UPTD PKDLHP NTT Perkuat Pengelolaan Kebun Dinas dan Dorong Kopi Deroma Masuk Pasar

Kupang, NTT – Seksi Pengelolaan Kebun Dinas, UPTD Perbenihan Kebun Dinas dan Laboratorium Hayati Perkebunan (PKDLHP) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan kegiatan pengelolaan kebun dinas pada Senin, 07 September 2026.
Kegiatan tersebut mencakup pemeliharaan tanaman di nurseri, pemasangan label pada tanaman kopi Arabika, serta proses pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) kopi Deroma dan persiapan pemasaran produk kopi Deroma melalui gerai NTT Mart sebagai bagian dari upaya penguatan pengelolaan produk pertanian daerah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pengelolaan kebun dinas yang diarahkan untuk menjaga kualitas tanaman, mendukung pengembangan komoditas perkebunan, serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian melalui pengolahan dan pemasaran produk lokal.
Pemeliharaan Nurseri Mendukung Ketersediaan Tanaman Berkualitas
Dalam kegiatan pemeliharaan kebun dinas, petugas melakukan perawatan tanaman yang berada di area nurseri melalui penyiraman berbagai jenis tanaman. Komoditas yang mendapatkan pemeliharaan meliputi benih anakan kopi, pinang, kelapa, vanili, cabai, pepaya, pala, dan cengkeh.
Pemeliharaan tanaman pada tahap pembibitan menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan dan kesiapan tanaman sebelum dikembangkan lebih lanjut. Kegiatan rutin seperti penyiraman dan perawatan tanaman membantu menjaga kondisi bibit agar tetap sehat dan siap mendukung pengembangan komoditas pertanian maupun perkebunan.
Pengelolaan nurseri juga mendukung penyediaan bahan tanam yang lebih tertata melalui pemeliharaan dan pengawasan tanaman secara berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan sektor perkebunan NTT yang memiliki beragam komoditas unggulan.
Pemasangan Label Kopi Arabika Mendukung Penataan Data Tanaman
Selain pemeliharaan tanaman, kegiatan juga dilakukan melalui pemasangan label pada tanaman kopi Arabika di kawasan kebun dinas.
Pemberian label menjadi bagian dari proses penataan tanaman untuk mendukung identifikasi dan pencatatan informasi kebun. Sistem pengelolaan data tanaman yang lebih baik membantu proses pemantauan perkembangan tanaman serta mendukung pengelolaan kebun secara lebih efektif.
Kopi Arabika merupakan salah satu komoditas perkebunan yang terus dikembangkan di Nusa Tenggara Timur. Pengelolaan tanaman kopi melalui kebun dinas menjadi salah satu langkah untuk menjaga kualitas tanaman serta mendukung pengembangan produk kopi daerah.
Kopi Deroma Dipersiapkan Memasuki Pasar Melalui NTT Mart
Dalam kegiatan yang sama, Seksi Pengelolaan Kebun Dinas melaksanakan proses pendaftaran NIB kopi Deroma serta persiapan pemasaran produk kopi Deroma ke gerai NTT Mart.
Pendaftaran legalitas usaha menjadi langkah penting dalam mendukung kesiapan produk pertanian lokal agar dapat dipasarkan melalui saluran yang lebih luas. Dengan adanya legalitas usaha, pengelolaan produk kopi dapat dilakukan secara lebih tertib dan mendukung pengembangan usaha berbasis komoditas perkebunan.
Pengembangan kopi Deroma juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan melalui proses pengolahan dan pemasaran. Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT telah mendorong pemasaran Kopi De Roma sebagai produk olahan dari kebun dinas melalui penguatan hilirisasi pertanian dan perluasan akses pasar.
Pemasaran melalui gerai NTT Mart diharapkan dapat memperluas akses produk lokal kepada konsumen sekaligus mendukung penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan produk pertanian yang memiliki nilai ekonomi. NTT Mart juga dikembangkan sebagai salah satu saluran pemasaran produk lokal daerah.
Penguatan Hilirisasi Pertanian untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi Produk Lokal
Pengelolaan kebun dinas tidak hanya berfokus pada kegiatan budidaya, tetapi juga mencakup proses penataan tanaman, penguatan legalitas usaha, hingga pengembangan pemasaran produk.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, sektor pertanian diarahkan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Produk pertanian tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi terus dikembangkan melalui pengolahan, pengemasan, dan pemasaran yang lebih baik.
Pemanfaatan sistem administrasi usaha, pengelolaan kebun berbasis data, serta penguatan jaringan pemasaran menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok pertanian yang lebih efektif. Kolaborasi antara pemerintah, pengelola kebun, pelaku usaha, dan jaringan pemasaran menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan produk lokal NTT.
Melalui kegiatan pemeliharaan tanaman dan pengembangan kopi Deroma, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT terus mendorong pengelolaan komoditas pertanian yang produktif, bernilai tambah, dan memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi daerah.
