matinya suatu bangsa. Oleh karena itu, penguatan produksi, penyediaan benih, mekanisasi, pengelolaan air, dan pengembangan kapasitas petani akan terus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi NTT.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, petani, dunia usaha, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya, pembangunan pertanian NTT diharapkan semakin produktif, tangguh, modern, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Post navigation

Previous Previous
DPRD NTT Dukung Pengembangan BBH Oelbubuk, Siap Dorong Anggaran di APBD 2027
NextContinue
Anggota Komisi I DPRD NTT Stef Come Rihi Beri Apresiasi Dinas Pertanian NTT Salurkan Bantuan Alsintan untuk Kelompok Tani di Sumba Timur
Logo Pemprov NTT
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Email:
provnttdistankp@gmail.com

Social Media Link:
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
  • TikTok
Map Embed
Tautan
  • Kementerian Pertanian
  • Badan Pusat Statistik
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Statistik

© 2026 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Scroll to top
  • Beranda
  • Profil
    • Tugas Pokok Fungsi
    • Selayang Pandang
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Maklumat Pelayanan
  • Informasi dan Publikasi
    • Berita
    • Publikasi
    • Informasi
    • Kaleidoskop
      • Kegiatan 2023
      • Kegiatan 2024
      • Kegiatan 2025
      • Kegiatan 2026
    • Testimoni Petani NTT
    • Data Produksi
      • Tanaman Pangan (2018-2023)
      • Tanaman Hortikultura (2018-2024)
      • Tanaman Perkebunan (2018-2025)
    • Layanan
      • Portal Data Dinamis Pertanian NTT
      • Platform Belanja Dist_mart
      • Layanan Sertifikat Benih
      • Layanan Sertifikat PSAT
      • Layanan Konsultasi WA
  • PPID
Search